Home » All posts
Sunday, July 12, 2015
Saturday, September 6, 2014
Eksistensi Hujan dan Semi akan Bumi
9:10 PM Deb
![]() |
| (dari salah satu Penghuni Bumi-ku) |
Hari ini aku terbangun dengan senduku, walau matahari sudah menyapaku dengan kehangatannya (seperti biasa). Dibangunku kali ini aku seketika saja termenung.. Apa yang ku mimpikan tadi malam? Mimpi akan suatu kaderisasi jurusanku yang masih fana dalam nyataku, sdangkan kabar teman-temanku? Mereka sudah berhimpunan. Kapan giliranku tiba?
Wednesday, July 16, 2014
Lagi-lagi Terjatuh
10:51 PM Deb
| (they know the stories) |
ingin bercerita seperti apa adanya aku bercerita pada temanku, pada mama, papa, kakaku, dan kamu pembaca setiaku. terimakasih telah menemaniku berceloteh meski hanya dalam diam dan bermediakan layar blogku.
ingin sekali berdamai dengan semua, berdamai dengan realita yang ada bahwa aku akan tetap seperti ini adanya..bahagia. apa baru saja kusebut satu kata yang disimbolkan dengan sunggingan senyum. hari ini aku terbangun dengan semburat matahari yang menyapaku, menyapaku dan memberi intruksi untuk kembali pada realita yang ada dan aku tidak bahagia.
entah sejak detik keberapa dalam hidupku, kamu tersangkut dalam semua memori. bahkan saat ingin terlelap dan membuka photos, kamu selalu menjadi foto terakhir yang aku pandangi dengan lekatnya. tentunya aku tahu, tidak akan ada detail yang berubah meski kupandangi berkali-kali. tetapi bukan disitu poin pentingnya.. poin pentingnya adalah aku pernah sangat bahagia saat itu karena photograph kamu dan aku akan tetap abadi meski waktu mengajakku bertamasya semakin mendekat atau menjauhi kehidupanmu.
Rasanya kali ini aku ingin mengakui satu hal. "Aku bersedih karenamu yang semakin semu, dan hanya menegas barang sesaat. kanvasku tak lagi menjadi pemandangan yang menarik untukmu. apakah aku berlebihan? Entahlah aku hanya merasa ada yang hilang tapi aku tahu, aku tidak memiliki sedikitpun hak untuk memintamu kembali. kembali pada persinggungan jalan antara kamu dan aku. atau persimpangan yang dengan tidak sengaja membuat kita bertabrakan dan melihat satu sama lain, hanya sesaat dan memutuskan kembali pada alur masing-masing, alur awalmu yang baik-baik saja meski tidak dibubuhi aku disana. Ingin sekali berujar jaga diri baik-baik, terimakasih untuk semua alasan tersunggingnya bibir ini karenamu tapi rasanya aku belum cukup nyali untuk hal satu ini."
adakalanya aku bahagia karena apa yang kusebut hampir akhir ini mungkin karena aku tahu bagaimana mengatur hatiku kembali, hati yang ternyata dengan tidak sadarnya telah memberimu sedikit celah. aku terlalu pengecut untuk bertahan dan memintamu kembali, kurasa itu bukan garis takdirku untuk memperjuangkan, aku hanya digariskan untuk menunggu, walau aku tahu tak banyak kebahagiaan yang bersua dalam diam berharap kamu cepat kembali. hari ini rasanya aku akan mulai mengatur apa yang semestinya ditakdirkan untukku. Tidak akan lagi ada sakit, meski ini rasanya sakit teramat. lagi-lagi terimakasih.
aku selalu ragu untuk berjuang, untukku selalu ada saja probabilitas kecil bahwa orang yang akan aku perjuangkan bukan orang yang tepat meski aku tidak tahu tolak ukur tepat-tidaknya seseorang diperjuangkan dan aku belum merelakan bahwa suasana hatiku dipengaruhi seseorang.
aku masih ingin bebas menentukan, aku masih ingin bertingkah semauku tanpa harus mempertimbangkan perasaan seseorang, aku belum mau terikat oleh siapapun, dan aku belum ingin ber-deal untuk menangis dan merasakan sakit karena satu nama.
P.S: " You left even if it just for temporary or in the worst case permanent, I should accept it, you have you own choice and i think I brave enough to let you go and re-fix my heart for a couple times and dont worry I always succeed. I dont even know a word which I wanna say to you maybe Thanks. You know what? that-thanks have so many memories behind which make me thank to The God cause has given this feeling to me, feeling for you, especially to make you such a daily-habit for me, cause everyday on my 365 chapter suddenly had you on it then suddenly will not have you anylonger, though on the first, I feel that I've lost something cause there's no you anymore but I believe I will be okay with it one day. I will. It seems that I almost give up on us, but maybe there's never exist 'us' between you and I. How hard it is to say that I will walk alone nowday. Take care and dont forget to always eat regularly dont drink coffee like coffee is water! Fighting :')"
Wednesday, June 18, 2014
Gadis itu Mengelak Logikanya
8:20 PM deb
![]() |
| ( since now, you'll see my back just it) |
Jangan jatuh detik ini atau detik selanjutnya dan selanjutnya lagi.. Pusat massamu tak seharusnya disana.. Dan takkan menjadi seharusnya.
Siapa yang memulai semua? Dialah yang kelak menuai. Harusnya ada titik di hipotalamusmu yang menyadari itu sejak sedia kala, bisakah perasaanmu kau elak keberadaannya barang sedetik saja? Hanya itu yang akan menyelamatkan separuhmu yang membiru.
Tak pernah ada kata normal dalam pertapakan ceritamu kali ini.. Dia memang sepantasnya tak disitu bahkan disana diujung pelupuk matamu.
Bukankah kau sudah paham betul? Bukankah sudah ada yang selalu mendongengkan segala sisi dari dirinya? Bukankah dia yang lebih agung mendusuki posisi itu? Bukankah kau yang menampis semua realitas di depan matamu? dan bukankah kau yang sekarang merasa terhunus? Itulah yang mulai tertuai.
Kau bisa saja berkilah bahwa akan ada satu jerami utuh ditumpukan jerami yang audah terbakar bertahun-tahun jika kau mencari dengan sungguh-sungguh, tapi dengan sebagian logikamu yang masih kau izinkan bercuap kau tahu benar itu takan pernah ada. Jadi siapa yang dungu?
Ketika akibat degup jantung yang berlompatan ketika kau melihat sosoknya dikorbankan.. Ketika semua hunis menghunus pusat kehidupanmu itulah yang terbaik, saat kau akhirnya melambaikan bendera putih untuk mundur perlahan.
Selamat atas kedatangan karmamu, akhirnya dia bersua dan menyapamu bukan? Tapi ini barulah awal.. Kuharap sakitnya takan bertahan permanen kuharap kau sudah cukup dewasa diumurmu yang hampir mengenyam kepala dua. Hampir..
Dia pergi.. Bukankah memang itu yang akan terjadi cepat atau lambat di salah satu chapter 365mu? Dan sudah sepantasnya kau bersiap diri dari titik temu perlintasan kalian. Jangan bodoh untuk berharap dia kembali karena kau tahu benar dimana posisimu.
Pusat kehidupanmu merintih bukan tepat detik ini, alam seolah mengabaikanmu, dan ada yang menghujam di dadamu. Aku tahu kau mengerang karenanya. Tapi bukankah itu yang terbaik? Logikamu telah mengizinkanmu mengarunginya dengan satu kata 'perasaan' dan karenanya pula kau terjelembab dungu kesakitan seperti detik ini. Inilah gilirannya menyadarkanmu. Kau tentu mutlak harus menerimanya.
"Bukankah kau harusnya sudah sadar betul dimana posisimu, perlu aku mengejahnya untukmu? Oh tolong jangan pernah berharap ada probabilitas ke arah tersebut. Kau terlalu mempertaruhkan segalanya untuk titik itu. Kau yang mencibir padaku setiap aku mengingatkanmu dan kini aku hanya bisa tersenyum melihat keterpurukanmu. Sudah enyahkan semua, tidak kah ada barang segenggam saja kau mencintai dirimu sendiri?"
"Sudahkah kau selesai menghardikku ? Sungguh aku merasa menyesal pada insani ini.. Kujanjikan semua yang kuharap bisa terjadi, kuharap kelak ada hal yang bisa berdamai ternyata.. Tidak pernah ada. Kali ini aku menyerah.. Aku izinkan kau kuasai hati gadis ini. Aku tahu sungguh pilu hati gadis ini, terperangkap dan terbuang. Jangan marah padaku gadis.. Oh sungguh aku tak ingin butiran itu meluncur indah dari kedua mata kucingmu.. Aku paham kelahiran lubang baru didadamu tentu karenaku.. Karena ulahku menjanjikan semua titik kemustahilan rasa. Jangan pernah kembali berharap, berjanjilah. Aku tak mau melihat semua yang lebih menghujammu dari ini. Kau pantas bahagia gadis berambut ikal.. Dengan dia yang menganggapmu istimewa setiap saat..maafkan aku."
P.S : "I never told this one to anyone and yes now you knew my story, sacrificing is one that i will do right now, I was the foolishest girl eva who braved enough to bet every single thing for this one. Now I'm done hurt my self by my own stupid attitude. I'm hurt and I know that I definitely merit for feeling it too. I'm sad really.. But it's not gonna be permanent just for a while and I will be a happy girl again. Could you trust me? Please.."
Saturday, June 14, 2014
Hai! Yap Kamu, ini Untukmu.
5:33 AM Deb
Kelelahan terus saja menggoda sang gadis hingga oasis-oasis berseliweran dipandangannya, pandangan yang tak lagi sama tentang mata air, dan pada titik itu.. didapatinya mata air yang nyata baginya. penyejuk dahaga dan tak pernah sedikitpun rasanya berkurang. Hingga gadis itu memutuskan untuk bermukim disekitar mata air itu.
dimalam hari, Bulan menyapa sang gadis, sesekali melalui mata air. Mata air yang selalu menunjukan apa adanya sang gadis, tanpa mencela sedikitpun. Sang gadis terkadang bisa tertidur disamping mata air yang selalu tenang namun rasanya mengayomi, mata air yang selalu menampilkan sosok kejernihan dan tentunya menentramkan. Keberadaan mata air rasanya telah melengkapi hidup sang gadis di kegersangan tempat ini, tempat yang disebut gurun ini.
Hari demi hari berlalu dan sang gadis tak pernah sedikitpun merasa bosan disamping mata air, mata air sangat handal dalam mengatasi kesepian sang gadis, terlebih menggambarkan keagungan sang malam.
Kali ini dia sedikit keruh Bulan, mungkin dia lelah? Apakah demikian? Atau dia sakit Bulan? Haruskah aku khawatir? dan aku sudah merasakan itu dari jauh hari, ternyata. Bulan, rasanya dia seperti engkau dan akulah sang pungguk. Semuanya tidak seharusnya mengarah pada rasa itu. Tapi sebagianku berujar kebalikannya. Bulan.. Dia tidak akan tahu bukan? bahwa di tenda ini aku dan kau sedang berceloteh tentangnya? Janji padaku untuk tidak mengucapkan sepatah kata apapun padanya. Bolehkah?
Sesekali aku menerobos masuk lebih dalam, memandangi dan merasakan kehidupan mata air, bersamanya rasanya aku..aman. Sungguh Bulan, aku takut hal itu terjadi pada aku dan hati yang sudah lama membisu, membiru. apa dia tepat?Siapa yang tahu..
Monday, May 26, 2014
Trilogi
9:09 PM deb
![]() |
| (I'm just trying to grow up) |
Saturday, April 12, 2014
Punggung itu Angan Terindahku
7:47 PM deb
Jejaknya hanya semu.. Hingga waktu mempertontonkan kupu-kupu beterbangan di perutku saat senyum itu tersimpul, senyum pertama yang kulihat saat punggung itu menoleh. Saat hari-hari penuh kesendirian ini diisinya dengan tinta yang belum ada sebelumnya. Tinta baru yang membuatku nyaman..seperti kau angin,yang selalu berhembus saat aku mengerang kegerahan
Izinkan aku mengelak agar ada sisi lainku yang mampu membuatku bangkit, bangkit dan mengantarkanku kembali untuk menginjak tanah ini bahwa aku dan dia sulit untuk menjadi kita.. Atau tidak mungkin? Jangan bersedih angin terlebih membawakanku temanmu hujan untuk menemani air mataku. Aku akan tegar tapi tidak sekarang.. Belum
Lagi-lagi kupu-kupu itu menampakan dirinya. Mengapa banyak kupu-kupu beterbangan di perutku? Saat punggung itu kembali menoleh padaku? Walau barang satu kali? Mengapa rasanya itu cukup untuk mengisi energiku yang sudah habis kubuang percuma menatapi punggung dengan jaket hijau yang melekat padanya.
Punggung yang tak lelah aku tatapi semenjak rok biru tuaku dulu. Punggung yang menjadi saksi hidupku mengarungi semua mimpi yang tak pernah kusangka akan tergapai. Semua tapak lembaran baru dan semua hal yang kurasa takan mungkin terbalas.. Rasaku
Jangan marah angin.. Aku tahu pribahasa tupai takan jatuh ke lubang yang sama, tapi itu tidak untukku dan denyut ini.. Denyut yang akan terpacu 3 kali lebih kencang saat dia menyapa namaku apa denyut ini membuat wahana roller coaster aku tak paham..Denyut yang sempat mereda ketika duniaku adalah dia yang terdahulu. Denyut yang ku kira takan kembali dan kurasakan lagi perih. Denyut ini membuatku ngilu angin.. Karena setiap denyutannya adalah tamparan untukku bahwa aku dan semua hal yang aku miliki takan menjadi cukup untuk membuat punggung itu menoleh padaku dan hanya aku. Dia hanya mengizinkan aku memandangi pundungnya karena inderanya dihiasi dengan bidadari yang takan pernah terpikirkan sedikitpun untu dibandingkan dengan pengagum yang tak pernah dirasakannya ada ini barang satu detik.
Andai aku bersua dengan ibu peri dan diizinkan meminta satu permintaan.. Aku ingin sekali memintanya untuk membuat punggung itu menoleh padaku dan menyadarkannya tentang eksistensiku di tapak hidupnya juga memandangku seperti caraku memandangnya yang kurasa.. Sudah lama berubah.
Tetapi angin ada satu hal yang aku syukuri.. Meski semua hanya satu, aku bersyukur masih bisa memandangi punggung itu. Aku tak tahu apa yang akan terjadi saat punggung itu berniat pergi atau ada tangan lain yang merangkul punggung itu.. Untuk membayangkannya saja aku takut sampai2 lupa cara bernafas.. Haha naif sekali bila kemudia terujar aku mampu tanpa dia.
Tapi kali ini izinkan aku bernafas dengan wajar. Ajari denyut2 ini bertingkah dengan benar tanpa perlu menjadi roller coaster karena sungguh itu pilu itu sakit itu membuatku sesak. Bisakah?
Jika ini rasa sayang, izinkan aku menyayanginya dengan ikhlas. Tak peduli apa yang akan kudapati kelak Tuhan. Aku hanya ingin sekali saja dia menoleh padaku dan mendapati keberadaan aku yang selalu menunggu dia di balik punggungnya dan berkata "jangan pergi tetaplah disini tetaplah seperti itu.. satu hal lagi izinkan aku menjadi saksi tapak hidupmu dan menjadikanmu saksiku pula untukku bisakah?"Walau itu berujung perih.. Aku siap.
Sesederhana itu..
P.S : this entry is a special gift for my bunny who said to me that she was so sad last night and I remembered how if she was crying like a little kid. Then I was trying to make this entry while i was listening her last night until both of us felt asleep. Dont be sad sweetheart, trust me you're like a gorilla when you're crying so stop that thing and bright my day as usual.
I love you my little gurl so much .
Thursday, January 16, 2014
Keanggunan Ciptaan Tuhan
3:30 AM Deb
Selamat sore hujan, selamat berjatuh bebas rintik-rintik kebahagiaan. Entah sejak kapan tapi sang penulis amatir ini senang memandangi kalian berjatuhan dan seolah pecah saat menyentuh buminya. Iyap itulah aku yang kali ini ditemani oleh suara merdu Abdul and The Coffee Theory. Tak terasa semester 1 sudah kulalui bahkan liburanpun sudah mempersiapkan diri berpamitan denganku. Time passes rapidly if you enjoy the show dan pertunjukan itu adalah dunia baru mahasiswaku dikampus gajah ganesha ini.
Aku ingat bagaimana pertama kali aku menatap kampus tercinta ini.. begitu terkagum oleh semua langkah kaki, tawa, buku yang digenggam dan keanggunan para mahasiswa/i nya saat melangkah masuk atau keluar dari gerbang utamanya. Ternyata sekarang aku bagian dari tempat ini.. Allah baik bukan? Dia mendengarkan doa setiap umat-Nya.. Terimakasih banyak telah membukakan gerbang ganesha yang juga gerbang utamaku membahagiakan kedua orang tuaku.
Hari demi hari ku lalui dengan senyuman, erangan, rasa frustasi, minder, iri dan sedikit takut.. Tapi sebelum kata-kata itu bermunculan Sabuga menyapaku terlebih dahulu dengan kemegahannya ( mungkin sedikit berlebihan, siapa peduli). Disitulah aku bertemu dengan para 'bumi'-ers ( atau apapun itu) dan di tempat itu pula aku bertemu Kharina Jasmine Pratiwi yang dengan mudahnya memasuki daftar list Manusia yang Harus Dihindari. Mengapa? Wanita ini berasal dari ibukota dan dengan penampilannya yang dengan mudahnya ingin ku lemparkan berton-ton pasir agar tidak aku dapati tampang belagu dan 'Jakarta'-nya itu. Aduh.. membayangkannya saja rasanya bisa memancing emosi-ku, aku memasukannya ke daftar Manusia yang Harus Dihindari selain itu adalah aku tidak atau mungkin belum paham dengan pola pikir anak ibu kota karena aku yang sedikit anxiety social dan jika itu terjadi aku akan teramat membencinya. Ada hal yang sedikit membingungkan ketika dia meloncati list itu dan masuk kedalam list Spesies Gila yang Aku Lindungi yap itu adalah orang-orang terdekatku hampir seperti keluargaku dan dengan gundukan pasir yang ingin aku lempar ke mukanya dia memasuki daftar tertinggi setelah Allah, agamaku, dan keluargaku. Da Kharina Jasmine atau Mine ini menjadi salah seorang yang selalu ( hampir)ku lihat saat membuka dan menutup mata di setiap harinya. Jujur... manusia gila ini terkdang membuat aku shock mendadak atau bisa-bisa mati jantungan setiap melihat tingkah menggelikannya.. percayalah kalian tidak mau melihat yang satu ini, tapi entah mengapa rasanya virusnya sudah menyebar dalam tubuhku dan aku bisa dibilang..sama memalukannya maafkan aku.
( Mine percayalah.. sekarang playlistku memutarkan lagumu Peri Cintaku HAHA)
Tidak berhenti disitu.. hari itu OSKM ( sejenis ospek ) dilaksanakan pada pukul 12.00 karena kami sudah datang dari dini hari, aku dan beberapa teman baruku memutuskan untuk menunggu di rumah salah satu teman kami di Plesiran.. saat itulah aku bertemu dengan Vella Ahalahulahula ( jangan mengomel saat membaca ini Vella ). Pada awalnya percakapan kami standar-standar saja sekolah dimana, banyak tidak yang diterima di ITB, SNMPTN/SBMPTN, jurusan yang diinginkan? sampai dia bertanya mengenai satu lelaki di tempat bimbelku dulu dan dengan polosnya kuceritakan semua tentang lelaki ini seperti banyaknya wanita yang menyukai lelaki ini, teman dekatku yang memberiku eskrim sebagai imbalan PIN BBM lelaki ini hingga pengakuan aku yang juga pernah menyukai lelaki ini diapun menimpali dengan santai dan sesekali tertawa dan suatu hari akhirnya aku mengetahui..lelaki itu adalah kekasihnya ingin rasanya mengubur diri hidup-hidup atau mengambil kembali gundukan pasir untuk Mine dan ku kubur hidup-hidup diriku ini.. tetapi dari situlah semua bermula Vella itu salah satu wanita yang ku kagumi ( Demi Tuhan Vella jangan besar kepala setelah membaca ini) satu kata untuknya Polos, wanita ini begitu apa adanya, setiap teman-teman mengajaknya menonton pasti yang dia ucapkan adalah ketidak sukaan akan film karena dia sinetron-maniac, kemandiriannya dan yang menjadi miris adalah dia itu pelupa ( kadar tertinggi) dan sangat cuek karena demi apapun Vella sangat jarang mengabari pacarnya itu dan sangat susah dihubungi sampai-sampai Larissa Chairunisa Utari mengusukan untuk danus telepon genggam untuk bocah ini. Dia jauh lebih tua dariku tapi (lagi-lagi) Demi Apapun dia bisa kuanggap adikku sendiri dengan sifat yang.... kurang dewasa ( Jangan marah Vel).
Kalian bertanya siapa Larissa Chairunisa Utari ini ya kan? Dia juga salah satu Spesies Gila yang Aku Lindungi, pertemuan pertama dengan manusia ini tergolong biasa saja rasanya tetapi kedekatan kami bermula dari malam ambis bersama rasanya. Itu adalah hari-hari saat UTS berlangsung dan kami sering menginap bersama awalnya ritual ini aku dan Mine yang melaksanakan dan kemudian dia bergabung sejak itupula virus Mine semakin menyebar dan terkadang saat Mood-ku tenggelam ke dasar jurang mereka bisa membuatku gila.. Wanita ini sangat teramat Medan untukku ( Bukan begitu kawan-kawan?), blak-blakan, susah diajak serius, fashionable, dan sedikit sulit mengambil keputusan oiya ada lagi dia adalah pendeteksi handal kondisi mood-ku karena hampir setiap mood aku hilang entah mudik atau berjalan-jalan dia yang tahu duluan mengenai itu. Semakin hari kmi semakin menyedihkan, menjijikan atau apapun itu dengan Ke-Jom-Blo-An yang semakin mengakut sampai-sampai kami dengan tanpa sengaja membuat panggilan sayang masing-masing.. ( Mine Sang Mama, Larissa Sang Papah, dan aku sang anak). Jangan tanya mengapa karena kami juga tidak tahu..
Ada wanita yang sangat bertolak belakang dengan Mine yang belagu, menyebalkan, to the point dan lainnya ( Jangan murka Mine) yaitu wanita yang aku kenal dan membantuku mendapatkan tempat kos yaitu Nur Asriyah atau Asri atau Asriw atau Aci ini manusia yang begitu feminim, ramah, lemah-lembut, ayu ( hingga dalam mempersiapkan sesuatu), talkative tetapi tukang tidur, sedikit lamban, sedikit sensitive, dan kekurangan gizi ( Asri..damai). Aku bertemu dengan manusia satu ini (secara langsung) saat OSKM dua hari terakhir dan saat pertama bertemu kami langsung berhaha-hihi tanpa canggung itulah kelebihannya bisa membuat orang nyaman di dekatnya dan setelah kosanku berdekatan dengannya kami semakin dekat dan hampir setiap hari pergi ke kampus bersama, wanita ini cantik dan berhijab hobi kami berdua jika sedang bersama-sama pasti membuat video atau youtube-ing dan setiap kali akan ambis pasti gagal karena entah apapun yang berujung pada kata..tidur. Tetapi berbeda hal dengan unitnya LFM yang membuat dia ambis setiap saat sama seperi Rani Santa Clara Sitohang dengan PS dan Adzlina Afia Rismayati dengan MBWG-nya..
Berawal dari Adzlina Afia Rismayanti yang kutemui d OSKM, wanita ini.. terlalu asyik dengan dunianya nilai-ku karena dimanapun kudapati dia mendengarkan lagu atau menatap kosong atau juga memakan perbekalannya tanpa nafsu, mungkin sedang ada masalah.. pikirku sok tau. Hari berlalu dan ternyata dia adalah salah satu teman sekelas Vella dan Mbak ( Larissa) jadilah kami sering bertegur sapa, bertemu hingga bbercerita tentang apapun..percintaan yang ternyata benar saat OSKM dia memang sedang ada masalah, keluarga semuanya. Wanita ini sangat cantik, ceria, pintar, bersuara merdu tetapi... percayalah sekali kalian melihat dia tertawa atau didekatnya saat dia tertawa itu rasanya seperti penjatuhan Bom di Nagasaki atau Hiroshima ( Fia....) karena saat dia tertawa dia akan menyakiti orang terdekatnya contohnya menjambak, mencubiti, memukuli dan hal lainnya juga perlu dicatat tawanya itu bisa menyedot galaksi bima sakti rasanya saking lebarnya ( Fia...hehe). Tapi ada satu hal yang aku kagumi wanita penyuka kuda ini bahwa dia selalu menegur dan melarang temannya jika melakukan suatu hal yang kurang baik dengan caranya sendiri.
P.S: Fi awas aja balik dari Negara Harry Potter gak bawa oleh-oleh buat aku, jangan harap bisa sampe Bandung dengan selamat!
Satu lagi manusia kesayanganku Rani Santa Clara Sitohang atau Rani adalah manusia yang jauh dari kata on-time dan sedikit tidak ambil pusing dengan kesehatannya yang terkadang malah menjadi awal masalahnya. Manusia aktivis PS ini yang dengan gilanya bisa rapat hingga pukul 03.00 bukan P.M pemabaca tapi A.M. Manusia yang kutemui pertama kali dan langsung aku kerjai dengan pengakuanku memiliki kembaran yaitu Widianti Putri salah satu temanku, dia percaya.. bagus. Maafkan aku haha Rani ini adalah manusia rambut Sunsilk karena apa? rambutnya sangat terawat ( walau dia mengaku jarang merawatnya) dan shine brights like a diamond ujar Rihanna. Manusia ini sering sekali melakukan Trap Ritual denganku yang sesekali dibantu oleh teman-teman yang lain. Hingga satu ketika dia menjahiliku dengan berpura-pura bertengkar dengan Mine, aku yang disitu bingung harus berbuat apa terlebih rasanya sangat dungu meski seikit demi sedikit kudapati keganjalan-keganjalan hingga akhirnya dia mengaku mengerjaiku dan langsung kutimpali dengan wajah dingin dan datar ( mereka yang bilang, padahal nyatanya permainanku dimulai) sampai-sampai dia mengadu sana-sini tentang perilakuku kepadanya dan berniat berhenti les karenaku sontak dalam hati ingin sekali tertawa tapi merasa bersalah juga karena merasa mungkin ini berlebihan tapi juga kepalang tanggung ( Maaf tapi memang bercandaan kami kuli), saat itulah Mine dan Asri yang kalang kabut dengan sikap kami berdua tapi tenang saja akhirnya kami berbaikan dan dia mengomeliku sambil mengeluarkan semua keluh-kesah ( berlebihan) yang ada dia itu ajaib! Percayalah.
I dont know what will happen if there's no you guys. You guys are unexpected people but totally what I need to keep my insinity. Thanks for allowing me comes to you whenever I need a shoulder. one word for you guys is special.
hm.. dan ketika objek tulisan bukan hanya satu orang sedikit sulit ya. Semoga kalian suka.
Thursday, January 9, 2014
Antologi Rasa
8:21 AM Deb
Masa lalu hanya untuk dikenang sesaat, bukan untuk ditinggali terlebih enggan digantikan, tetapi ada saja sebagian minoritas yang lebih nyaman hidup dimasa yang diawali dengan 'dahulu'. Mungkin remaja kini menyebutnya dengan 'gak bisa move on' dan salah satu pihak minoritas itu rasanya sang penulis entry ini. Entah sejak kapan rasa ini datang, aku kira 1tahun lebih 1 bulan 27 hari 1 jam yang lalu.. saat rasa menyayangi, bertahan, dan penantian dipupus semudah membalikan telapak tangan. Masa itu menyakitkan.. untukku.
Hari-hari berlanjut seperti jarum jam yang terus berotasi dengan poros yang tetap, setia sekali bukan? Seperti rasa yang hingga saat aku menarik nafas kini masih bersemayam. Ini terlalu berlebihan.. aku akui itu terlebih rasa tidak nyaman akan 'pernak pernik ikatan'.
destiny determines who comes to your life but your heart decides who stays inside. dan itu adanya. Saat aku mulai melangkah bahkan berlari dan bertegur sapa dengan beberapa kaum pencari tulang rusuk tapi tak aku dapati dia yang bisa mengganti persepsi baruku akan apa itu ikatan. Andai saja ikatan yang terjadi seperti hidrogen atau antar ion yang akan selalu mengikat pasangannya dengan kuat tanpa ada keraguan didalamnya atau anomali sifat diantaranya. Mungkin akan berbeda klimaks bukan?
Saat ini, kalbu terdiam entah mengapa, tak hentinya otak ini bertanya tapi tetap saja hanya kesunyiaan yang disodorkannya untuk gumpalan daging sumber kehidupan ini. Dia bertanya, "Ada apa kalbu mengapa begini?"
Kalbu menjawab, " Entah apa yang terjadi.. tetapi ada yang hilang rasanya dan ada bagian lain yang hingga saat ini enggan menerima hal itu.. Kau tahu pemilik kita ini enggan beramah-tamah dengan pernak-pernik ikatan bukan? Tetapi aku iba hipotalamus.. Lihat dia sekarang. Begitu rapuh dan menyedihkan tetapi tetap saja dia enggan menerima mereka yang berharap. Mengapa dia begitu batu? Terkadang menangis tanpa sadar, terkadang menyibukkan diri tanpa memperdulikan keadaannya, menenggelamkan diri dengan novel kesayangannya atau film-film yang entah sejak kapan tak pernah menyentuh hatinya lagi. Apa kau menyadarinya? Rasanya menggembalikan dia yang dahulu seperti mencegah asam klorida mengikis sang besi."
Hipotalamus hanya bisa termenung..dan berkata lirih," Dia belum bisa melepaskan masa lalunya, dia masih merasa sendu dan enggan menyadari akan ketidak pahamannya akan pengorbanan."
Aku gamang.. bagaimana aku menggantungkan semua, pada apa? apa harus ku gantungkan pada udara yang enggan menampakkan dirinya padaku? pada suara yang tak bisa ku terka wujudnya? atau pada bongkah es yang entah kapan akan melumer membawa semuanya hanyut beserta dirinya? Aku gamang mengapa hingga saat ini dia masih menjadi bagian kanvasku, mengapa hingga saat ini warnanya malah semakin jelas dalam kanvasku? bukankah semestanya telah ku pertemukan dengan sang bara? Mengapa masih kudapati dia disini dan mengapa detik ini bulir kristal kehidupanku terjatuh? Mengapa masih saja bisa menjadi sebab air mata ini bersua dengan bumiku?
Tahukah? Rasanya dia adalah bagian gravitasi bumi ini.. apapun dimanapun kapanpun, aku selalu kembali padanya.. seolah dia pusat bumi, pusat keseimbangan semesta ini dan aku tak menyukai pernyataan itu. Sungguh.
Halo the oldest, remember the song that I loved? Yep the song was sang by you for me with your piano and it said " wherever you go whatever you do I'll be right here waiting for you." and you did that. I remember how I felt in love with you. I remember all the crazy things we did and I remember your silly face when met my parents. Why every moment which I spent with you is like film without any miss scenes or permanent memories in my mind. How are you? How long it has been boy and I still stuck round our memories. Do I miss you? or just the memories? I dont even know what I feel inside. But one thing that I do want to do is never hurt anyone anymore. You said to me to let you go. I almost do everytime.. Do you mind to help me through it all? Would you be there to help me forget about you or build new memories with me? That's your choice.
*Antologi Rasa terinspirasi dari novel Ika Natassa
Friday, December 13, 2013
Anomalia Bumi akan Polaris
7:54 PM Deb
Tuhan baik bulan.. dia membuatku lepas dari jerat Polaris yang aku idam-idamkan itu tetapi terlalu baik karena dia bentengi ozonku dengan gas-gas yang entah mengapa membuat bumiku mati rasa dan begitu tenang.. bukan hanya itu Bulan.. dia sematkan Polaris yang kukira Esa adanya.
Bulan.. hari ini bumiku berhenti berotasi, semua reservoir alamikupun enggan tuk hangatkan suhuku.. mereka enggan berkoordinasi dengan jiwanya, pasti kamu kebingungan bulan. bukan begitu? Jiwa ini terlalu hitam legam tak bermentari.
Bumiku rupanya bahagia tanpa petunjuk arah Bulan.. tanpa ada Polaris yang harus dengan mati-matiannya bumi pertahankan. Lalu Polaris datang dengan janji suci akan menunjukan hal terindah di galaksi ini. Begitu baik bukan Bulan? Tetapi untuk menyentuh mantelku saja rasanya tidak..yang bumiku rasakan sama sekali kosong. Mengapa demikian bulan? Mengapa 76 yang pertama begitu memikat bumi? Apa diam-diam dia tahan peredaran bumiku dengan lecut ekor kepunyaannya? Rasanya menjadi dungu itu sangat mudah jika hingga dua tahun peredaran bumiku masih saja kuharapkan polaris tak bernama dan tak berhasrat untuk mengetahui letak orbitku.
Tuhan begitu baik bulan.. tapi begitu jahat pula untukku. Bagaimana bisa bumi menjadi dalang dari perebutan kutub Polaris itu? Bumi hanya ingin dia yang satu tak lebih. Tapi bumipun tak berani melerai karena takut bertegur sapa dengan dia sang kekosongan. Bukankah bumi sudah merasa kosong sebelum ini? Haha aku bergurau.
Apa arti nyata dari semua rotasi tak berarah ini bulan? Jika tidak ada lagi matahari yang meminta untuk aku kitari. Apa lagi esensi bumiku? Sungguh aku paham bagaimana menjadi asteroid dan bagaimana hancurnya menjadi bagian yang hanya bisa terombang-ambing tanpa perlawanan diantara Mars dan Jupiter dan demi apapun aku tidak ingin menjad penyebab itu semua..terlebih untuk polaris
Polaris.. akan selalu indah, akan selalu mulia dan akan selalu berada di utara sana agar bisa kupandangi dengan puas keberadaannya. Dia akan selalu tersenyum saat menuntunku pulang, dan akan selalu pulang ketitik yang sama. Polaris yang bisa membuat aku paham bahwa inilah aku dan bangga mengorbit dengan caraku.
Tahukan engkau Bulan? Polaris ini juga pernah aku idam-idamkan dan aku cari keberadaannya saat Polaaris enggan menyapa orbitku dan pernah mati-matian aku lari agar semua patahan di bumiku bisa musnah. Dia datang sekarang dimana patahan itu sudah menjadi gunung api cantik yang siap meluap kapan saja.
Bumi kira ozon akan senang bertemu lagi, ozon akan senang menjadi penghubung kita.. rasanya untuk sekarang memahami keinginan bumi saja ozon lelah, atmosfer saja mengaduh karena tingkah bumi.Ada apa bumi? apa yang salah denganmu? Aku rindu bumi yang selalu berdendang saat berotasi, aku rindu bumi yang begitu sejuk saat menyapa tamu baru yang kehilangan arah pulang.. aku rindu bumi yang menjadi pelindung untuk para pelipur lara.
Jangan begini bumi.. mengapa rasanya kau doktrinkan CO ke segala arah? Apa sebenci itu yang kau rasakan? Bumi Polaris baik.. sangat tulus meski kau anggurkan.. Mengapa?
Bumi menjawab: Engkau tak tahu betapa aku rindu aku yang dulu, betapa aku ingin bisa merasakan lagi, betapa ingin aku melukis lagi di kanvas polaris itu.. betapa ingin aku kembalikan dan ku kuburkan trauma mendalam setelah sejarah hidup yang aku arungi. Betapa aku ingin menjadi sumber kebahagian Polaris. Aku ingin sungguh tapi apa kamu tahu bagaimana orbitku harus berlaga agar semua kembali? Apa harus aku ganti arah orbitku jika itu bisa menggembalikan aku ke zaman yang aku anggap 'damai'? dan berkompromi dengan Tuhan untuk hilangkan gas penenang di ozonku? Engkau tak tahu betapa aku merintih setiap detik dalam revolusiku agar kudapati bagian hilang diorbitku? Jels kau tak paham bagaimana rasanya.
Polaris, you're precious thing that God has been given to me. Thanks for always accompany me though you know what you got it's never what you hope to get. Seriously what I want is.. recovering my heart and say to my heart everything will be fine.. But How hard I try to say.. still I cant chnge my point of you.Polaris.
I know that I'm an evil.. Please believe me. I feel empty., totally empty right now.. Sorry, I wish if you still want to stay with me and lend your shoulder to me. I will be very thankful.
Friday, August 2, 2013
Tasbihku untuk Halley
7:48 AM Deb
![]() |
| ( I hope it would be the last unsend mail to you) |
Hal yang ingin aku arungi dalam hembusan nafasku kali ini adalah mencoba melepaskan,melepaskan engkau dari untaian setiap tasbihku. Kau bahkan tak pernah nyata adanya bahkan mengenalmu saja aku tidak, tapi dengan anggunnya kau raup habis semesta cinta dalam kalbu ini dan dengan lihainya kau duduki tahta tertinggi sebagai sebab utama setiap tetes air mataku.
chapter 6 dari :





