Tuesday, May 28, 2013

Janji Kesuksesanmu dari Sang Pencipta

( God's plans are always the best as always)
Hai Para Pembaca terbaik-ku!

kali ini aku takkan mengelu-elukan semua hal tentang cinta terhadap sesama insan Tuhan. Kali ini aku ingin berbagi tentang janji kebahagian dari Tuhan untuk umatnya, tentang cinta Tuhan pada hambanya..

Semua orang tentunya terlalu takut untuk gagal dan akan selalu seperti itu bukan? Begitu pula aku karena itulah kata 'ikhtiar' selalu ada di dua teratas kamus besar kepemilikanku.  Kalian tahu mengapa? Itu semua karena angan tentang cita yang tersampaikan terlalu tinggi mengepakan sayapnya,karena semua senyum bahagia akan keberhasilan telah terukir secara permanen di gumpalan daging tempat hipofisiku tinggal, karena keinginan membanggakan malaikat-malaikat yang dianugerahkan padaku terlalu dalam mungkin saking dalamnya hingga bisa menembus galaksi lain. Aku yakin sebagian dari kalian pun seperti itu bukan? Tapi rasanya aku selalu menjadi terparah.. karena daya imajinasiku terlalu sering melupakan cara kembali menyentuh tanah.

Aku ingin berbagi.. bagaimana semua mimpiku terbantahkan dengan jelasnya, bagaimana semua membucahkan tangis dan bagaimana semua menghantamku jatuh ke bebatuan..atau mungkin lebih parah dari itu dan tentunya semua meninggalkan bekas dan luka itulah metamorfosisku sekarang.

Semua berawal dari prospek kehidupan yang Guru Bahasa Indonesiaku tugaskan saat aku menduduki bangku dua SMP, rasanya aku adalah bagian dari rata-rata pemimpi di kelasku. Rencanaku tidak muluk-muluk, ini rencanaku:

Lulus SMP dengan nilai UN Tertinggi -> Meneruskan ke Akselerasi SMAN 3 Bandung -> kuliah di Fakultas Kedokteran UNPAD

Tidak muluk-muluk bukan? Tapi lebih dari itu.. rasanya cita-citaku seperti bulu burung yang terbuai angin hingga turut ikut serta kemanapun angin membawanya, termasuk ke Surga Firdaus yang entah tingginya bisa dihitung dengan hitungan meter atau tidak tapi rasanya itu tak terhingga.

Tapi saat gerbang kelas tiga dibukakan.. semua mulai terhapus, yang aku inginkan adalah menjadi bagian salah satu SMA dengan nominal angka keberuntunganku. Angka tanpa ujung angka lambang keberuntungan para Tionghoa. Setiap ku tapaki kakiku disana yang tergumamam selalu kalimat yang sama, " Nanti aku bakal sekolah disini, nanti aku bakal pake batik itu.", sambil memperhatikan para pelajar yang bergegas masuk ke salah satu tempat bimbel bersimbol gajah duduk.

Tiba saat pengumuman ujian nasional.. kudapati empat deret angka tak berasio atau berbeda menghancurkan semua anganku, empat deret angka yang bahkan tak membawaku ke lima besar paralel dan pada saat itupula kesempatanku mencapai SMA tersebut seperti massa satu helai bulu burung hingga pada akhirnya dia musnah, enyah, hilang dibawa angin entah kemana tanpa dikembalikannya padaku. Semua terasa rusak, hancur dan tak bersisa. Hari-hari ku habiskan dengan menangis dan mengutuki diriku sendiri. Tetapi disitulah Tuhan menyapa.. dibawanya aku ke SMA dengan dua deret angka kembar yang bila dijumlahkan menghasilkan angka dua, angka favoritku. Disitulah pembuktianku dimulai, setelah Tuhan bisikan bahwa kesempatanku disini adalah kesempatan terbaik yang dia tawarkan untukku.

Pada saat itupula aku paham apa arti kesempatan itu, kudapati kesempatan belajar di negeri hewan ber-subkelas marsupilia; Kangguru. Pembinaku pernah berujar saat dengan jelasnya kuceritakan angan-anganku tentang bersekolah di SMA dengan batik yang memiliki motif jarang dan beliau berkata," Kalo kamu sekolah disana, apa mungkin sekarang kamu disini? kalo dulu kamu berhasil masuk ke SMA itu, apa mungkin kamu dapet kesempatan seperti ini? Walau sekolah itu bagian dari program ini, tapi kamu mutlak tau bahwa peringkatmu dibawah mereka bukan?", dari situlah aku semakin paham arti Garis Tuhan.

Nampaknya tak henti-hentinya semua rencanaku dikoreksi oleh Sang Maha Kuasa, kali inipun aku sedang belajar menerima, mengubur dan percaya. Lagi-lagi aku tak meninggalkan jejak di deret nilai UN terbaik sekolahku.. tak menjadi bagian dari mereka yang berprestasi besar, hari itu tepatnya separuh hari itu kukutuki diriku dengan pertanyaan yang selalu sama,"Apa yang kamu lakukan selama tiga tahun di sekolah ini? Mengapa tak bisa menghasilkan prestasi yang tak terhingga? Mengapa hanya segelintur?". Hal yang kurasakan saat itu adalah.. jika pukul empat sore kelak aku tak mendapat kabar baik dari SNMPTN terkhususnya fakultas yang sudah kuidam-idamkan di bangku SMA tak tahu entah apa yang akan kulakukan.. mungkin rasanya ingin sekali melenyapkan diri dari dunia ini, mengapa begitu berlebihan? Karena satu hal, aku malu teramat malu kepada kedua orang tuaku yang berjuang keras sampai-sampai melupakan seberapa tua mereka, seberapa penting kesehatan mereka untuk menopang kebutuhan sekolahku.. Tetapi kali ini Tuhan jawab doaku..Dia izinkan aku memasuki salah satu kampus terbaik se-Bandung bahkan se-Indonesia..tetapi lagi-lagi rencanaku dikoreksiNya.. Aku dituntunNya pada fakultas yang belum pernah terbayangkan apalagi ada diangan-anganku ini.. Disitulah tiga tahap itu bermula..

Menerima
Saat mendapat kabar, sontak berkali-kali kuucapkan hamdallah tanpa henti. Akhirnya dapat kubanggakan ketiga orang yang paling kukasihi didunia ini.. Terima kasih Tuhan atas rencanamu yang selalu menjadi terindah dibanding siapapun..

Mengubur
Aku masih ingat, betapa semangatnya aku menjelaskan seberapa ingin aku masuk fakultas yang bukan garisku ini..seberapa angan dan prospek masa depan telahku tuangkan, telah ku guratkan di kanvas dengan judul; Langkah Mengukir Masa Depan Bahagia dan betapa aku memahami seluk beluk dan apa saja yang akan aku pelajari di fakultas tersebut. Tapi tibalah saatnya untuk mengubur, mengubur angan tak sampai yang takan menjadi garisku sebersikeraspun keinginanku.. karena Tuhan telah menuntunku menemukan garisku kini. Tiba saatnya semua angan harus terhapus agar apa yang kujalankan kedepan menjadi satu-satunya prioritasku tanpa ada embel-embel menyesal dan keinginan terdahulu yang semakin ranum berbuah. Sekarang mempelejari bumi adalah garis masa depanku..

Percaya
Aku akan belajar dan akan kulewati tahap ini dengan baik. Aku percaya Tuhan selalu memiliki rencana terbaik untuk setiap umatnya, tentunya setelah umatnya berikhtiar. Kali ini aku akan belajar dan kelak dalam waktu dekat aku akan percaya dengan sepenuh hati bahwa rencana Tuhan selalu indah untuk semua umat yang berserah diri padaNya setelah berikhtiar dengan kesungguhan hati terdalam..
Satu hal lagi. Aku percaya Tuhan lebih mengetahui seluk beluk kemampuanku bahkan dibandingkan diriku sendiri

Tuhanku Allah SWT, terima kasih atas hadiah terindah yang Kau berikan Padaku, terima kasih atas kepedulianMu memilihkan jalan terbaik untukku. Bimbing aku Tuhan, agar aku selalu menjadi orang yang bersyukur dan selalu menjadi salah satu dari umatMu yang tak pernah menyerah dalam menggapai rahmatMu.

Setiap orang memiliki jalan suksesnya masing-masing, bukan hanya dengan SNMPTN banyak cara tentunya termasuk jalur SBMPTN. Jalur ini harusnya menjadi kebanggaan kalian jika kalian dapat lolos melewatinya karena jalur ini memiliki nick 'Jalur Keras' tentunya kalian tahu itu bukan? Jalur ini membuktikan bahwa kalian memang benar-benar pantas di fakultas yang kelak mengukir namamu. Lihat siapa yang menjadi sainganmu? bukan hanya mereka yang lulus di tahun ini bahkan dua tahun yang lalu pun akan menjadi sainganmu bukan? Karenanya siapun yang lulus pada tahap ini berhak diberi gelar 'Pejuang Keras dengan Standardisasi Tak Diragukan Lagi'

Selamat menjadi Pejuang SBMPTN kawan! Semoga SBMPTN adalah jalan kalian menuju sukses! Tetap semangat dan jangan terlalu berlarut dalam kekecewaan, Tuhan sedang sibuk mengukir cerita kesuksesan kalian karena itulah tetap sabar menanti dan semangat! Kerahkan usaha kalian.


P.S : Jika aku tidak memasuki hirup pikuk SMA Tercinta-ku kini, aku takan pernah bertemu dengan sahabat-sahabat dengan taraf loyalitas tak terhingga. Mereka yang selalu ada disisiku dan selalu memahami apapun, bahkan terkadang tanpa perlu melalui media suara. Mereka yang mengerti bagaimana diriku ini, bagaimana arti persahabatan dan arti saling melengkapi.


Untuk Sahabat-Sahabat terbaikku yang mendekati kata Sempurna

Sayang Kalian Selalu!

1 comments:

Dayodianta said...

takdir emang engga ada yg tau ya deb :)) selamat menempuh kesuksesan di rumah gajah duduk ya!

Post a Comment

now, you know my secrets