Friday, June 21, 2013

Eksistensimu Mengusik Kepunyaanku

( How could you owe my half?)

ada yang datang dan ada pula yang pergi.. mayoritas memilih berkunjung dan sebagian besar tak berbekas, tetapi masih ada pihak minoritas yang datang dan pergi tanpa permisi..lalu tinggalkan sejumlah kenangan yang membuat hati ini nyaris membiru.. membusuk.

salah satunya kau..kau yang datang tanpa permisi. Kau yang dengan polosnya membuka pintu yang entah sejak kapan menolak adanya ketukan dan pergerakan dari semua Adam. Bukan menolak rasanya..tetapi hanya meminimalisasi pengenyahan harapan karena ditinggalkan atau dibuat mengaduh oleh mereka yang tak berminat menetap dalam kurun waktu lama.

rasanya menjadi konyol itu mudah..saat dengan satu jentikan jari semua tercuri, fokusku teralihkan dan ya hanya karena tiga detik tawa berfrekuensi kurang dari 30Hz, semua terenggut. tiga detik yang memberikan ingatan jangka panjang dan tak terbantahkan luka yang di bombandirkannya untuk hati yang sudah ditambali plaster disetiap sudutnya. Lalu dengan wajah tanpa dosamu dan perasaan tak bersalahmu akan pencurian semua kepemilikanku itu, kamu enyah begitu saja. Jelas saja tanpa dosa.. kau tidak mengenaliku dan tak pernah ada pertemuan sebelum pertemuan berdurasi pendek ini. Jadi, selama apapun, sebanyak apapun umpatan yang terucap ini tak akan memgembalikan waktu, menghilangkan jentikan jari itu terlebih membuatmu menoleh dan menyadari ada aku disitu..eksistensiku. Tapi rasanya hati ini terlalu tersihir hingga rasanya semua pantas terjadi dan memang aku ditakdirkan untuk menemuimu disana, ditempat yang takan pernah menjadi orbitku lagi. Rasanya bertemu denganmu seperti meraup sebongkah asa yang memang sudah terkubur lama di benak ini dan kembali ditemukan. Setelahnya menyadari hati ini terisi penuh oleh eksistensimu seperti cokelat.. lebih tepatnya Dark Chocolate karena meski rasanya sedikit pahit tapi membuatku candu dan terus menginginkanmu.

Rasanya semua semakin memburuk hari ini..rasanya semua semakin membuatku lelah. Bagaimana bisa tiga detik ini menghujam hati ini terlalu dalam? atau bahkan menyentuh dasar? Bagian dasar mana yang kau sentuh? Apakah itu palung hati ini? Seberapa banyak luapan tanya yang kuajukan padamu pun..tak akan pernah kudapati jawabannya. Bukankah begitu? Bagaimana bisa kudapati penjelasan jika kau tak pernah mengetahui bahwa semua pertanyaan ini kuajukan padamu dan bagaimana bisa kau tahu jika kau tak  pernah mengetahui eksistensiku. Ah..apakah kita berbeda galaksi? ku harap tidak..

Lalu apa selanjutnya? Berapa lama lagi durasi cerita ini berakhir? mengapa yang kudapati hanya bagian konflik, tanpa ku temukan anti klimaksnya? Mengapa rasanya cerita ini tak berujung? Sampai kapan harus kuarungi semua alur yang tersodorkan jika tak kudapati sedikitpun celah dan cara untuk mengakhirinya. Mengapa harus aku sendiri? Mengapa tak kudapati peranmu disini? Bagaimana bisa..

Apa harus kurelakan saja kau pergi?dan lagi lagi bagaimana bisa? Bagaimana bisa aku merelakan yang tak pernah jadi milikku? Bagaimana bisa aku ratapi seseorang yang tak pernah menyakitiku secara tersurat? Mengapa semua hanya tersirat? Mengapa...Jangan buat aku mengemis..aku mohon. Bolehkah aku memintamu mendiktekan akhir cerita ini? Cerita yang berperankan aku dan kau..( sampai kapanpun takanku sematkan kata ganti kita karena rasanya sampai kapanpun itu takan pernah terjadi bukan?)

Jangan marah.. jangan membenciku karena rasanya di entry ini aku memojokanmu. Aku tidak pernah melakukan itu..sungguh. Aku hanya sedikit frustasi dengan semua ini. Hanya itu sungguh.

Dear You..
You're the one who show me what's love at the first sight (but not accompany me to be in)
You're the one who gives me hopes (and they tear me)
You're the one who makes me understand how to be waiting( and never come to accompany)
You're the one who's assemble my broken heart ( and broke it all over again)
You're the one who show me light ( and the one who dims the light)

How could I be willing someone who never be mine? How could I mourn you who never hurts me directly? You came with hopes and leave me with the pains.

Rasanya ingin menyentuh palungmu juga..jika kau mengizinkan. Tapi mungkin Sang Pencipta sedang mengajariku sesuatu. Kau datang bukan karena kesengajaan tentunya, tetapi mungkin memang benar kau datang karena takdirku berpapasan dengan takdirmu hingga akhirnya terciptalah benturan ini. Benturan yang membuatku hancur dan membuatmu tersadar untuk berjalan lebih cermat. Setiap tumbukan akan menyisakan satu pemenang atau jika itu lenting sempurna maka keduanya akan terpental.. dan disisi ini akulah sang pengibar bendera putih. Aku yang menjadi puing dari kelakar cerobohku dan kau..Selamat kau bisa melanjutkan hidupmu. Hidup tanpa ku dan memang dari dulupun tak pernah ada namaku yang tersematkan di sejarah kehidupanmu.

Still you..how could you?
Teach me how to  be willing the only one who never be mine..

0 comments:

Post a Comment

now, you know my secrets