2014

Saturday, September 6, 2014

Eksistensi Hujan dan Semi akan Bumi



(dari salah satu Penghuni Bumi-ku)

Hari ini aku terbangun dengan senduku, walau matahari sudah menyapaku dengan kehangatannya (seperti biasa). Dibangunku kali ini aku seketika saja termenung.. Apa yang ku mimpikan tadi malam? Mimpi akan suatu kaderisasi jurusanku yang masih fana dalam nyataku, sdangkan kabar teman-temanku? Mereka sudah berhimpunan. Kapan giliranku tiba?
Tapi bukan disitu poin entry-ku kali ini. Entry-ku kali ini masih tentang siapa yang kukira akan menetap tapi nyatanya hanya berkunjung. Sudah banyak isu-isu miring tentangku diluar sana yang katanya tidak bisa mengambil keputusan dan suka bermain-main. Lalu mengapa aku harus repot-repot menanggapi mereka, jika mereka saja menolak untuk memahami ada apa dengan kisah silamku. Masih tentang dia yang silam..yang membuatku takut mengambil keputusan.
Dia yang ku kira akan menetap, akhir-akhir ini menjadi mulai fana untuk aku deskripsikan. Dia sering lenyap dari peredarannya di bumi-ku bahkan tanpa pamit terlebih dahulu.. sebut saja dia hujan. Aku sering sekali termanggu olehnya karena tingkahnya yang tak tertebak, terutama hasratnya untuk mengguyur bumi-ku, rasanya dia tak peduli akan kekeringan yang bumi-ku alami. Sering sekali aku menolak kata hati penghuni bumi-ku bahwa mereka berharap hujan untuk tetap tinggal agar mereka sejahtera, jujur saja aku masih terlalu enggan untuk berikatan dengan unsur manapun tapi penghuni bumi-ku mulai melemahkanku. Haha nyatanya satu unsur ini tidak cukup untuk membuat kebahagian ingin bersua dengan bumi-ku. Hujan menolak aku mentah-mentah (ini pikiranku), bahkan dikekeringan yang menyengsarakan penghuni bumi-ku dia hilang raib bah ditelan Bima Sakti. Dia menolak menemui bumi-ku lagi saat penghuni bumi-ku mengelu-elukan namanya. Jujur saja aku sakit karenanya.. dan itu membuat ozonku mulai berlubang bukankah dia handal dalam melakukannya? oh mungkin saja salah satu kandungan hujannya adalah zat asam? Atau dia sijahat ­Freon? Entahlah kini urusanku adalah mengobati penghuni bumi-ku.
Disela kesendirian mengurusi bumi-ku, ada Sang Semi yang menyerukan namaku, menyapa dan kurasa dia berniat membantu bumi-ku. Lalu dengan rasa yang masih saja bermuram durja karena kehilangan, kuizinkan saja semi membantuku tanpa pikir panjang. Dia datang.. sesekali membuat bumi-ku kembali berwarna, ada bagian yang bermekaran karenanya tapi ada saja yang masih layu karena menolak keberadaannya. Semi itu bias menurut para penghuni bumi-ku entah maksud apa yang tersirat dari kebiasan ini. Tapi yang terpenting bumi-ku sedikt membaik.

Lagi-lagi sebagian penghuni bumi-ku menyerukan hujan yang rasanya menolak untuk kembali, semakin banyak seruan itu mengusikku semakin banyak lubang ozon yang lahir ke Bima Sakti ini. Letih sekali aku menunggu, hingga rasanya aku sempat menyapa satu kedudukan dalam rotasiku untuk menghapus sejarah tentang hujan di Bumi-ku ini. Tapi bukan berarti aku tak mengizinkannya berkunjung kembali, aku izinkan tentunya tapi dengan aku yang baru untuknya (khusus untuknya).
Semi selalu berusaha membuat bunga bermekaran di bumi-ku, membuat para penghuni tertawa renyah kegirangan karenanya, tapi entah kenapa itu belum cukup untukku. Tak kudapati arti ketulusan dan kesungguhan yang benar adanya dalam dirinya. Entah mengapa..
Semuanya bias, sebias apa yang aku inginkan sesungguhnya, meski aku mulai berpikir untuk merelakan hujan lenyap dengan sempurnanya ada saja penghuni bumi-ku yang ingin meyakinkanku bahwa hujan akan kembali menyuburkan bumi-ku. Aku lelah.. lelah menanti hujan yang terlalu takut untuk mengambil langkah. Mengambil langkah untuk menetap atau pergi merantau ke galaksi lain. Jika aku, semi, dan hujan adalah manusia-manusia penghuni bumi. Aku ingin sekali berujar seperti ini:
“ Kenapa selalu ragu untuk melangkah hujan? Kenapa selalu senang mengacuhkanku, aku tidak suka diperlakukan seperti itu dan aku tidak suka terus menantimu yang terlalu bias untuk dinanti. Aku letih menanti seseorang yang enggan melangkah. Aku kali ini akan mengambil persimpangan itu hujan dan jangan ikuti aku, pilihlah jalanmu sendiri toh jika kita ditakdirkan untuk saling mempertemukan satu sama lain, jalan aku dan kamu akan saling bersimpangan walau itu hanya untuk menyapa satu sama lain atu mengikat janji untuk bertemu lagi.”
Untuk Semi yang baik hati:
“ Hai, kembali lagi rupanya? Apakabar? Masih sama seperti dulu bukan? Selalu baik hati menemani semua bualan tak beresensi dari gadis Geodet ini tapi terimakasih untuk selalu menenangkanku saat tak ada lagi pundak yang bisa kupinjam. Aku dan kamu selalu semu adanya bias karena semua menolak untuk melangkah lebih. Iya kamu, manusia peragu yang entah sampai kapan akan selalu meragu dalam diam. Akan kau bawa kemana alur cerita ini? Apakah masih berkenan untuk aku bantu mengarahkannya? Hm, terimakasih banyak untuk kamu dariku”

P.S: I wish you read my entry, especially this one. Yes you..I wish you find my blog and finally you know what was I feeling when created this entry. Thanks 

Wednesday, July 16, 2014

Lagi-lagi Terjatuh




(they know the stories)

ingin bercerita seperti apa adanya aku bercerita pada temanku, pada mama, papa, kakaku, dan kamu pembaca setiaku. terimakasih telah menemaniku berceloteh meski hanya dalam diam dan bermediakan layar blogku.

ingin sekali berdamai dengan semua, berdamai dengan realita yang ada bahwa aku akan tetap seperti ini adanya..bahagia. apa baru saja kusebut satu kata yang disimbolkan dengan sunggingan senyum. hari ini aku terbangun dengan semburat matahari yang menyapaku, menyapaku dan memberi intruksi untuk kembali pada realita yang ada dan aku tidak bahagia.

entah sejak detik keberapa dalam hidupku, kamu tersangkut dalam semua memori. bahkan saat ingin terlelap dan membuka photos, kamu selalu menjadi foto terakhir yang aku pandangi dengan lekatnya. tentunya aku tahu, tidak akan ada detail yang berubah meski kupandangi berkali-kali. tetapi bukan disitu poin pentingnya.. poin pentingnya adalah aku pernah sangat bahagia saat itu karena photograph kamu dan aku akan tetap abadi meski waktu mengajakku bertamasya semakin mendekat atau menjauhi kehidupanmu.

Rasanya kali ini aku ingin mengakui satu hal. "Aku bersedih karenamu yang semakin semu, dan hanya menegas barang sesaat. kanvasku tak lagi menjadi pemandangan yang menarik untukmu. apakah aku berlebihan? Entahlah aku hanya merasa ada yang hilang tapi aku tahu, aku tidak memiliki sedikitpun hak untuk memintamu kembali. kembali pada persinggungan jalan antara kamu dan aku. atau persimpangan yang dengan tidak sengaja membuat kita bertabrakan dan melihat satu sama lain, hanya sesaat dan memutuskan kembali pada alur masing-masing, alur awalmu yang baik-baik saja meski tidak dibubuhi aku disana. Ingin sekali berujar jaga diri baik-baik, terimakasih untuk semua alasan tersunggingnya bibir ini karenamu tapi rasanya aku belum cukup nyali untuk hal satu ini."

adakalanya aku bahagia karena apa yang kusebut hampir akhir ini mungkin karena aku tahu bagaimana mengatur hatiku kembali, hati yang ternyata dengan tidak sadarnya telah memberimu sedikit celah. aku terlalu pengecut untuk bertahan dan memintamu kembali, kurasa itu bukan garis takdirku untuk memperjuangkan, aku hanya digariskan untuk menunggu, walau aku tahu tak banyak kebahagiaan yang bersua dalam diam berharap kamu cepat kembali. hari ini rasanya aku akan mulai mengatur apa yang semestinya ditakdirkan untukku. Tidak akan lagi ada sakit, meski ini rasanya sakit teramat. lagi-lagi terimakasih.

aku selalu ragu untuk berjuang, untukku selalu ada saja probabilitas kecil bahwa orang yang akan aku perjuangkan bukan orang yang tepat meski aku tidak tahu tolak ukur tepat-tidaknya seseorang diperjuangkan dan aku belum merelakan bahwa suasana hatiku dipengaruhi seseorang.

aku masih ingin bebas menentukan, aku masih ingin bertingkah semauku tanpa harus mempertimbangkan perasaan seseorang, aku belum mau terikat oleh siapapun, dan aku belum ingin ber-deal  untuk menangis dan merasakan sakit karena satu nama.

P.S: " You left even if it just for temporary or in the worst case permanent, I should accept it, you have you own choice and  i think I brave enough to let you go and re-fix my heart for a couple times and dont worry I always succeed. I dont even know a word which I wanna say to you maybe Thanks. You know what? that-thanks have so many memories behind which make me thank to The God cause has given this feeling to me, feeling for you, especially to make you such a daily-habit for me, cause everyday on my 365 chapter suddenly had you on it then suddenly will not have you anylonger, though on the first, I feel that I've lost something cause there's no you anymore but I believe I will be okay with it one day. I will. It seems that I almost give up on us, but maybe there's never exist 'us' between you and I. How hard it is to say that I will walk alone nowday. Take care and dont forget to always eat regularly dont drink coffee like coffee is water! Fighting :')"
From a girl who wanna say it to you -> I wish that you and I were going to the start

My playlist for this enty :
1. Boyce Avenue feat Hannah Trigwell - The Scientist 
2. Brian McKnight - Back at Once
3. Maroon 5 - Nothing Last Forever
4. Fierly - Untitled 
5. Beyonce - Broken-Hearted Girl

Wednesday, June 18, 2014

Gadis itu Mengelak Logikanya


( since now, you'll see my back just it)

Jangan jatuh detik ini atau detik selanjutnya dan selanjutnya lagi.. Pusat massamu tak seharusnya disana.. Dan takkan menjadi seharusnya.

Siapa yang memulai semua? Dialah yang kelak menuai. Harusnya ada titik di hipotalamusmu yang menyadari itu sejak sedia kala, bisakah perasaanmu kau elak keberadaannya barang sedetik saja? Hanya itu yang akan menyelamatkan separuhmu yang membiru.

Tak pernah ada kata normal dalam pertapakan ceritamu kali ini.. Dia memang sepantasnya tak disitu bahkan disana diujung pelupuk matamu.

Bukankah kau sudah paham betul? Bukankah sudah ada yang selalu mendongengkan segala sisi dari dirinya? Bukankah dia yang lebih agung mendusuki posisi itu? Bukankah kau yang menampis semua realitas di depan matamu? dan bukankah kau yang sekarang merasa terhunus? Itulah yang mulai tertuai.

Kau bisa saja berkilah bahwa akan ada satu jerami utuh ditumpukan jerami yang audah terbakar bertahun-tahun jika kau mencari dengan sungguh-sungguh, tapi dengan sebagian logikamu yang masih kau izinkan bercuap kau tahu benar itu takan pernah ada. Jadi siapa yang dungu?

Ketika akibat degup jantung yang berlompatan ketika kau melihat sosoknya dikorbankan.. Ketika semua hunis menghunus pusat kehidupanmu itulah yang terbaik, saat kau akhirnya melambaikan bendera putih untuk mundur perlahan.

Selamat atas kedatangan karmamu, akhirnya dia bersua dan menyapamu bukan? Tapi ini barulah awal.. Kuharap sakitnya takan bertahan permanen kuharap kau sudah cukup dewasa diumurmu yang hampir mengenyam kepala dua. Hampir..

Dia pergi.. Bukankah memang itu yang akan terjadi cepat atau lambat di salah satu chapter 365mu? Dan sudah sepantasnya kau bersiap diri dari titik temu perlintasan kalian. Jangan bodoh untuk berharap dia kembali karena kau tahu benar dimana posisimu.

Pusat kehidupanmu merintih bukan tepat detik ini, alam seolah mengabaikanmu, dan ada yang menghujam di dadamu. Aku tahu kau mengerang karenanya. Tapi bukankah itu yang terbaik? Logikamu telah mengizinkanmu mengarunginya dengan satu kata 'perasaan' dan karenanya pula kau terjelembab dungu kesakitan seperti detik ini. Inilah gilirannya menyadarkanmu. Kau tentu mutlak harus menerimanya.

"Bukankah kau harusnya sudah sadar betul dimana posisimu, perlu aku mengejahnya untukmu? Oh tolong jangan pernah berharap ada probabilitas ke arah tersebut. Kau terlalu mempertaruhkan segalanya untuk titik itu. Kau yang mencibir padaku setiap aku mengingatkanmu dan kini aku hanya bisa tersenyum melihat keterpurukanmu. Sudah enyahkan semua, tidak kah ada barang segenggam saja kau mencintai dirimu sendiri?"
                                                                                                                                                   - Logika

"Sudahkah kau selesai menghardikku ? Sungguh aku merasa menyesal pada insani ini.. Kujanjikan semua yang kuharap bisa terjadi, kuharap kelak ada hal yang bisa berdamai ternyata.. Tidak pernah ada. Kali ini aku menyerah.. Aku izinkan kau kuasai hati gadis ini. Aku tahu sungguh pilu hati gadis ini, terperangkap dan terbuang. Jangan marah padaku gadis.. Oh sungguh aku tak ingin butiran itu meluncur indah dari kedua mata kucingmu.. Aku paham kelahiran lubang baru didadamu tentu karenaku.. Karena ulahku menjanjikan semua titik kemustahilan rasa. Jangan pernah kembali berharap, berjanjilah. Aku tak mau melihat semua yang lebih menghujammu dari ini. Kau pantas bahagia gadis berambut ikal.. Dengan dia yang menganggapmu istimewa setiap saat..maafkan aku."
- perasaan

Jangan menangis untuk orang yang takkan memperjuangkanmu.. Biarkan dia bahagia dan biarkan kau bahagia dengan caramu. Semua akan indah, kelak kau akan menuai yang terbaik saat benih yang kau tanam berkualitas unggul tentunya.. Tersenyumlah dan ucapkan selamat tinggal pada dia, kau tahu siapa yang lebih pantas memperjuangkan dan lumrah memperjuangkannya.. Satu hal lagi: korbankan rasamu.

P.S : "I never told this one to anyone and yes now you knew my story, sacrificing is one that i will do right now, I was the foolishest girl eva who braved enough to bet every single thing for this one. Now I'm done hurt my self by my own stupid attitude. I'm hurt and I know that I definitely merit for feeling it too. I'm sad really.. But it's not gonna be permanent just for a while and I will be a happy girl again. Could you trust me? Please.."

Saturday, June 14, 2014

Hai! Yap Kamu, ini Untukmu.


Peluhnya tak henti menjelajahi seluruh bagain tubuh gadis dengan rambut panjangnya yang ikal. Disini panas.. panas sekali ujar gadis itu, entah sejak kapan tak dia temukan sumber mata air, apa ini salah satu gurun?

Kelelahan terus saja menggoda sang gadis hingga oasis-oasis berseliweran dipandangannya, pandangan yang tak lagi sama tentang mata air, dan pada titik itu.. didapatinya mata air yang nyata baginya. penyejuk dahaga dan tak pernah sedikitpun rasanya berkurang. Hingga gadis itu memutuskan untuk bermukim disekitar mata air itu.

dimalam hari, Bulan menyapa sang gadis, sesekali melalui  mata air. Mata air  yang selalu menunjukan apa adanya sang gadis, tanpa mencela sedikitpun. Sang gadis terkadang bisa tertidur disamping mata air yang selalu tenang namun rasanya mengayomi, mata air yang selalu menampilkan sosok kejernihan dan tentunya menentramkan. Keberadaan mata air rasanya telah melengkapi hidup sang gadis di kegersangan tempat ini, tempat yang disebut gurun ini.

Hari demi hari berlalu dan sang gadis tak pernah sedikitpun merasa bosan disamping mata air, mata air sangat handal dalam mengatasi kesepian sang gadis, terlebih menggambarkan keagungan sang malam.
***
Dia handal menggambar, aku sering terkagum-kagum memandangi semua maha karyanya, meski terlihat lelah tapi dia selalu mententramkanku, aku menyukai itu sungguh. Dia teman terbaik yang menemaniku dalam kelamnya malam.. bahkan dia bisa mengubah sang malam menjadi satu hal yang tidak ingin aku lewatkan, aku takut rasa ini semakin bermetamorfosis.. aku takut bergantung padanya terkadang. Dia selalu paham bagaimana memperlakukanku dengan baik, bahkan hingga hal sekecil apapun. Aku kagum, padamu. Setiap detik dalam 13 minggu ini dia ada Bulan dalam hidupku, aku takut itu akan menjadi permanen, tapi jika memang iya. Aku harap aku tidak perlu bermuram durja. Aku harap diapun begitu..padaku.

Kali ini dia sedikit keruh Bulan, mungkin dia lelah? Apakah demikian? Atau dia sakit Bulan? Haruskah aku khawatir? dan aku sudah merasakan itu dari jauh hari, ternyata. Bulan, rasanya dia seperti engkau dan akulah sang pungguk. Semuanya tidak seharusnya mengarah pada rasa itu. Tapi sebagianku berujar kebalikannya. Bulan.. Dia tidak akan tahu bukan? bahwa di tenda ini aku dan kau sedang berceloteh tentangnya? Janji padaku untuk tidak mengucapkan sepatah kata apapun padanya. Bolehkah?

Sesekali aku menerobos masuk lebih dalam, memandangi dan merasakan kehidupan mata air, bersamanya rasanya aku..aman. Sungguh Bulan, aku takut hal itu terjadi pada aku dan hati yang sudah lama membisu, membiru. apa dia tepat?Siapa yang tahu..
-Ujar sang gadis pada sang bulan

Hari ini sang gadis hanya terdiam di tenda, tenda pelindung dirinya dari semua kepolosan rasa yang sesungguhnya ada. tenda dimana dia bisa bersembunyi, setidaknya beberapa saat untuk mengendalikan dirinya sendiri dan barulah dia berani menunjukan batang hidungnya. Hari ini dia termenung, memikirkan semua hal yang telah dilaluinya disekitar mata air. Hanya berharap mata air tak menyadari perubahan kecilnya pada mata air yang akan menjadi besar, jika tak terkendalikan tentunya. 

Hari ini sang gadis termanggu dalam diam, memikirkan dan menerka-nerka apa yang dirasakan sang mata air. apakah yang akan terjadi kedepannya.. apakah mata air akan surut? Atau mengeluarkan racun sehingga membuat sang gadis jatuh sakit? Sang gadis terus saja termenung dan sesekali memandangi mata air dari jendela kecil tenda tersebut.. "Dia sedikit mengeruh.. apa dia kelelahan?" ujar sang gadis sambil terus memandangi mata air. "Andai saja.. barang satu detik saja aku bisa tahu apa yang sebenenarnya kamu rasakan padaku, andai saja aku bisa tahu apa yang sebaiknya kulakukan..andai saja sesederhana itu mta air. Pasti aku takkan sesendu ini"

P.S : Don't know since when, you become one of my puzzles in my life. without one piece (yes..definitely it's you) I can't feel literally complete. Don't know why.. but conversation with you should keep going, so I can boost and control my mood. Then again never know since when, your voice always tights my dreamland. Since..I don't care the accurate time, but you already become part of my breathe. and I worry bout that one.. much. Cause till I'm typing this post. I dont know bout your feeling and what do you want, Crap why it's so complicated. If we both start being strangers, perhaps it's gonna be easier than now..isn't it babs?
From : The Girl who feel so compilacated
For : The one who unconditionally paints The Girl's smile without any reasons

Monday, May 26, 2014

Trilogi




(I'm just trying to grow up)


Halo, pasti kalian bosan pada semua celoteh muramku.. Maaf tapi entah harus bagaimana lagi agar semua terlihat semestinya. Mengapa rasanya disini sakit? Saat semua cerita lama dengan sadarnya kuungkap ke permukaan. Mengapa masih ada yang berbekas? Sudah hampir enam tahun bukan? Dan masih saja seperti ini. Miris bukan? Aku tahu.

Benih ini gagal ku budidayakan, bukan karena terlalu malas menyiraminya dan memberinya nutrisi agar lebih cepat tumbuh dan berkembang. Aku malah terlalu berlebihan memberikan segalanya.. hingga benihku tak tumbuh dengan semestinya terlebih mati, membusuk..
Benih ini sudah berusia renta, sudah paham bagaimana perbedaan semua nutrisi yang diberikan padanya. Tapi tetap saja dia enggan tumbuh menjadi yang seharusnya. Dia menolak untuk tumbuh lebih tepatnya. Apa yang dia butuhkan bumi? Bukankah semua sudah kuusahakan? Apa yang terlewatkan olehku?
Terkadang saat nutrisi baru menyapanya dia seolah akan tumbuh dengan gagahnya tapi nyatanya itu hanya sesaat bumi.. lalu terdiam seolah mati enggan tumbuh..dan nyaris membusuk. Apa salahku?

Ingin sekali memberitahumu bahwa setekun apapun kau memberi berbagai jenis nutrisi.. dia akan selalu seperti itu.. mencoba tumbuh hanya untuk menyadari bukan nutrisi ini yang dia butuhan. Dia hanya ingin dirawat semestinya seperti mereka yang tumbuh dengan liar. Sebab semua yang dibutuhkannya hanyalah penanam tekun sepertimu. Tahukah kau penanam sesuatu yang berlebihan itu akan berdampak buruk. Seperti kau contohnya:” You love too much so you hurt too much.”, dan apa bedanya benih itu denganmu? Mengapa tak kau biarkan saja benih itu digantikan dengan benih-benih yang lebih berkualitas darinya? Mengapa kau malah tekun mengamati setiap gerak-geriknya, keperluannya, bahkan apa yang sedang dia butuhkan baru-baru ini? Bukankah kau memang sudah gagal dari sediakala. Mengapa masih berharap ada celah? Mengapa kau begitu batu? Hingga lupa berapa banyak waktu yang telah kau lewatkan untuknya? Waktu yang kau buang dengan sia-sia.
-Bumi
Halo Bumi, terimakasih telah memperhatikan semua tingkahku. Terimakasih atas semua waktu yang kau berikan saat aku berkeluh kesah, terimakasih atas semua udara sejuk yang kau hadiahkan saat aku sedang kegerahan, dan terimakasih atas rumput yang subur juga bunga-bunga mekar yang menemaniku saat aku bermuram durja. Aku tahu betapa bodohnya aku. Jika benih itu adalah sebangsaku mungkin aku akan berkata ;”Ya aku memang bodoh..give attention to one person too much till I never know that another one give attention to me or I just ignore to know it?” Tapi andai saja kau tahu Bumi, bahwa aku selalu berharap ada satu saja harapan yang akan membuat benih itu tumbuh untuk mengenyahkan semua probabilitas akan kematian benih ini, meski aku harus mengorbankan semuanya seperti enam tahun ini.

Kadang memang melelahkan Bumi, seperti aku seekor marmut merah jambu lucu yang berlari di atas roda.. seolah aku sudah berlari jauh, tapi nyatanya aku tidak berpindah sedikitpun tetap ditempat yang sama. Melelahkan bukan? Hanya entah kapan ada yang akan datang menghampiriku untuk memintaku berhenti..aku hanya mengira benih inilah yang akan berujar demikian dengan kesuburannya kelak. Tapi nyatanya semua salah. Saat penolakan terakhirnya untuk tumbuh padaku. Satu setengah bulan yang lalu. Saat awan tak sedang bersahabat denganku, angin berlari semaunya, bunga-bunga enggan menyapaku dan kesunyian akan kicauan burung-burung yang selalu kau datangkan untuk sekedar bercanda gurau. Aku lelah Bumi, Aku lelah menjadi punduk yang merindukan rembulan, aku merasa sudah cukup untuk mempertaruhkan semua Kristal kehidupanku tuk semua besi yang dibutakan klorida, aku merasa waktu akhirnya mengambil apa yang seharusnya menjadi miliknya..rasa disini Bumi. Aku memang terlambat.. enam tahun aku bergulat dengan titik yang sama, sesekali menoleh tapi selalu kembali pada titik itu seolah dia pusat gravitasi. Aku lelah mengaduh Bumi, dan aku bahagia karena akhirnya aku tahu dia datang bukan untuk menjadi pendampingku..tapi sebagai pelajaran agar tidak terlalu mudah memberikan rasa ini pada siapa saja yang datang. Entah mereka adalah pihak minoritas yang berniat untuk sekedar berkunjung atau bahkan memilih menetap. Aku tak bisa membedakan. Karena disini..masih menganga luka yang belum juga cukup dewasa untuk berkata “Hai kau sudah cukup tegar, tahukah kau?”
Mengenangnya seperti meneguk Green Tea Freeze, karena pada isapan pertama tidak sedikitpun rasa menghampiri pengecapmu tetapi setelah tegukan pertamamu akan kau rasakan bagaimana rasa sesungguhnya.
Aku merelakanmu detik itu..aku ingin melihat benih lain yang tidak enggan untuk tumbuh bersamaku. Benih yang membuat aku tersenyum lepas karena berhasil membuatnya tumbuh dengan asrinya. Maaf karena kesabaran ini berbatas.. maaf tak bisa menunggumu lebih jauh lagi. Mungkin aku hanya kurang bersabar..tapi kurasa ini cukup untukmu.
-penanam
Maaf..maaf karena tersadar begitu lama, sungguh jangan tinggalkan aku yang sekarang berjanji untuk tumbuh bersamamu, tumbuh dan memberikanmu berbagai rasa dari buahku. Maaf karena begitu ragu dan mempermainkan kegigihanmu merawatku. Bisakah kau kembali? Merawatku tanpa melihat benih-benih lain yang mungkin lebih baik dariku? Aku hanya ragu.. ragu apakah benar kau yang harus aku temui untuk menjadi pemanen pertamaku. Aku hanya ingin bermain denganmu sejenak tanpa berkalkulasi dengan waktu..aku tahu enam tahun kau masih berkutat denganku. Seperti aku berkutat denganmu.. hanya saja aku terlalu memegang teguh harga diriku untuk luluh ditangan dinginmu.
Kali ini aku memohon dengan sangat.. izinkan aku tumbuh bersamamu walau detik ini kau sama sekali tidak melihat adanya eksistensiku. Aku membutuhkanmu.. bisakah kau menunggu lebih sabar? Sebab aku ingin pulang.. karena kemanapun aku pergi, kaulah rumahku..tempat aku pulang dan bernaung. Bisakah?
-benih
“Beberapa insan memaafkan kesalahan yang sama berulang-ulang. Semata karena takut kehilangan.
Beberapa orang memilih bertahan, hanya karena mereka tidak tahu caranya pergi dan melepaskan.
Beberapa orang perlu dtinggalkan terlebih dahulu, untuk sekedar menghargai apa yang telah dimiliki.”
Dan sekarang aku paham benih..
-penanam
P.S : “ Thanks for accompanying me till this moment. Not directly but indirectly. You’re such a major of my mind. The only reason of my swing mood and the only reason to shed my tears. It’s time to say good bye for you. Thanks for the happiness, pains, and lessons which you have given to me. I let you go for your own happiness. If our way will be crossed. We will meet again. Trust me. Once again, thanks for had been my precious thing who I ever had. Good luck!

Saturday, April 12, 2014

Punggung itu Angan Terindahku


Aku tahu sekarang rasanya menjadi punduk yang merindukan bulan. Aku paham bagaimana nyamannya memandangi punggung itu hanya punggungnya. Punggung yang terasa nyaman untuk hipotalamus yang lelah bersua dengan fisika. Tahukah kau angin? Itu salah satu yang digemarinya. Tahukah kau angin.. Walau aku tak bisa meraba wujudmu aku yakin kamu ada untuk ceritaku kali ini. Entah apa yang aku arungi tapi rasa itu mulai menyentuh  kanvasku.. Kanvas yang mulai mengusang sejak penghentian rasa untuk dia yang terdahulu.

Jejaknya hanya semu.. Hingga waktu mempertontonkan kupu-kupu beterbangan di perutku saat senyum itu tersimpul, senyum pertama yang kulihat saat punggung itu menoleh. Saat hari-hari penuh kesendirian ini diisinya dengan tinta yang belum ada sebelumnya. Tinta baru yang membuatku nyaman..seperti kau angin,yang selalu berhembus saat aku mengerang kegerahan

Izinkan aku mengelak agar ada sisi lainku yang mampu membuatku bangkit, bangkit dan mengantarkanku kembali untuk menginjak tanah ini bahwa aku dan dia sulit untuk menjadi kita.. Atau tidak mungkin? Jangan bersedih angin terlebih membawakanku temanmu hujan untuk menemani air mataku. Aku akan tegar tapi tidak sekarang.. Belum

Lagi-lagi kupu-kupu itu menampakan dirinya. Mengapa banyak kupu-kupu beterbangan di perutku? Saat punggung itu kembali menoleh padaku? Walau barang satu kali? Mengapa rasanya itu cukup untuk mengisi energiku yang sudah habis kubuang percuma menatapi punggung dengan jaket hijau yang melekat padanya.

Punggung yang tak lelah aku tatapi semenjak rok biru tuaku dulu. Punggung yang menjadi saksi hidupku mengarungi semua mimpi yang tak pernah kusangka akan tergapai. Semua tapak lembaran baru dan semua hal yang kurasa takan mungkin terbalas.. Rasaku

Jangan marah angin.. Aku tahu pribahasa tupai takan jatuh ke lubang yang sama, tapi itu tidak untukku dan denyut ini.. Denyut yang akan terpacu 3 kali lebih kencang saat dia menyapa namaku apa denyut ini membuat wahana roller coaster aku tak paham..Denyut yang sempat mereda ketika duniaku adalah dia yang terdahulu. Denyut yang ku kira takan kembali dan kurasakan lagi perih. Denyut ini membuatku ngilu angin.. Karena setiap denyutannya adalah tamparan untukku bahwa aku dan semua hal yang aku miliki takan menjadi cukup untuk membuat punggung itu menoleh padaku dan hanya aku. Dia  hanya mengizinkan aku memandangi pundungnya karena inderanya dihiasi dengan bidadari yang takan pernah terpikirkan sedikitpun untu dibandingkan dengan pengagum yang tak pernah dirasakannya ada ini barang satu detik.

Andai aku bersua dengan ibu peri dan diizinkan meminta satu permintaan.. Aku ingin sekali memintanya untuk membuat punggung itu menoleh padaku dan menyadarkannya tentang eksistensiku di tapak hidupnya juga memandangku seperti caraku memandangnya yang kurasa.. Sudah lama berubah.

Tetapi angin ada satu hal yang aku syukuri.. Meski semua hanya satu, aku bersyukur masih bisa memandangi punggung itu. Aku tak tahu apa yang akan terjadi saat punggung itu berniat pergi atau ada tangan lain yang merangkul punggung itu.. Untuk membayangkannya saja aku takut sampai2 lupa cara bernafas.. Haha naif sekali bila kemudia terujar aku mampu tanpa dia.

Tapi kali ini izinkan aku bernafas dengan wajar. Ajari denyut2 ini bertingkah dengan benar tanpa perlu menjadi roller coaster karena sungguh itu pilu itu sakit itu membuatku sesak. Bisakah?

Jika ini rasa sayang, izinkan aku menyayanginya dengan ikhlas. Tak peduli apa yang akan kudapati kelak Tuhan. Aku hanya ingin sekali saja dia menoleh padaku dan mendapati keberadaan  aku yang selalu menunggu dia di balik punggungnya dan berkata "jangan pergi tetaplah disini tetaplah seperti itu..  satu hal lagi izinkan aku menjadi saksi tapak hidupmu dan menjadikanmu saksiku pula untukku bisakah?"Walau itu berujung perih.. Aku siap.

Sesederhana itu..

P.S : this entry is a special gift for my bunny who said to me that she was so sad last night and I remembered how if she was crying like a little kid.  Then I was trying to make this entry while i was listening her last night until both of us felt asleep. Dont be sad sweetheart, trust me you're like a gorilla when you're crying so stop that thing and bright my day as usual.
I love you my little gurl so much .

Thursday, January 16, 2014

Keanggunan Ciptaan Tuhan




Selamat sore hujan, selamat berjatuh bebas rintik-rintik kebahagiaan. Entah sejak kapan tapi sang penulis amatir ini senang memandangi kalian berjatuhan dan seolah pecah saat menyentuh buminya. Iyap itulah aku yang kali ini ditemani oleh suara merdu Abdul and The Coffee Theory. Tak terasa semester 1 sudah kulalui bahkan liburanpun sudah mempersiapkan diri berpamitan denganku. Time passes rapidly if you enjoy the show dan pertunjukan itu adalah dunia baru mahasiswaku dikampus gajah ganesha ini.

Aku ingat bagaimana pertama kali aku menatap kampus tercinta ini.. begitu terkagum oleh semua langkah kaki, tawa, buku yang digenggam dan keanggunan para mahasiswa/i nya saat melangkah masuk atau keluar dari gerbang utamanya. Ternyata sekarang aku bagian dari tempat ini.. Allah baik bukan? Dia mendengarkan doa setiap umat-Nya.. Terimakasih banyak telah membukakan gerbang ganesha yang juga gerbang utamaku membahagiakan kedua orang tuaku.

Hari demi hari ku lalui dengan senyuman, erangan, rasa frustasi, minder, iri dan sedikit takut.. Tapi sebelum kata-kata itu bermunculan Sabuga menyapaku terlebih dahulu dengan kemegahannya ( mungkin sedikit berlebihan, siapa peduli). Disitulah aku bertemu dengan para 'bumi'-ers ( atau apapun itu) dan di tempat itu pula aku bertemu Kharina Jasmine Pratiwi yang dengan mudahnya memasuki daftar list Manusia yang Harus Dihindari. Mengapa? Wanita ini berasal dari ibukota dan dengan penampilannya yang dengan mudahnya ingin ku lemparkan berton-ton pasir agar tidak aku dapati tampang belagu dan 'Jakarta'-nya itu. Aduh.. membayangkannya saja rasanya bisa memancing emosi-ku, aku memasukannya ke daftar Manusia yang Harus Dihindari selain itu adalah aku tidak atau mungkin belum paham dengan pola pikir anak ibu kota karena aku yang sedikit anxiety social dan jika itu terjadi aku akan teramat membencinya. Ada hal yang sedikit membingungkan ketika dia meloncati list itu dan masuk kedalam list Spesies Gila yang Aku Lindungi yap itu adalah orang-orang terdekatku hampir seperti keluargaku dan dengan gundukan pasir yang ingin aku lempar ke mukanya dia memasuki daftar tertinggi setelah Allah, agamaku, dan keluargaku. Da Kharina Jasmine atau Mine ini menjadi salah seorang yang selalu ( hampir)ku lihat saat membuka dan menutup mata di setiap harinya. Jujur... manusia gila ini terkdang membuat aku shock mendadak atau bisa-bisa mati jantungan setiap melihat tingkah menggelikannya.. percayalah kalian tidak mau melihat yang satu ini, tapi entah mengapa rasanya virusnya sudah menyebar dalam tubuhku dan aku bisa dibilang..sama memalukannya maafkan aku.
( Mine percayalah.. sekarang playlistku memutarkan lagumu Peri Cintaku HAHA)

Tidak berhenti disitu.. hari itu OSKM ( sejenis ospek ) dilaksanakan pada pukul 12.00 karena kami sudah datang dari dini hari, aku dan beberapa teman baruku memutuskan untuk menunggu di rumah salah satu teman kami di Plesiran.. saat itulah aku bertemu dengan Vella Ahalahulahula ( jangan mengomel saat membaca ini Vella ). Pada awalnya percakapan kami standar-standar saja sekolah dimana, banyak tidak yang diterima di ITB, SNMPTN/SBMPTN, jurusan yang diinginkan? sampai dia bertanya mengenai satu lelaki di tempat bimbelku dulu dan dengan polosnya kuceritakan semua tentang lelaki ini seperti banyaknya wanita yang menyukai lelaki ini, teman dekatku yang memberiku eskrim sebagai imbalan PIN BBM lelaki ini hingga pengakuan aku yang juga pernah menyukai lelaki ini diapun menimpali dengan santai dan sesekali tertawa dan suatu hari akhirnya aku mengetahui..lelaki itu adalah kekasihnya ingin rasanya mengubur diri hidup-hidup atau mengambil kembali gundukan pasir untuk Mine dan ku kubur hidup-hidup diriku ini.. tetapi dari situlah semua bermula Vella itu salah satu wanita yang ku kagumi ( Demi Tuhan Vella jangan besar kepala setelah membaca ini) satu kata untuknya Polos, wanita ini begitu apa adanya, setiap teman-teman mengajaknya menonton pasti yang dia ucapkan adalah ketidak sukaan akan film karena dia sinetron-maniac, kemandiriannya dan yang menjadi miris adalah dia itu pelupa ( kadar tertinggi) dan sangat cuek karena demi apapun Vella sangat jarang mengabari pacarnya itu dan sangat susah dihubungi sampai-sampai Larissa Chairunisa Utari mengusukan untuk danus telepon genggam untuk bocah ini. Dia jauh lebih tua dariku tapi (lagi-lagi) Demi Apapun dia bisa kuanggap adikku sendiri dengan sifat yang.... kurang dewasa ( Jangan marah Vel).

Kalian bertanya siapa Larissa Chairunisa Utari ini ya kan? Dia juga salah satu Spesies Gila yang Aku Lindungi, pertemuan pertama dengan manusia ini tergolong biasa saja rasanya tetapi kedekatan kami bermula dari malam ambis bersama rasanya. Itu adalah hari-hari saat UTS berlangsung dan kami sering menginap bersama awalnya ritual ini aku dan Mine yang melaksanakan dan kemudian dia bergabung sejak itupula virus Mine semakin menyebar dan terkadang saat Mood-ku tenggelam ke dasar jurang mereka bisa membuatku gila.. Wanita ini sangat teramat Medan untukku ( Bukan begitu kawan-kawan?), blak-blakan, susah diajak serius, fashionable, dan sedikit sulit mengambil keputusan oiya ada lagi dia adalah pendeteksi handal kondisi mood-ku karena hampir setiap mood aku hilang entah mudik atau berjalan-jalan dia yang tahu duluan mengenai itu. Semakin hari kmi semakin menyedihkan, menjijikan atau apapun itu dengan Ke-Jom-Blo-An yang semakin mengakut sampai-sampai kami dengan tanpa sengaja membuat panggilan sayang masing-masing.. ( Mine Sang Mama, Larissa Sang Papah, dan aku sang anak). Jangan tanya mengapa karena kami juga tidak tahu..

Ada wanita yang sangat bertolak belakang dengan Mine yang belagu, menyebalkan, to the point dan lainnya ( Jangan murka Mine) yaitu wanita yang aku kenal dan membantuku mendapatkan tempat kos yaitu Nur Asriyah atau Asri atau Asriw atau Aci ini manusia yang begitu feminim, ramah, lemah-lembut, ayu ( hingga dalam mempersiapkan sesuatu), talkative tetapi tukang tidur, sedikit lamban, sedikit sensitive, dan kekurangan gizi ( Asri..damai). Aku bertemu dengan manusia satu ini (secara langsung) saat OSKM dua hari terakhir dan saat pertama bertemu kami langsung berhaha-hihi tanpa canggung itulah kelebihannya bisa membuat orang nyaman di dekatnya dan setelah kosanku berdekatan dengannya kami semakin dekat dan hampir setiap hari pergi ke kampus bersama, wanita ini cantik dan berhijab hobi kami berdua jika sedang bersama-sama pasti membuat video atau youtube-ing  dan setiap kali akan ambis pasti gagal karena entah apapun yang berujung pada kata..tidur. Tetapi berbeda hal dengan unitnya LFM yang membuat dia ambis setiap saat sama seperi Rani Santa Clara Sitohang dengan PS dan Adzlina Afia Rismayati dengan MBWG-nya..

Berawal dari Adzlina Afia Rismayanti yang kutemui d OSKM, wanita ini.. terlalu asyik dengan dunianya nilai-ku karena dimanapun kudapati dia mendengarkan lagu atau menatap kosong atau juga memakan perbekalannya tanpa nafsu, mungkin sedang ada masalah.. pikirku sok tau. Hari berlalu dan ternyata dia adalah salah satu teman sekelas Vella dan Mbak ( Larissa) jadilah kami sering bertegur sapa, bertemu hingga bbercerita tentang apapun..percintaan yang ternyata benar saat OSKM dia memang sedang ada masalah, keluarga semuanya. Wanita ini sangat cantik, ceria, pintar, bersuara merdu tetapi... percayalah sekali kalian melihat dia tertawa atau didekatnya saat dia tertawa itu rasanya seperti penjatuhan Bom di Nagasaki atau Hiroshima ( Fia....) karena saat dia tertawa dia akan menyakiti orang terdekatnya contohnya menjambak, mencubiti, memukuli dan hal lainnya juga perlu dicatat tawanya itu bisa menyedot galaksi bima sakti rasanya saking lebarnya ( Fia...hehe). Tapi ada satu hal yang aku kagumi wanita penyuka kuda ini bahwa dia selalu menegur dan melarang temannya jika melakukan suatu hal yang kurang baik dengan caranya sendiri.
P.S: Fi awas aja balik dari Negara Harry Potter gak bawa oleh-oleh buat aku, jangan harap bisa sampe Bandung dengan selamat!

Satu lagi manusia kesayanganku Rani Santa Clara Sitohang atau Rani adalah manusia yang jauh dari kata on-time dan sedikit tidak ambil pusing dengan kesehatannya yang terkadang malah menjadi awal masalahnya. Manusia aktivis PS ini yang dengan gilanya bisa rapat hingga pukul 03.00 bukan P.M pemabaca tapi A.M. Manusia yang kutemui pertama kali dan langsung aku kerjai dengan pengakuanku memiliki kembaran yaitu Widianti Putri salah satu temanku, dia percaya.. bagus. Maafkan aku haha Rani ini adalah manusia rambut Sunsilk karena apa? rambutnya sangat terawat ( walau dia mengaku jarang merawatnya) dan shine brights like a diamond  ujar Rihanna. Manusia ini sering sekali melakukan Trap Ritual denganku yang sesekali dibantu oleh teman-teman yang lain. Hingga satu ketika dia menjahiliku dengan berpura-pura bertengkar dengan Mine, aku yang disitu bingung harus berbuat apa terlebih rasanya sangat dungu meski seikit demi sedikit kudapati keganjalan-keganjalan hingga akhirnya dia mengaku mengerjaiku dan langsung kutimpali dengan wajah dingin dan datar ( mereka yang bilang, padahal nyatanya permainanku dimulai) sampai-sampai dia mengadu sana-sini tentang perilakuku kepadanya dan berniat berhenti les karenaku sontak dalam hati ingin sekali tertawa tapi merasa bersalah juga karena merasa mungkin ini berlebihan tapi juga kepalang tanggung ( Maaf tapi memang bercandaan kami kuli), saat itulah Mine dan Asri yang kalang kabut dengan sikap kami berdua tapi tenang saja akhirnya kami berbaikan dan dia mengomeliku sambil mengeluarkan semua keluh-kesah ( berlebihan) yang ada dia itu ajaib! Percayalah.

I dont know what will happen if there's no you guys. You guys are unexpected people but totally what I need to keep my insinity. Thanks for allowing me comes to you whenever I need a shoulder. one word for you guys is special.

hm.. dan ketika objek tulisan bukan hanya satu orang sedikit sulit ya. Semoga kalian suka.

Thursday, January 9, 2014

Antologi Rasa



Masa lalu hanya untuk dikenang sesaat, bukan untuk ditinggali terlebih enggan digantikan, tetapi ada saja sebagian minoritas yang lebih nyaman hidup dimasa yang diawali dengan 'dahulu'. Mungkin remaja kini menyebutnya dengan 'gak bisa move on' dan salah satu pihak minoritas itu rasanya sang penulis entry ini. Entah sejak kapan rasa ini datang, aku kira 1tahun lebih 1 bulan 27 hari 1 jam yang lalu.. saat rasa menyayangi, bertahan, dan penantian dipupus semudah membalikan telapak tangan.  Masa itu menyakitkan.. untukku.

Hari-hari berlanjut seperti jarum jam yang terus berotasi dengan poros yang tetap, setia sekali bukan? Seperti rasa yang hingga saat aku menarik nafas kini masih bersemayam. Ini terlalu berlebihan.. aku akui itu terlebih rasa tidak nyaman akan 'pernak pernik ikatan'. 

destiny determines who comes to your life but your heart decides who stays inside. dan itu adanya. Saat aku mulai melangkah bahkan berlari dan bertegur sapa dengan beberapa kaum pencari tulang rusuk tapi tak aku dapati dia yang bisa mengganti persepsi baruku akan apa itu ikatan. Andai saja ikatan yang terjadi seperti hidrogen atau antar ion yang akan selalu mengikat pasangannya dengan kuat tanpa ada keraguan didalamnya atau anomali sifat diantaranya. Mungkin akan berbeda klimaks bukan?
---

Saat ini, kalbu terdiam entah mengapa, tak hentinya otak ini bertanya tapi tetap saja hanya kesunyiaan yang disodorkannya untuk gumpalan daging sumber kehidupan ini. Dia bertanya, "Ada apa kalbu mengapa begini?"
 Kalbu menjawab, " Entah apa yang terjadi.. tetapi ada yang hilang rasanya dan ada bagian lain yang hingga saat ini enggan menerima hal itu.. Kau tahu pemilik kita ini enggan beramah-tamah dengan pernak-pernik ikatan bukan? Tetapi aku iba hipotalamus.. Lihat dia sekarang. Begitu rapuh dan menyedihkan tetapi tetap saja dia enggan menerima mereka yang berharap. Mengapa dia begitu batu? Terkadang menangis tanpa sadar, terkadang menyibukkan diri tanpa memperdulikan keadaannya, menenggelamkan diri dengan novel kesayangannya atau film-film yang entah sejak kapan tak pernah menyentuh hatinya lagi. Apa kau menyadarinya? Rasanya menggembalikan dia yang dahulu seperti mencegah asam klorida mengikis sang besi."
Hipotalamus hanya bisa termenung..dan berkata lirih," Dia belum bisa melepaskan masa lalunya, dia masih merasa sendu dan enggan menyadari akan ketidak pahamannya akan pengorbanan."
 ---
Penulis ini tersenyum.. benar adanya belum bisa kupahami sepenuhnya apa arti pengorbanan.. yang kutahu dulu aku sudah hampir paham, tetapi rasanya sulit menerima apa yang terjadi di lembar selanjutnya.. Benar adanya aku enggan melepaskan masa dimana semua kebahagian bak oksigen yang dapat kuhirup sepuasnya tanpa harus khawatir akan insan lain saking tak terbatasnya mereka di bumi tercinta ini.. Aku melihat bayangannya di pikiranku.. Apa kalian melihatnya juga seperti aku hipotalamus dan kalbu? Tetapi terkadang aku gamang.. masih saja dia disini? sudah hampir tiga tahun berlalu bukan? Tetap saja dia dan dia lagi.

Aku gamang.. bagaimana aku menggantungkan semua, pada apa? apa harus ku gantungkan pada udara yang enggan menampakkan dirinya padaku? pada suara yang tak bisa ku terka wujudnya? atau pada bongkah es yang entah kapan akan melumer membawa semuanya hanyut beserta dirinya? Aku gamang mengapa hingga saat ini dia masih menjadi bagian kanvasku, mengapa hingga saat ini warnanya malah semakin jelas dalam kanvasku? bukankah semestanya telah ku pertemukan dengan sang bara? Mengapa masih kudapati dia disini dan mengapa detik ini bulir kristal kehidupanku terjatuh? Mengapa masih saja bisa menjadi sebab air mata ini bersua dengan bumiku? 

Tahukah? Rasanya dia adalah bagian gravitasi bumi ini.. apapun dimanapun kapanpun, aku selalu kembali padanya.. seolah dia pusat bumi, pusat keseimbangan semesta ini dan aku tak menyukai pernyataan itu. Sungguh.

Halo the oldest, remember the song that I loved? Yep the song was sang by you for me with your piano and it said " wherever you go whatever you do I'll be right here waiting for you." and you did that. I remember how I felt in love with you. I remember all the crazy things we did and I remember your silly face when met my parents. Why every moment which I spent with you is like film without any miss scenes or permanent memories in my mind. How are you? How long it has been boy and I still stuck round our memories. Do I miss you? or just the memories? I dont even know what I feel inside. But one thing that I do want to do is never hurt anyone anymore. You said to me to let you go. I almost do everytime.. Do you mind to help me through it all? Would you be there to help me forget about you or build new memories with me? That's your choice.
Who addicted throwback her memories. 

*Antologi Rasa terinspirasi dari novel Ika Natassa