Saturday, May 11, 2013

Peraduan Halley di-76 yang Pertama


(I'm truly missing you this time)
Aku terhempas diruang yang entah bagaimana, hanya bisa kudeskripsikan dengan putih.. semuanya terasa terlalu suci hingga menggetarkan raga yang bersimbah dosa ini..menyilaukan mata rapuh ini.. atau bahkan bisa dibutakannya karena sel kerucut ini terlalu dipaksakan untuk terus beradaptasi dengannya.  Awalnya aku hanya mengerjap-ngerjapkan mata ini hingga akhirnya terpejamlah yang kupilih.. mulai terpejam agar tak kudengar lagi erangan minta diistirahatkan dari sel kerucut-ku meski tetap saja kudengar dia menjerit-jerit,  sudah terlalu banyak bekerja bukan kau hari ini? retinaku mengaduh karena rasanya dia goyah jika harus terus membuat semua detail bayangan harus terpampang jelas dimataku.. putih terlalu menyakitkan seperi arti permulaanmu di semestaku yang tak lagi utuh. Jika dia alunan nada mungkin bisa memekakak-kan gendang telingaku.. Tapi tunggu, saat mata ini tertutup barang dua detik.. kudengar kombinasi nada. Alunan kepemilikan siapa? mengapa rasanya begitu menyayatku. siapa yang memainkannya?Sexophone itu.. aku kenal. Alunannya yang selalu percikan bara pada kanvas yang kembali usang karena eksistensimu yang memudar, apa kau tahu jika kau pudarkan warnamu itu sama artinya dengan  menghilangkan sebagian semesta yang ku jaga selalu eksistensinya?  Membuat hatiku nyeri, kenapa semuanya tega menyiksa sistem sadarku? membuat mereka goyah hingga sekarang diperosokannya aku ke tempat....yang lagi-lagi hanya putih. Semakin kombinasi itu mengalun cepat semakin jelas pula bayang massa pemiliknya. Ah aku ingat! Kenny G itu alunan kepunyaanmu bukan? 

selamat.. hari ini kau menjadi dalang telak dari reaksi H2 dan O2 di inderaku ini, menjadi garam penabur untuk lukaku yang masih meneteskan darah segar ini. Jika bisa kudeskripsikan semua nyeri ini..ingin sekali kukirimkan surat berisi pengaduanku ini untuk kau telaah dan kau pahami apa yang telah kau lakukan di semestaku.. aku tidak menyalahkanmu sungguh, aku yang telak salah dalam semua peraduan aku dan kau ini ( aku tak berani menggunakan kata ganti kita, aku takut menggantungkan harapan itu ), pertemuan yang memikat hingga aku lupa mengikat erat hatiku agar tidak kau bawa lari..atau aku dengan polosnya menyodorkannya untukmu? Entahlah intinya waktu sudah melewatinya dan tak bisa kuajak kompromi untuk kembali pada masa tolehan pertamaku itu.


Andai kau tahu Halley.. 76 tahun bukan waktu yang sebentar untuk semestaku.. anggap saja aku bumi dan pada saat itu artinya aku telah berdansa mengelilingi mentari 76 kali dan barulah saat itu muncul.. saat dimana aku bisa bersua dan berharap waktu dihentikan sesaat agar semua gerakanmu bisa leluasa kuamati tanpa takut ada kata berakhir karena berakhir sama dengan pelenyapanmu (lagi). Andai alam bisa berbaik hati denganku barang sekali saja. Ingin sekali rasanya saling merasakan  imprint ( seperti para werewolf yang saling terikat dalam sekejap saja) tapi aku dan kau tak pernah menjadi sepasang werewolf bukan? Haha aku pasti bergurau..

Kini aku akan menggelar dongeng tentang tahapan saat aku bisa menyentuh lecutan ekormu dengan atmosfer yang meski sudah memiliki banyak motif lubang ini. Ada dua warna yang ingin kuleburkan, apa jadinya jika kuning menyapa abu? Apa akan dihasilkan warna yang menjanjikan senyuman? Atau mereka gagal bereaksi karena titik equivalen yang tak jua mereka temukan.. apa mereka bertolak belakang Halley?
Kuningku : Hari itu genap 76 tahun orbitku mengitari matahari, itu artinya saat yang kutunggu telah tiba dan dengan sedikit pergesekan atmosferku denganmu kita bersua.. lagi-lagi tiga huruf, tapi kali ini rasanya lebih renyah. Aku menyukainya, kau selalu tawarkan tegukan yang memikatku dan kali ini rasanya aku candu. 120 menit/ 7200 detik begitukah? Kurasa hanya perkiraanku saja karena bersamamu waktu rasanya menguap tanpa konfirmasi padaku sebelumnya. Aku dan kau bercerita tentang sepercik eksistensi kau dan aku di jagad raya ini.. tidak searah memang, tetapi dengan tulus hati kuucapkan selamat atas keberhasilan yang kau tuai itu. Selamat bertugas menjadi pengatur susunan jagad raya ini, selamat mendesain jagad raya terbaik, dan selamat menjadi pengamat terbaik atas penataan jagad raya ini, dan terakhir selamat karena telah menyentuh gerbang dan mulai memasuki tempat itu.. tata surya terbaik kesepuluh se-Asia ( anggap saja Asia sama dengan Milky Way atau Galaksi Bima Sakti) S-e-l-a-m-a-t!  Satu hal lagi.. aku suka argumenmu, semua argumen tentang mengapa kau memilih menata dan bagimana cara penataan jagad raya ini.
Terimakasih.. terimakasih atas kata ‘semangat darimu’, kau harus tahu makna kata itu untukku. Lebih dari segelintir kata tapi penyejuk peradaban, pemugar bangunan rapuh, pengalun saat beranjak kembali ke peraduan,  dan alasan dibalik pendaran gemerlap di simpul setengah lingkaran cincin planetku ( Jika aku Saturnus).
Abuku : tak terasa waktu mengalun begitu cepat.. seperti saat komet yang berpacu dengan kecepatan cahaya (3*108) bergesekan dengan udara yang selalu hampa..tak pernah melebihi sedetik. Saat kau harus enyah kembali dan entah penantian selanjutnya aku siap? Doakan saja aku tak pernah lelah berdansa mengelilingi matahari dan doakan aku agar aku tidak mual dan mengeluarkan isi perut bumiku ini karena banyaknya putaran diluar kendali.
Akhirnya aku pahami arti kata perkenalan secara murni dan untuk sesaat aku paham bagaimana seharusnya kanvasku berlagak, bagaimana dia seharusnya terpajang dan bagaimana sewajarnya alur kuas itu tercipratkan.


P.S: “Hi Halley, since that time you and I knew each other right? But did you know, when ‘R’ symbol really breaks my heart? When you chose to just read my reply. So simple right? When ‘D’ can make my heart beat so fast and ‘R’ can make me smile for awhile but suddenly ruin my mood when ‘R’ doesn’t come with your reply. Once more congratulation and please make sure that i will be patient to wait for another 76 years”

merupakan chapter 3 dari :
1. Bulan, Dialah Halley Semua itu!
2. Ketukan Halley di Bulan Maret

0 comments:

Post a Comment

now, you know my secrets