Tuesday, March 9, 2010

Hasil Wawancara tentang Opini UN


Nama Narasumber : Bapak Aam Suryaman
                                     Pekerjaan                 : Guru Seni Budaya
   Ini adalah laporan hasil wawancara saya mengenai  Ujian Nasional, saya telah mewancarai Guru Seni Budaya dan hasilnya adalah sebagai berikut :
     1.       Apa opini bapak tentang UN?
Sebenarnya UN itu bagus untuk mengetahui standar pendidikan Indonesia, tetapi masalahnya mengapa terjadi pertentangan dari sejumlah permasyarakatan tentang pelaksanaan UN tersebut? Itu disebabkan ketidakmerataan sarana dan prasarana antar sekolah di Indonesia ini.
    2.       Menurut apa yang bapak katakan tadi , bahwa ada ketidak merataan sarana dan prasarana tiap sekolah, lalu bagaimana cara mengatasinya?
Pemerintah telah melaksanakan Sekolah Gratis, tetapi menurut anak-anak Sekolah Gratis itu semua gratis, padahal itu salah sekali. Walaupun gratis tetapi dana pemerintah itu tidak mencukupi untuk segala kebutuhan siswa, karena itu harus disebarkan secara merata. Jadi, jika anak-anak tidak mau bekerja sama maka ini tidak akan berjalan dengan baik, contohnya anak-anak sangat sulit disuruh membeli buku, tetapi jika beli pulsa sangat mudah untuk mengeluarkan biayanya, lalu jika diminta beli recorder itu sangat sulit padahal itu untuk mereka sendiri. Lalu harus ada kerjasama dari masyarakat pula. Contoh lain sekolah sudah mengadakan pemantapan  tetapi mengapa anak-anak hanya ingin cepat pulang? Itu menunjukan bahwa anak-anak tidak mau bekerja sama dengan sekolah.
3.       Lalu, apa himbauan bapak untuk anak-anak yang berprilaku seperti itu?
Jadi untuk anak-anak harus bekerja sama dengan tenaga pendidik. Pemerintah dan pendidik sudah bekerja sama sekarang bagaimana anak- anak tersebut menanggapi . Pemerintah dan tenaga pendidik hanya sebagai sarana, jadi jika tidak ada kerjasama, maka semua itu akan menjadi kenyataan, tidak bisa disalahkan guru atau pemerintah. Karena harus ada tanggapan dari siswa tentang hal tersebut.  Lalu untuk sekolah harus menyiapkan sarana yang mencukupi, seperti pelajaran menggunakan IT.

4.       Apa opini bapk tentang adanya KKM?
Bapak tidak setuju dengan KKM, karena KKM memaksa anak yang belum mampu harus memenuhi standar, jadi seharusnya KKM itu d itidakadakan, karena menurut bapak yang penting itu nilai kabisa ( kemampuan murni murid), bapak memiliki opini tentang filosofi Banten, yang mengatakan bahwa “ saya tidak ingin naik kelas tetapi saya ingin pintar” apa maksudnya? Jadi begini jika siswa itu naik kelas belum tentu anak itu pintar, tetapi jika anak itu pinta pasti anak itu akan naik kelas.

5.        Apa yang harus dilakukan tenaga pekerja agar siswa merasa tertarik kepada setiap pelajaran?
Sekolah menyediakan sarana yang mencukupi. Seperti menggunakan IT dalam pembelajaran, lebih banyak melakukan praktek, dan itu semua akan membantu anak-anak tertarik untuk belajar. Contohnya saja jejaring facebook, anak-anak sangat menikmati facebook, berapa lamapun waktunya karena facebook itu menarik. Lalu penyediaan laboratorium dan Lab Bahasa, juga Lab komputer.
nah itulah hasil wawancara saya,,,maaf jika banyak kesalahan dalam pembuatan..

3 comments:

Debby Nurliza Ulhaq said...

buat bubun..

kHaRikha said...

wihhh panjang

Debby Nurliza Ulhaq said...

@khakha,, iyah dong Mr, Aam gituloohh,,

ramme sanngat kha,,

Post a Comment

now, you know my secrets