Wednesday, October 10, 2012

My Brother, Still or Not?



Hai Kak..
Kenapa harus nangis? Kenapa harus sakit? Kenapa harus kehilangan? Kenapa harus ada rasa ini. Aku ya aku rindu aku merindukan gelak tawamu dan janjimu aku merindukan sosok kaka yang terakhir ku jumpai 3 tahun yang lalu. Terakhir aku bertemunya di BSM saat aku masih terlalu lugu. Dia yang menjagaku mendengarkan ceritaku. Saat itu aku mengenakan baju putih berompi merah. Aku diantarkan kaka kandungku untuk menemuinya. Kenapa harus ada rindu? Aku merindukannya. Sangat merindukannya. Aku aku sadari itu.. Ketika aku menangis membaca sms yang dikirimnya. Hanya pesan singkat tapi.. Ya semua terkuak kembali. Kenangan itu.. Semuanya saat aku ber-rok putih biru. Setiap hari kaka selalu menelfonku sampai aku terlelap dan terkadang dia yang terlelap. Kadang hanya untuk mendengarkan dia bernyanyi dan mendengarkan cerita lucu atau mendengarkan cengengesan dari teman2nya. Mereka menyangka kami adalah pasangan. Yahahhaa jangan konyol kami berbeda 12 taun. dan aku menyayanginya seperti kakaku sendiri. Dia yang sekarang.. Sudah berubah jauh. Dingin..ketus.. Terlalu singkat dalam segala hal. Entah sudah ada yang menggantikan posisi ade kecilnya atau tidak.. Aku takut terkadang aku takut dia meninggalkanku tapi aku terlalu serakah jika membuat dia tinggal dengan keacuhanku yang kadang kumat. Aku yang tidak bisa memfokuskan diri pada dua orang sekaligus. 2 kali ya.. 2 kali dia merasakan sakitku. Sakit karena teracuhkan dan terabaikan. Sampai dia beberapa kali hampir meninggalkanku.. Itu untuk kebahagiaanku. Dia berkata seperti itu. Tapi itulah aku. Lagi lagi aku tak pernah bisa. Kenapa seperti ini? Kenapa aku ingin dia yang dulu? Yang selalu mengomeliku karena nilai ku yang tidak sempurna. Dia si perfeksionis yang membuatku harus berjuang keras untuk membuat dia bangga padaku :')

0 comments:

Post a Comment

now, you know my secrets