Home » All posts
Wednesday, June 29, 2016
Tuesday, May 24, 2016
Terpaksa Berdamai (kembali)
9:36 PM Deb
Tuesday, May 10, 2016
Senandung Sang Borealis
4:31 AM Deb
Polaris selalu di tempat yang sama sebagaimana bintang lainnya. Tapi dia menjadi istimewa karena cahayanya yang terang dan bisa menjadi rujukan navigasi. Jika tersesat, carilah Polaris bagian dari rasi bintang yang berbentuk beruang. Jika menemukannya, itu adalah Polaris. Itu adalah arah utara.
Tuesday, July 21, 2015
Senandung Limitasi
3:38 AM Deb
Sunday, July 12, 2015
Nona,Aku Sangat Ringkih untuk Itu
12:33 AM Deb
Saturday, September 6, 2014
Eksistensi Hujan dan Semi akan Bumi
9:10 PM Deb
![]() |
| (dari salah satu Penghuni Bumi-ku) |
Hari ini aku terbangun dengan senduku, walau matahari sudah menyapaku dengan kehangatannya (seperti biasa). Dibangunku kali ini aku seketika saja termenung.. Apa yang ku mimpikan tadi malam? Mimpi akan suatu kaderisasi jurusanku yang masih fana dalam nyataku, sdangkan kabar teman-temanku? Mereka sudah berhimpunan. Kapan giliranku tiba?
Wednesday, July 16, 2014
Lagi-lagi Terjatuh
10:51 PM Deb
| (they know the stories) |
ingin bercerita seperti apa adanya aku bercerita pada temanku, pada mama, papa, kakaku, dan kamu pembaca setiaku. terimakasih telah menemaniku berceloteh meski hanya dalam diam dan bermediakan layar blogku.
ingin sekali berdamai dengan semua, berdamai dengan realita yang ada bahwa aku akan tetap seperti ini adanya..bahagia. apa baru saja kusebut satu kata yang disimbolkan dengan sunggingan senyum. hari ini aku terbangun dengan semburat matahari yang menyapaku, menyapaku dan memberi intruksi untuk kembali pada realita yang ada dan aku tidak bahagia.
entah sejak detik keberapa dalam hidupku, kamu tersangkut dalam semua memori. bahkan saat ingin terlelap dan membuka photos, kamu selalu menjadi foto terakhir yang aku pandangi dengan lekatnya. tentunya aku tahu, tidak akan ada detail yang berubah meski kupandangi berkali-kali. tetapi bukan disitu poin pentingnya.. poin pentingnya adalah aku pernah sangat bahagia saat itu karena photograph kamu dan aku akan tetap abadi meski waktu mengajakku bertamasya semakin mendekat atau menjauhi kehidupanmu.
Rasanya kali ini aku ingin mengakui satu hal. "Aku bersedih karenamu yang semakin semu, dan hanya menegas barang sesaat. kanvasku tak lagi menjadi pemandangan yang menarik untukmu. apakah aku berlebihan? Entahlah aku hanya merasa ada yang hilang tapi aku tahu, aku tidak memiliki sedikitpun hak untuk memintamu kembali. kembali pada persinggungan jalan antara kamu dan aku. atau persimpangan yang dengan tidak sengaja membuat kita bertabrakan dan melihat satu sama lain, hanya sesaat dan memutuskan kembali pada alur masing-masing, alur awalmu yang baik-baik saja meski tidak dibubuhi aku disana. Ingin sekali berujar jaga diri baik-baik, terimakasih untuk semua alasan tersunggingnya bibir ini karenamu tapi rasanya aku belum cukup nyali untuk hal satu ini."
adakalanya aku bahagia karena apa yang kusebut hampir akhir ini mungkin karena aku tahu bagaimana mengatur hatiku kembali, hati yang ternyata dengan tidak sadarnya telah memberimu sedikit celah. aku terlalu pengecut untuk bertahan dan memintamu kembali, kurasa itu bukan garis takdirku untuk memperjuangkan, aku hanya digariskan untuk menunggu, walau aku tahu tak banyak kebahagiaan yang bersua dalam diam berharap kamu cepat kembali. hari ini rasanya aku akan mulai mengatur apa yang semestinya ditakdirkan untukku. Tidak akan lagi ada sakit, meski ini rasanya sakit teramat. lagi-lagi terimakasih.
aku selalu ragu untuk berjuang, untukku selalu ada saja probabilitas kecil bahwa orang yang akan aku perjuangkan bukan orang yang tepat meski aku tidak tahu tolak ukur tepat-tidaknya seseorang diperjuangkan dan aku belum merelakan bahwa suasana hatiku dipengaruhi seseorang.
aku masih ingin bebas menentukan, aku masih ingin bertingkah semauku tanpa harus mempertimbangkan perasaan seseorang, aku belum mau terikat oleh siapapun, dan aku belum ingin ber-deal untuk menangis dan merasakan sakit karena satu nama.
P.S: " You left even if it just for temporary or in the worst case permanent, I should accept it, you have you own choice and i think I brave enough to let you go and re-fix my heart for a couple times and dont worry I always succeed. I dont even know a word which I wanna say to you maybe Thanks. You know what? that-thanks have so many memories behind which make me thank to The God cause has given this feeling to me, feeling for you, especially to make you such a daily-habit for me, cause everyday on my 365 chapter suddenly had you on it then suddenly will not have you anylonger, though on the first, I feel that I've lost something cause there's no you anymore but I believe I will be okay with it one day. I will. It seems that I almost give up on us, but maybe there's never exist 'us' between you and I. How hard it is to say that I will walk alone nowday. Take care and dont forget to always eat regularly dont drink coffee like coffee is water! Fighting :')"
Wednesday, June 18, 2014
Gadis itu Mengelak Logikanya
8:20 PM deb
![]() |
| ( since now, you'll see my back just it) |
Jangan jatuh detik ini atau detik selanjutnya dan selanjutnya lagi.. Pusat massamu tak seharusnya disana.. Dan takkan menjadi seharusnya.
Siapa yang memulai semua? Dialah yang kelak menuai. Harusnya ada titik di hipotalamusmu yang menyadari itu sejak sedia kala, bisakah perasaanmu kau elak keberadaannya barang sedetik saja? Hanya itu yang akan menyelamatkan separuhmu yang membiru.
Tak pernah ada kata normal dalam pertapakan ceritamu kali ini.. Dia memang sepantasnya tak disitu bahkan disana diujung pelupuk matamu.
Bukankah kau sudah paham betul? Bukankah sudah ada yang selalu mendongengkan segala sisi dari dirinya? Bukankah dia yang lebih agung mendusuki posisi itu? Bukankah kau yang menampis semua realitas di depan matamu? dan bukankah kau yang sekarang merasa terhunus? Itulah yang mulai tertuai.
Kau bisa saja berkilah bahwa akan ada satu jerami utuh ditumpukan jerami yang audah terbakar bertahun-tahun jika kau mencari dengan sungguh-sungguh, tapi dengan sebagian logikamu yang masih kau izinkan bercuap kau tahu benar itu takan pernah ada. Jadi siapa yang dungu?
Ketika akibat degup jantung yang berlompatan ketika kau melihat sosoknya dikorbankan.. Ketika semua hunis menghunus pusat kehidupanmu itulah yang terbaik, saat kau akhirnya melambaikan bendera putih untuk mundur perlahan.
Selamat atas kedatangan karmamu, akhirnya dia bersua dan menyapamu bukan? Tapi ini barulah awal.. Kuharap sakitnya takan bertahan permanen kuharap kau sudah cukup dewasa diumurmu yang hampir mengenyam kepala dua. Hampir..
Dia pergi.. Bukankah memang itu yang akan terjadi cepat atau lambat di salah satu chapter 365mu? Dan sudah sepantasnya kau bersiap diri dari titik temu perlintasan kalian. Jangan bodoh untuk berharap dia kembali karena kau tahu benar dimana posisimu.
Pusat kehidupanmu merintih bukan tepat detik ini, alam seolah mengabaikanmu, dan ada yang menghujam di dadamu. Aku tahu kau mengerang karenanya. Tapi bukankah itu yang terbaik? Logikamu telah mengizinkanmu mengarunginya dengan satu kata 'perasaan' dan karenanya pula kau terjelembab dungu kesakitan seperti detik ini. Inilah gilirannya menyadarkanmu. Kau tentu mutlak harus menerimanya.
"Bukankah kau harusnya sudah sadar betul dimana posisimu, perlu aku mengejahnya untukmu? Oh tolong jangan pernah berharap ada probabilitas ke arah tersebut. Kau terlalu mempertaruhkan segalanya untuk titik itu. Kau yang mencibir padaku setiap aku mengingatkanmu dan kini aku hanya bisa tersenyum melihat keterpurukanmu. Sudah enyahkan semua, tidak kah ada barang segenggam saja kau mencintai dirimu sendiri?"
"Sudahkah kau selesai menghardikku ? Sungguh aku merasa menyesal pada insani ini.. Kujanjikan semua yang kuharap bisa terjadi, kuharap kelak ada hal yang bisa berdamai ternyata.. Tidak pernah ada. Kali ini aku menyerah.. Aku izinkan kau kuasai hati gadis ini. Aku tahu sungguh pilu hati gadis ini, terperangkap dan terbuang. Jangan marah padaku gadis.. Oh sungguh aku tak ingin butiran itu meluncur indah dari kedua mata kucingmu.. Aku paham kelahiran lubang baru didadamu tentu karenaku.. Karena ulahku menjanjikan semua titik kemustahilan rasa. Jangan pernah kembali berharap, berjanjilah. Aku tak mau melihat semua yang lebih menghujammu dari ini. Kau pantas bahagia gadis berambut ikal.. Dengan dia yang menganggapmu istimewa setiap saat..maafkan aku."
P.S : "I never told this one to anyone and yes now you knew my story, sacrificing is one that i will do right now, I was the foolishest girl eva who braved enough to bet every single thing for this one. Now I'm done hurt my self by my own stupid attitude. I'm hurt and I know that I definitely merit for feeling it too. I'm sad really.. But it's not gonna be permanent just for a while and I will be a happy girl again. Could you trust me? Please.."

