Wednesday, July 16, 2014

Lagi-lagi Terjatuh




(they know the stories)

ingin bercerita seperti apa adanya aku bercerita pada temanku, pada mama, papa, kakaku, dan kamu pembaca setiaku. terimakasih telah menemaniku berceloteh meski hanya dalam diam dan bermediakan layar blogku.

ingin sekali berdamai dengan semua, berdamai dengan realita yang ada bahwa aku akan tetap seperti ini adanya..bahagia. apa baru saja kusebut satu kata yang disimbolkan dengan sunggingan senyum. hari ini aku terbangun dengan semburat matahari yang menyapaku, menyapaku dan memberi intruksi untuk kembali pada realita yang ada dan aku tidak bahagia.

entah sejak detik keberapa dalam hidupku, kamu tersangkut dalam semua memori. bahkan saat ingin terlelap dan membuka photos, kamu selalu menjadi foto terakhir yang aku pandangi dengan lekatnya. tentunya aku tahu, tidak akan ada detail yang berubah meski kupandangi berkali-kali. tetapi bukan disitu poin pentingnya.. poin pentingnya adalah aku pernah sangat bahagia saat itu karena photograph kamu dan aku akan tetap abadi meski waktu mengajakku bertamasya semakin mendekat atau menjauhi kehidupanmu.

Rasanya kali ini aku ingin mengakui satu hal. "Aku bersedih karenamu yang semakin semu, dan hanya menegas barang sesaat. kanvasku tak lagi menjadi pemandangan yang menarik untukmu. apakah aku berlebihan? Entahlah aku hanya merasa ada yang hilang tapi aku tahu, aku tidak memiliki sedikitpun hak untuk memintamu kembali. kembali pada persinggungan jalan antara kamu dan aku. atau persimpangan yang dengan tidak sengaja membuat kita bertabrakan dan melihat satu sama lain, hanya sesaat dan memutuskan kembali pada alur masing-masing, alur awalmu yang baik-baik saja meski tidak dibubuhi aku disana. Ingin sekali berujar jaga diri baik-baik, terimakasih untuk semua alasan tersunggingnya bibir ini karenamu tapi rasanya aku belum cukup nyali untuk hal satu ini."

adakalanya aku bahagia karena apa yang kusebut hampir akhir ini mungkin karena aku tahu bagaimana mengatur hatiku kembali, hati yang ternyata dengan tidak sadarnya telah memberimu sedikit celah. aku terlalu pengecut untuk bertahan dan memintamu kembali, kurasa itu bukan garis takdirku untuk memperjuangkan, aku hanya digariskan untuk menunggu, walau aku tahu tak banyak kebahagiaan yang bersua dalam diam berharap kamu cepat kembali. hari ini rasanya aku akan mulai mengatur apa yang semestinya ditakdirkan untukku. Tidak akan lagi ada sakit, meski ini rasanya sakit teramat. lagi-lagi terimakasih.

aku selalu ragu untuk berjuang, untukku selalu ada saja probabilitas kecil bahwa orang yang akan aku perjuangkan bukan orang yang tepat meski aku tidak tahu tolak ukur tepat-tidaknya seseorang diperjuangkan dan aku belum merelakan bahwa suasana hatiku dipengaruhi seseorang.

aku masih ingin bebas menentukan, aku masih ingin bertingkah semauku tanpa harus mempertimbangkan perasaan seseorang, aku belum mau terikat oleh siapapun, dan aku belum ingin ber-deal  untuk menangis dan merasakan sakit karena satu nama.

P.S: " You left even if it just for temporary or in the worst case permanent, I should accept it, you have you own choice and  i think I brave enough to let you go and re-fix my heart for a couple times and dont worry I always succeed. I dont even know a word which I wanna say to you maybe Thanks. You know what? that-thanks have so many memories behind which make me thank to The God cause has given this feeling to me, feeling for you, especially to make you such a daily-habit for me, cause everyday on my 365 chapter suddenly had you on it then suddenly will not have you anylonger, though on the first, I feel that I've lost something cause there's no you anymore but I believe I will be okay with it one day. I will. It seems that I almost give up on us, but maybe there's never exist 'us' between you and I. How hard it is to say that I will walk alone nowday. Take care and dont forget to always eat regularly dont drink coffee like coffee is water! Fighting :')"
From a girl who wanna say it to you -> I wish that you and I were going to the start

My playlist for this enty :
1. Boyce Avenue feat Hannah Trigwell - The Scientist 
2. Brian McKnight - Back at Once
3. Maroon 5 - Nothing Last Forever
4. Fierly - Untitled 
5. Beyonce - Broken-Hearted Girl

Wednesday, June 18, 2014

Gadis itu Mengelak Logikanya


( since now, you'll see my back just it)

Jangan jatuh detik ini atau detik selanjutnya dan selanjutnya lagi.. Pusat massamu tak seharusnya disana.. Dan takkan menjadi seharusnya.

Siapa yang memulai semua? Dialah yang kelak menuai. Harusnya ada titik di hipotalamusmu yang menyadari itu sejak sedia kala, bisakah perasaanmu kau elak keberadaannya barang sedetik saja? Hanya itu yang akan menyelamatkan separuhmu yang membiru.

Tak pernah ada kata normal dalam pertapakan ceritamu kali ini.. Dia memang sepantasnya tak disitu bahkan disana diujung pelupuk matamu.

Bukankah kau sudah paham betul? Bukankah sudah ada yang selalu mendongengkan segala sisi dari dirinya? Bukankah dia yang lebih agung mendusuki posisi itu? Bukankah kau yang menampis semua realitas di depan matamu? dan bukankah kau yang sekarang merasa terhunus? Itulah yang mulai tertuai.

Kau bisa saja berkilah bahwa akan ada satu jerami utuh ditumpukan jerami yang audah terbakar bertahun-tahun jika kau mencari dengan sungguh-sungguh, tapi dengan sebagian logikamu yang masih kau izinkan bercuap kau tahu benar itu takan pernah ada. Jadi siapa yang dungu?

Ketika akibat degup jantung yang berlompatan ketika kau melihat sosoknya dikorbankan.. Ketika semua hunis menghunus pusat kehidupanmu itulah yang terbaik, saat kau akhirnya melambaikan bendera putih untuk mundur perlahan.

Selamat atas kedatangan karmamu, akhirnya dia bersua dan menyapamu bukan? Tapi ini barulah awal.. Kuharap sakitnya takan bertahan permanen kuharap kau sudah cukup dewasa diumurmu yang hampir mengenyam kepala dua. Hampir..

Dia pergi.. Bukankah memang itu yang akan terjadi cepat atau lambat di salah satu chapter 365mu? Dan sudah sepantasnya kau bersiap diri dari titik temu perlintasan kalian. Jangan bodoh untuk berharap dia kembali karena kau tahu benar dimana posisimu.

Pusat kehidupanmu merintih bukan tepat detik ini, alam seolah mengabaikanmu, dan ada yang menghujam di dadamu. Aku tahu kau mengerang karenanya. Tapi bukankah itu yang terbaik? Logikamu telah mengizinkanmu mengarunginya dengan satu kata 'perasaan' dan karenanya pula kau terjelembab dungu kesakitan seperti detik ini. Inilah gilirannya menyadarkanmu. Kau tentu mutlak harus menerimanya.

"Bukankah kau harusnya sudah sadar betul dimana posisimu, perlu aku mengejahnya untukmu? Oh tolong jangan pernah berharap ada probabilitas ke arah tersebut. Kau terlalu mempertaruhkan segalanya untuk titik itu. Kau yang mencibir padaku setiap aku mengingatkanmu dan kini aku hanya bisa tersenyum melihat keterpurukanmu. Sudah enyahkan semua, tidak kah ada barang segenggam saja kau mencintai dirimu sendiri?"
                                                                                                                                                   - Logika

"Sudahkah kau selesai menghardikku ? Sungguh aku merasa menyesal pada insani ini.. Kujanjikan semua yang kuharap bisa terjadi, kuharap kelak ada hal yang bisa berdamai ternyata.. Tidak pernah ada. Kali ini aku menyerah.. Aku izinkan kau kuasai hati gadis ini. Aku tahu sungguh pilu hati gadis ini, terperangkap dan terbuang. Jangan marah padaku gadis.. Oh sungguh aku tak ingin butiran itu meluncur indah dari kedua mata kucingmu.. Aku paham kelahiran lubang baru didadamu tentu karenaku.. Karena ulahku menjanjikan semua titik kemustahilan rasa. Jangan pernah kembali berharap, berjanjilah. Aku tak mau melihat semua yang lebih menghujammu dari ini. Kau pantas bahagia gadis berambut ikal.. Dengan dia yang menganggapmu istimewa setiap saat..maafkan aku."
- perasaan

Jangan menangis untuk orang yang takkan memperjuangkanmu.. Biarkan dia bahagia dan biarkan kau bahagia dengan caramu. Semua akan indah, kelak kau akan menuai yang terbaik saat benih yang kau tanam berkualitas unggul tentunya.. Tersenyumlah dan ucapkan selamat tinggal pada dia, kau tahu siapa yang lebih pantas memperjuangkan dan lumrah memperjuangkannya.. Satu hal lagi: korbankan rasamu.

P.S : "I never told this one to anyone and yes now you knew my story, sacrificing is one that i will do right now, I was the foolishest girl eva who braved enough to bet every single thing for this one. Now I'm done hurt my self by my own stupid attitude. I'm hurt and I know that I definitely merit for feeling it too. I'm sad really.. But it's not gonna be permanent just for a while and I will be a happy girl again. Could you trust me? Please.."

Saturday, June 14, 2014

Hai! Yap Kamu, ini Untukmu.


Peluhnya tak henti menjelajahi seluruh bagain tubuh gadis dengan rambut panjangnya yang ikal. Disini panas.. panas sekali ujar gadis itu, entah sejak kapan tak dia temukan sumber mata air, apa ini salah satu gurun?

Kelelahan terus saja menggoda sang gadis hingga oasis-oasis berseliweran dipandangannya, pandangan yang tak lagi sama tentang mata air, dan pada titik itu.. didapatinya mata air yang nyata baginya. penyejuk dahaga dan tak pernah sedikitpun rasanya berkurang. Hingga gadis itu memutuskan untuk bermukim disekitar mata air itu.

dimalam hari, Bulan menyapa sang gadis, sesekali melalui  mata air. Mata air  yang selalu menunjukan apa adanya sang gadis, tanpa mencela sedikitpun. Sang gadis terkadang bisa tertidur disamping mata air yang selalu tenang namun rasanya mengayomi, mata air yang selalu menampilkan sosok kejernihan dan tentunya menentramkan. Keberadaan mata air rasanya telah melengkapi hidup sang gadis di kegersangan tempat ini, tempat yang disebut gurun ini.

Hari demi hari berlalu dan sang gadis tak pernah sedikitpun merasa bosan disamping mata air, mata air sangat handal dalam mengatasi kesepian sang gadis, terlebih menggambarkan keagungan sang malam.
***
Dia handal menggambar, aku sering terkagum-kagum memandangi semua maha karyanya, meski terlihat lelah tapi dia selalu mententramkanku, aku menyukai itu sungguh. Dia teman terbaik yang menemaniku dalam kelamnya malam.. bahkan dia bisa mengubah sang malam menjadi satu hal yang tidak ingin aku lewatkan, aku takut rasa ini semakin bermetamorfosis.. aku takut bergantung padanya terkadang. Dia selalu paham bagaimana memperlakukanku dengan baik, bahkan hingga hal sekecil apapun. Aku kagum, padamu. Setiap detik dalam 13 minggu ini dia ada Bulan dalam hidupku, aku takut itu akan menjadi permanen, tapi jika memang iya. Aku harap aku tidak perlu bermuram durja. Aku harap diapun begitu..padaku.

Kali ini dia sedikit keruh Bulan, mungkin dia lelah? Apakah demikian? Atau dia sakit Bulan? Haruskah aku khawatir? dan aku sudah merasakan itu dari jauh hari, ternyata. Bulan, rasanya dia seperti engkau dan akulah sang pungguk. Semuanya tidak seharusnya mengarah pada rasa itu. Tapi sebagianku berujar kebalikannya. Bulan.. Dia tidak akan tahu bukan? bahwa di tenda ini aku dan kau sedang berceloteh tentangnya? Janji padaku untuk tidak mengucapkan sepatah kata apapun padanya. Bolehkah?

Sesekali aku menerobos masuk lebih dalam, memandangi dan merasakan kehidupan mata air, bersamanya rasanya aku..aman. Sungguh Bulan, aku takut hal itu terjadi pada aku dan hati yang sudah lama membisu, membiru. apa dia tepat?Siapa yang tahu..
-Ujar sang gadis pada sang bulan

Hari ini sang gadis hanya terdiam di tenda, tenda pelindung dirinya dari semua kepolosan rasa yang sesungguhnya ada. tenda dimana dia bisa bersembunyi, setidaknya beberapa saat untuk mengendalikan dirinya sendiri dan barulah dia berani menunjukan batang hidungnya. Hari ini dia termenung, memikirkan semua hal yang telah dilaluinya disekitar mata air. Hanya berharap mata air tak menyadari perubahan kecilnya pada mata air yang akan menjadi besar, jika tak terkendalikan tentunya. 

Hari ini sang gadis termanggu dalam diam, memikirkan dan menerka-nerka apa yang dirasakan sang mata air. apakah yang akan terjadi kedepannya.. apakah mata air akan surut? Atau mengeluarkan racun sehingga membuat sang gadis jatuh sakit? Sang gadis terus saja termenung dan sesekali memandangi mata air dari jendela kecil tenda tersebut.. "Dia sedikit mengeruh.. apa dia kelelahan?" ujar sang gadis sambil terus memandangi mata air. "Andai saja.. barang satu detik saja aku bisa tahu apa yang sebenenarnya kamu rasakan padaku, andai saja aku bisa tahu apa yang sebaiknya kulakukan..andai saja sesederhana itu mta air. Pasti aku takkan sesendu ini"

P.S : Don't know since when, you become one of my puzzles in my life. without one piece (yes..definitely it's you) I can't feel literally complete. Don't know why.. but conversation with you should keep going, so I can boost and control my mood. Then again never know since when, your voice always tights my dreamland. Since..I don't care the accurate time, but you already become part of my breathe. and I worry bout that one.. much. Cause till I'm typing this post. I dont know bout your feeling and what do you want, Crap why it's so complicated. If we both start being strangers, perhaps it's gonna be easier than now..isn't it babs?
From : The Girl who feel so compilacated
For : The one who unconditionally paints The Girl's smile without any reasons

Monday, May 26, 2014

Trilogi




(I'm just trying to grow up)


Halo, pasti kalian bosan pada semua celoteh muramku.. Maaf tapi entah harus bagaimana lagi agar semua terlihat semestinya. Mengapa rasanya disini sakit? Saat semua cerita lama dengan sadarnya kuungkap ke permukaan. Mengapa masih ada yang berbekas? Sudah hampir enam tahun bukan? Dan masih saja seperti ini. Miris bukan? Aku tahu.

Benih ini gagal ku budidayakan, bukan karena terlalu malas menyiraminya dan memberinya nutrisi agar lebih cepat tumbuh dan berkembang. Aku malah terlalu berlebihan memberikan segalanya.. hingga benihku tak tumbuh dengan semestinya terlebih mati, membusuk..
Benih ini sudah berusia renta, sudah paham bagaimana perbedaan semua nutrisi yang diberikan padanya. Tapi tetap saja dia enggan tumbuh menjadi yang seharusnya. Dia menolak untuk tumbuh lebih tepatnya. Apa yang dia butuhkan bumi? Bukankah semua sudah kuusahakan? Apa yang terlewatkan olehku?
Terkadang saat nutrisi baru menyapanya dia seolah akan tumbuh dengan gagahnya tapi nyatanya itu hanya sesaat bumi.. lalu terdiam seolah mati enggan tumbuh..dan nyaris membusuk. Apa salahku?

Ingin sekali memberitahumu bahwa setekun apapun kau memberi berbagai jenis nutrisi.. dia akan selalu seperti itu.. mencoba tumbuh hanya untuk menyadari bukan nutrisi ini yang dia butuhan. Dia hanya ingin dirawat semestinya seperti mereka yang tumbuh dengan liar. Sebab semua yang dibutuhkannya hanyalah penanam tekun sepertimu. Tahukah kau penanam sesuatu yang berlebihan itu akan berdampak buruk. Seperti kau contohnya:” You love too much so you hurt too much.”, dan apa bedanya benih itu denganmu? Mengapa tak kau biarkan saja benih itu digantikan dengan benih-benih yang lebih berkualitas darinya? Mengapa kau malah tekun mengamati setiap gerak-geriknya, keperluannya, bahkan apa yang sedang dia butuhkan baru-baru ini? Bukankah kau memang sudah gagal dari sediakala. Mengapa masih berharap ada celah? Mengapa kau begitu batu? Hingga lupa berapa banyak waktu yang telah kau lewatkan untuknya? Waktu yang kau buang dengan sia-sia.
-Bumi
Halo Bumi, terimakasih telah memperhatikan semua tingkahku. Terimakasih atas semua waktu yang kau berikan saat aku berkeluh kesah, terimakasih atas semua udara sejuk yang kau hadiahkan saat aku sedang kegerahan, dan terimakasih atas rumput yang subur juga bunga-bunga mekar yang menemaniku saat aku bermuram durja. Aku tahu betapa bodohnya aku. Jika benih itu adalah sebangsaku mungkin aku akan berkata ;”Ya aku memang bodoh..give attention to one person too much till I never know that another one give attention to me or I just ignore to know it?” Tapi andai saja kau tahu Bumi, bahwa aku selalu berharap ada satu saja harapan yang akan membuat benih itu tumbuh untuk mengenyahkan semua probabilitas akan kematian benih ini, meski aku harus mengorbankan semuanya seperti enam tahun ini.

Kadang memang melelahkan Bumi, seperti aku seekor marmut merah jambu lucu yang berlari di atas roda.. seolah aku sudah berlari jauh, tapi nyatanya aku tidak berpindah sedikitpun tetap ditempat yang sama. Melelahkan bukan? Hanya entah kapan ada yang akan datang menghampiriku untuk memintaku berhenti..aku hanya mengira benih inilah yang akan berujar demikian dengan kesuburannya kelak. Tapi nyatanya semua salah. Saat penolakan terakhirnya untuk tumbuh padaku. Satu setengah bulan yang lalu. Saat awan tak sedang bersahabat denganku, angin berlari semaunya, bunga-bunga enggan menyapaku dan kesunyian akan kicauan burung-burung yang selalu kau datangkan untuk sekedar bercanda gurau. Aku lelah Bumi, Aku lelah menjadi punduk yang merindukan rembulan, aku merasa sudah cukup untuk mempertaruhkan semua Kristal kehidupanku tuk semua besi yang dibutakan klorida, aku merasa waktu akhirnya mengambil apa yang seharusnya menjadi miliknya..rasa disini Bumi. Aku memang terlambat.. enam tahun aku bergulat dengan titik yang sama, sesekali menoleh tapi selalu kembali pada titik itu seolah dia pusat gravitasi. Aku lelah mengaduh Bumi, dan aku bahagia karena akhirnya aku tahu dia datang bukan untuk menjadi pendampingku..tapi sebagai pelajaran agar tidak terlalu mudah memberikan rasa ini pada siapa saja yang datang. Entah mereka adalah pihak minoritas yang berniat untuk sekedar berkunjung atau bahkan memilih menetap. Aku tak bisa membedakan. Karena disini..masih menganga luka yang belum juga cukup dewasa untuk berkata “Hai kau sudah cukup tegar, tahukah kau?”
Mengenangnya seperti meneguk Green Tea Freeze, karena pada isapan pertama tidak sedikitpun rasa menghampiri pengecapmu tetapi setelah tegukan pertamamu akan kau rasakan bagaimana rasa sesungguhnya.
Aku merelakanmu detik itu..aku ingin melihat benih lain yang tidak enggan untuk tumbuh bersamaku. Benih yang membuat aku tersenyum lepas karena berhasil membuatnya tumbuh dengan asrinya. Maaf karena kesabaran ini berbatas.. maaf tak bisa menunggumu lebih jauh lagi. Mungkin aku hanya kurang bersabar..tapi kurasa ini cukup untukmu.
-penanam
Maaf..maaf karena tersadar begitu lama, sungguh jangan tinggalkan aku yang sekarang berjanji untuk tumbuh bersamamu, tumbuh dan memberikanmu berbagai rasa dari buahku. Maaf karena begitu ragu dan mempermainkan kegigihanmu merawatku. Bisakah kau kembali? Merawatku tanpa melihat benih-benih lain yang mungkin lebih baik dariku? Aku hanya ragu.. ragu apakah benar kau yang harus aku temui untuk menjadi pemanen pertamaku. Aku hanya ingin bermain denganmu sejenak tanpa berkalkulasi dengan waktu..aku tahu enam tahun kau masih berkutat denganku. Seperti aku berkutat denganmu.. hanya saja aku terlalu memegang teguh harga diriku untuk luluh ditangan dinginmu.
Kali ini aku memohon dengan sangat.. izinkan aku tumbuh bersamamu walau detik ini kau sama sekali tidak melihat adanya eksistensiku. Aku membutuhkanmu.. bisakah kau menunggu lebih sabar? Sebab aku ingin pulang.. karena kemanapun aku pergi, kaulah rumahku..tempat aku pulang dan bernaung. Bisakah?
-benih
“Beberapa insan memaafkan kesalahan yang sama berulang-ulang. Semata karena takut kehilangan.
Beberapa orang memilih bertahan, hanya karena mereka tidak tahu caranya pergi dan melepaskan.
Beberapa orang perlu dtinggalkan terlebih dahulu, untuk sekedar menghargai apa yang telah dimiliki.”
Dan sekarang aku paham benih..
-penanam
P.S : “ Thanks for accompanying me till this moment. Not directly but indirectly. You’re such a major of my mind. The only reason of my swing mood and the only reason to shed my tears. It’s time to say good bye for you. Thanks for the happiness, pains, and lessons which you have given to me. I let you go for your own happiness. If our way will be crossed. We will meet again. Trust me. Once again, thanks for had been my precious thing who I ever had. Good luck!

Saturday, April 12, 2014

Punggung itu Angan Terindahku


Aku tahu sekarang rasanya menjadi punduk yang merindukan bulan. Aku paham bagaimana nyamannya memandangi punggung itu hanya punggungnya. Punggung yang terasa nyaman untuk hipotalamus yang lelah bersua dengan fisika. Tahukah kau angin? Itu salah satu yang digemarinya. Tahukah kau angin.. Walau aku tak bisa meraba wujudmu aku yakin kamu ada untuk ceritaku kali ini. Entah apa yang aku arungi tapi rasa itu mulai menyentuh  kanvasku.. Kanvas yang mulai mengusang sejak penghentian rasa untuk dia yang terdahulu.

Jejaknya hanya semu.. Hingga waktu mempertontonkan kupu-kupu beterbangan di perutku saat senyum itu tersimpul, senyum pertama yang kulihat saat punggung itu menoleh. Saat hari-hari penuh kesendirian ini diisinya dengan tinta yang belum ada sebelumnya. Tinta baru yang membuatku nyaman..seperti kau angin,yang selalu berhembus saat aku mengerang kegerahan

Izinkan aku mengelak agar ada sisi lainku yang mampu membuatku bangkit, bangkit dan mengantarkanku kembali untuk menginjak tanah ini bahwa aku dan dia sulit untuk menjadi kita.. Atau tidak mungkin? Jangan bersedih angin terlebih membawakanku temanmu hujan untuk menemani air mataku. Aku akan tegar tapi tidak sekarang.. Belum

Lagi-lagi kupu-kupu itu menampakan dirinya. Mengapa banyak kupu-kupu beterbangan di perutku? Saat punggung itu kembali menoleh padaku? Walau barang satu kali? Mengapa rasanya itu cukup untuk mengisi energiku yang sudah habis kubuang percuma menatapi punggung dengan jaket hijau yang melekat padanya.

Punggung yang tak lelah aku tatapi semenjak rok biru tuaku dulu. Punggung yang menjadi saksi hidupku mengarungi semua mimpi yang tak pernah kusangka akan tergapai. Semua tapak lembaran baru dan semua hal yang kurasa takan mungkin terbalas.. Rasaku

Jangan marah angin.. Aku tahu pribahasa tupai takan jatuh ke lubang yang sama, tapi itu tidak untukku dan denyut ini.. Denyut yang akan terpacu 3 kali lebih kencang saat dia menyapa namaku apa denyut ini membuat wahana roller coaster aku tak paham..Denyut yang sempat mereda ketika duniaku adalah dia yang terdahulu. Denyut yang ku kira takan kembali dan kurasakan lagi perih. Denyut ini membuatku ngilu angin.. Karena setiap denyutannya adalah tamparan untukku bahwa aku dan semua hal yang aku miliki takan menjadi cukup untuk membuat punggung itu menoleh padaku dan hanya aku. Dia  hanya mengizinkan aku memandangi pundungnya karena inderanya dihiasi dengan bidadari yang takan pernah terpikirkan sedikitpun untu dibandingkan dengan pengagum yang tak pernah dirasakannya ada ini barang satu detik.

Andai aku bersua dengan ibu peri dan diizinkan meminta satu permintaan.. Aku ingin sekali memintanya untuk membuat punggung itu menoleh padaku dan menyadarkannya tentang eksistensiku di tapak hidupnya juga memandangku seperti caraku memandangnya yang kurasa.. Sudah lama berubah.

Tetapi angin ada satu hal yang aku syukuri.. Meski semua hanya satu, aku bersyukur masih bisa memandangi punggung itu. Aku tak tahu apa yang akan terjadi saat punggung itu berniat pergi atau ada tangan lain yang merangkul punggung itu.. Untuk membayangkannya saja aku takut sampai2 lupa cara bernafas.. Haha naif sekali bila kemudia terujar aku mampu tanpa dia.

Tapi kali ini izinkan aku bernafas dengan wajar. Ajari denyut2 ini bertingkah dengan benar tanpa perlu menjadi roller coaster karena sungguh itu pilu itu sakit itu membuatku sesak. Bisakah?

Jika ini rasa sayang, izinkan aku menyayanginya dengan ikhlas. Tak peduli apa yang akan kudapati kelak Tuhan. Aku hanya ingin sekali saja dia menoleh padaku dan mendapati keberadaan  aku yang selalu menunggu dia di balik punggungnya dan berkata "jangan pergi tetaplah disini tetaplah seperti itu..  satu hal lagi izinkan aku menjadi saksi tapak hidupmu dan menjadikanmu saksiku pula untukku bisakah?"Walau itu berujung perih.. Aku siap.

Sesederhana itu..

P.S : this entry is a special gift for my bunny who said to me that she was so sad last night and I remembered how if she was crying like a little kid.  Then I was trying to make this entry while i was listening her last night until both of us felt asleep. Dont be sad sweetheart, trust me you're like a gorilla when you're crying so stop that thing and bright my day as usual.
I love you my little gurl so much .

Thursday, January 16, 2014

Keanggunan Ciptaan Tuhan




Selamat sore hujan, selamat berjatuh bebas rintik-rintik kebahagiaan. Entah sejak kapan tapi sang penulis amatir ini senang memandangi kalian berjatuhan dan seolah pecah saat menyentuh buminya. Iyap itulah aku yang kali ini ditemani oleh suara merdu Abdul and The Coffee Theory. Tak terasa semester 1 sudah kulalui bahkan liburanpun sudah mempersiapkan diri berpamitan denganku. Time passes rapidly if you enjoy the show dan pertunjukan itu adalah dunia baru mahasiswaku dikampus gajah ganesha ini.

Aku ingat bagaimana pertama kali aku menatap kampus tercinta ini.. begitu terkagum oleh semua langkah kaki, tawa, buku yang digenggam dan keanggunan para mahasiswa/i nya saat melangkah masuk atau keluar dari gerbang utamanya. Ternyata sekarang aku bagian dari tempat ini.. Allah baik bukan? Dia mendengarkan doa setiap umat-Nya.. Terimakasih banyak telah membukakan gerbang ganesha yang juga gerbang utamaku membahagiakan kedua orang tuaku.

Hari demi hari ku lalui dengan senyuman, erangan, rasa frustasi, minder, iri dan sedikit takut.. Tapi sebelum kata-kata itu bermunculan Sabuga menyapaku terlebih dahulu dengan kemegahannya ( mungkin sedikit berlebihan, siapa peduli). Disitulah aku bertemu dengan para 'bumi'-ers ( atau apapun itu) dan di tempat itu pula aku bertemu Kharina Jasmine Pratiwi yang dengan mudahnya memasuki daftar list Manusia yang Harus Dihindari. Mengapa? Wanita ini berasal dari ibukota dan dengan penampilannya yang dengan mudahnya ingin ku lemparkan berton-ton pasir agar tidak aku dapati tampang belagu dan 'Jakarta'-nya itu. Aduh.. membayangkannya saja rasanya bisa memancing emosi-ku, aku memasukannya ke daftar Manusia yang Harus Dihindari selain itu adalah aku tidak atau mungkin belum paham dengan pola pikir anak ibu kota karena aku yang sedikit anxiety social dan jika itu terjadi aku akan teramat membencinya. Ada hal yang sedikit membingungkan ketika dia meloncati list itu dan masuk kedalam list Spesies Gila yang Aku Lindungi yap itu adalah orang-orang terdekatku hampir seperti keluargaku dan dengan gundukan pasir yang ingin aku lempar ke mukanya dia memasuki daftar tertinggi setelah Allah, agamaku, dan keluargaku. Da Kharina Jasmine atau Mine ini menjadi salah seorang yang selalu ( hampir)ku lihat saat membuka dan menutup mata di setiap harinya. Jujur... manusia gila ini terkdang membuat aku shock mendadak atau bisa-bisa mati jantungan setiap melihat tingkah menggelikannya.. percayalah kalian tidak mau melihat yang satu ini, tapi entah mengapa rasanya virusnya sudah menyebar dalam tubuhku dan aku bisa dibilang..sama memalukannya maafkan aku.
( Mine percayalah.. sekarang playlistku memutarkan lagumu Peri Cintaku HAHA)

Tidak berhenti disitu.. hari itu OSKM ( sejenis ospek ) dilaksanakan pada pukul 12.00 karena kami sudah datang dari dini hari, aku dan beberapa teman baruku memutuskan untuk menunggu di rumah salah satu teman kami di Plesiran.. saat itulah aku bertemu dengan Vella Ahalahulahula ( jangan mengomel saat membaca ini Vella ). Pada awalnya percakapan kami standar-standar saja sekolah dimana, banyak tidak yang diterima di ITB, SNMPTN/SBMPTN, jurusan yang diinginkan? sampai dia bertanya mengenai satu lelaki di tempat bimbelku dulu dan dengan polosnya kuceritakan semua tentang lelaki ini seperti banyaknya wanita yang menyukai lelaki ini, teman dekatku yang memberiku eskrim sebagai imbalan PIN BBM lelaki ini hingga pengakuan aku yang juga pernah menyukai lelaki ini diapun menimpali dengan santai dan sesekali tertawa dan suatu hari akhirnya aku mengetahui..lelaki itu adalah kekasihnya ingin rasanya mengubur diri hidup-hidup atau mengambil kembali gundukan pasir untuk Mine dan ku kubur hidup-hidup diriku ini.. tetapi dari situlah semua bermula Vella itu salah satu wanita yang ku kagumi ( Demi Tuhan Vella jangan besar kepala setelah membaca ini) satu kata untuknya Polos, wanita ini begitu apa adanya, setiap teman-teman mengajaknya menonton pasti yang dia ucapkan adalah ketidak sukaan akan film karena dia sinetron-maniac, kemandiriannya dan yang menjadi miris adalah dia itu pelupa ( kadar tertinggi) dan sangat cuek karena demi apapun Vella sangat jarang mengabari pacarnya itu dan sangat susah dihubungi sampai-sampai Larissa Chairunisa Utari mengusukan untuk danus telepon genggam untuk bocah ini. Dia jauh lebih tua dariku tapi (lagi-lagi) Demi Apapun dia bisa kuanggap adikku sendiri dengan sifat yang.... kurang dewasa ( Jangan marah Vel).

Kalian bertanya siapa Larissa Chairunisa Utari ini ya kan? Dia juga salah satu Spesies Gila yang Aku Lindungi, pertemuan pertama dengan manusia ini tergolong biasa saja rasanya tetapi kedekatan kami bermula dari malam ambis bersama rasanya. Itu adalah hari-hari saat UTS berlangsung dan kami sering menginap bersama awalnya ritual ini aku dan Mine yang melaksanakan dan kemudian dia bergabung sejak itupula virus Mine semakin menyebar dan terkadang saat Mood-ku tenggelam ke dasar jurang mereka bisa membuatku gila.. Wanita ini sangat teramat Medan untukku ( Bukan begitu kawan-kawan?), blak-blakan, susah diajak serius, fashionable, dan sedikit sulit mengambil keputusan oiya ada lagi dia adalah pendeteksi handal kondisi mood-ku karena hampir setiap mood aku hilang entah mudik atau berjalan-jalan dia yang tahu duluan mengenai itu. Semakin hari kmi semakin menyedihkan, menjijikan atau apapun itu dengan Ke-Jom-Blo-An yang semakin mengakut sampai-sampai kami dengan tanpa sengaja membuat panggilan sayang masing-masing.. ( Mine Sang Mama, Larissa Sang Papah, dan aku sang anak). Jangan tanya mengapa karena kami juga tidak tahu..

Ada wanita yang sangat bertolak belakang dengan Mine yang belagu, menyebalkan, to the point dan lainnya ( Jangan murka Mine) yaitu wanita yang aku kenal dan membantuku mendapatkan tempat kos yaitu Nur Asriyah atau Asri atau Asriw atau Aci ini manusia yang begitu feminim, ramah, lemah-lembut, ayu ( hingga dalam mempersiapkan sesuatu), talkative tetapi tukang tidur, sedikit lamban, sedikit sensitive, dan kekurangan gizi ( Asri..damai). Aku bertemu dengan manusia satu ini (secara langsung) saat OSKM dua hari terakhir dan saat pertama bertemu kami langsung berhaha-hihi tanpa canggung itulah kelebihannya bisa membuat orang nyaman di dekatnya dan setelah kosanku berdekatan dengannya kami semakin dekat dan hampir setiap hari pergi ke kampus bersama, wanita ini cantik dan berhijab hobi kami berdua jika sedang bersama-sama pasti membuat video atau youtube-ing  dan setiap kali akan ambis pasti gagal karena entah apapun yang berujung pada kata..tidur. Tetapi berbeda hal dengan unitnya LFM yang membuat dia ambis setiap saat sama seperi Rani Santa Clara Sitohang dengan PS dan Adzlina Afia Rismayati dengan MBWG-nya..

Berawal dari Adzlina Afia Rismayanti yang kutemui d OSKM, wanita ini.. terlalu asyik dengan dunianya nilai-ku karena dimanapun kudapati dia mendengarkan lagu atau menatap kosong atau juga memakan perbekalannya tanpa nafsu, mungkin sedang ada masalah.. pikirku sok tau. Hari berlalu dan ternyata dia adalah salah satu teman sekelas Vella dan Mbak ( Larissa) jadilah kami sering bertegur sapa, bertemu hingga bbercerita tentang apapun..percintaan yang ternyata benar saat OSKM dia memang sedang ada masalah, keluarga semuanya. Wanita ini sangat cantik, ceria, pintar, bersuara merdu tetapi... percayalah sekali kalian melihat dia tertawa atau didekatnya saat dia tertawa itu rasanya seperti penjatuhan Bom di Nagasaki atau Hiroshima ( Fia....) karena saat dia tertawa dia akan menyakiti orang terdekatnya contohnya menjambak, mencubiti, memukuli dan hal lainnya juga perlu dicatat tawanya itu bisa menyedot galaksi bima sakti rasanya saking lebarnya ( Fia...hehe). Tapi ada satu hal yang aku kagumi wanita penyuka kuda ini bahwa dia selalu menegur dan melarang temannya jika melakukan suatu hal yang kurang baik dengan caranya sendiri.
P.S: Fi awas aja balik dari Negara Harry Potter gak bawa oleh-oleh buat aku, jangan harap bisa sampe Bandung dengan selamat!

Satu lagi manusia kesayanganku Rani Santa Clara Sitohang atau Rani adalah manusia yang jauh dari kata on-time dan sedikit tidak ambil pusing dengan kesehatannya yang terkadang malah menjadi awal masalahnya. Manusia aktivis PS ini yang dengan gilanya bisa rapat hingga pukul 03.00 bukan P.M pemabaca tapi A.M. Manusia yang kutemui pertama kali dan langsung aku kerjai dengan pengakuanku memiliki kembaran yaitu Widianti Putri salah satu temanku, dia percaya.. bagus. Maafkan aku haha Rani ini adalah manusia rambut Sunsilk karena apa? rambutnya sangat terawat ( walau dia mengaku jarang merawatnya) dan shine brights like a diamond  ujar Rihanna. Manusia ini sering sekali melakukan Trap Ritual denganku yang sesekali dibantu oleh teman-teman yang lain. Hingga satu ketika dia menjahiliku dengan berpura-pura bertengkar dengan Mine, aku yang disitu bingung harus berbuat apa terlebih rasanya sangat dungu meski seikit demi sedikit kudapati keganjalan-keganjalan hingga akhirnya dia mengaku mengerjaiku dan langsung kutimpali dengan wajah dingin dan datar ( mereka yang bilang, padahal nyatanya permainanku dimulai) sampai-sampai dia mengadu sana-sini tentang perilakuku kepadanya dan berniat berhenti les karenaku sontak dalam hati ingin sekali tertawa tapi merasa bersalah juga karena merasa mungkin ini berlebihan tapi juga kepalang tanggung ( Maaf tapi memang bercandaan kami kuli), saat itulah Mine dan Asri yang kalang kabut dengan sikap kami berdua tapi tenang saja akhirnya kami berbaikan dan dia mengomeliku sambil mengeluarkan semua keluh-kesah ( berlebihan) yang ada dia itu ajaib! Percayalah.

I dont know what will happen if there's no you guys. You guys are unexpected people but totally what I need to keep my insinity. Thanks for allowing me comes to you whenever I need a shoulder. one word for you guys is special.

hm.. dan ketika objek tulisan bukan hanya satu orang sedikit sulit ya. Semoga kalian suka.

Thursday, January 9, 2014

Antologi Rasa



Masa lalu hanya untuk dikenang sesaat, bukan untuk ditinggali terlebih enggan digantikan, tetapi ada saja sebagian minoritas yang lebih nyaman hidup dimasa yang diawali dengan 'dahulu'. Mungkin remaja kini menyebutnya dengan 'gak bisa move on' dan salah satu pihak minoritas itu rasanya sang penulis entry ini. Entah sejak kapan rasa ini datang, aku kira 1tahun lebih 1 bulan 27 hari 1 jam yang lalu.. saat rasa menyayangi, bertahan, dan penantian dipupus semudah membalikan telapak tangan.  Masa itu menyakitkan.. untukku.

Hari-hari berlanjut seperti jarum jam yang terus berotasi dengan poros yang tetap, setia sekali bukan? Seperti rasa yang hingga saat aku menarik nafas kini masih bersemayam. Ini terlalu berlebihan.. aku akui itu terlebih rasa tidak nyaman akan 'pernak pernik ikatan'. 

destiny determines who comes to your life but your heart decides who stays inside. dan itu adanya. Saat aku mulai melangkah bahkan berlari dan bertegur sapa dengan beberapa kaum pencari tulang rusuk tapi tak aku dapati dia yang bisa mengganti persepsi baruku akan apa itu ikatan. Andai saja ikatan yang terjadi seperti hidrogen atau antar ion yang akan selalu mengikat pasangannya dengan kuat tanpa ada keraguan didalamnya atau anomali sifat diantaranya. Mungkin akan berbeda klimaks bukan?
---

Saat ini, kalbu terdiam entah mengapa, tak hentinya otak ini bertanya tapi tetap saja hanya kesunyiaan yang disodorkannya untuk gumpalan daging sumber kehidupan ini. Dia bertanya, "Ada apa kalbu mengapa begini?"
 Kalbu menjawab, " Entah apa yang terjadi.. tetapi ada yang hilang rasanya dan ada bagian lain yang hingga saat ini enggan menerima hal itu.. Kau tahu pemilik kita ini enggan beramah-tamah dengan pernak-pernik ikatan bukan? Tetapi aku iba hipotalamus.. Lihat dia sekarang. Begitu rapuh dan menyedihkan tetapi tetap saja dia enggan menerima mereka yang berharap. Mengapa dia begitu batu? Terkadang menangis tanpa sadar, terkadang menyibukkan diri tanpa memperdulikan keadaannya, menenggelamkan diri dengan novel kesayangannya atau film-film yang entah sejak kapan tak pernah menyentuh hatinya lagi. Apa kau menyadarinya? Rasanya menggembalikan dia yang dahulu seperti mencegah asam klorida mengikis sang besi."
Hipotalamus hanya bisa termenung..dan berkata lirih," Dia belum bisa melepaskan masa lalunya, dia masih merasa sendu dan enggan menyadari akan ketidak pahamannya akan pengorbanan."
 ---
Penulis ini tersenyum.. benar adanya belum bisa kupahami sepenuhnya apa arti pengorbanan.. yang kutahu dulu aku sudah hampir paham, tetapi rasanya sulit menerima apa yang terjadi di lembar selanjutnya.. Benar adanya aku enggan melepaskan masa dimana semua kebahagian bak oksigen yang dapat kuhirup sepuasnya tanpa harus khawatir akan insan lain saking tak terbatasnya mereka di bumi tercinta ini.. Aku melihat bayangannya di pikiranku.. Apa kalian melihatnya juga seperti aku hipotalamus dan kalbu? Tetapi terkadang aku gamang.. masih saja dia disini? sudah hampir tiga tahun berlalu bukan? Tetap saja dia dan dia lagi.

Aku gamang.. bagaimana aku menggantungkan semua, pada apa? apa harus ku gantungkan pada udara yang enggan menampakkan dirinya padaku? pada suara yang tak bisa ku terka wujudnya? atau pada bongkah es yang entah kapan akan melumer membawa semuanya hanyut beserta dirinya? Aku gamang mengapa hingga saat ini dia masih menjadi bagian kanvasku, mengapa hingga saat ini warnanya malah semakin jelas dalam kanvasku? bukankah semestanya telah ku pertemukan dengan sang bara? Mengapa masih kudapati dia disini dan mengapa detik ini bulir kristal kehidupanku terjatuh? Mengapa masih saja bisa menjadi sebab air mata ini bersua dengan bumiku? 

Tahukah? Rasanya dia adalah bagian gravitasi bumi ini.. apapun dimanapun kapanpun, aku selalu kembali padanya.. seolah dia pusat bumi, pusat keseimbangan semesta ini dan aku tak menyukai pernyataan itu. Sungguh.

Halo the oldest, remember the song that I loved? Yep the song was sang by you for me with your piano and it said " wherever you go whatever you do I'll be right here waiting for you." and you did that. I remember how I felt in love with you. I remember all the crazy things we did and I remember your silly face when met my parents. Why every moment which I spent with you is like film without any miss scenes or permanent memories in my mind. How are you? How long it has been boy and I still stuck round our memories. Do I miss you? or just the memories? I dont even know what I feel inside. But one thing that I do want to do is never hurt anyone anymore. You said to me to let you go. I almost do everytime.. Do you mind to help me through it all? Would you be there to help me forget about you or build new memories with me? That's your choice.
Who addicted throwback her memories. 

*Antologi Rasa terinspirasi dari novel Ika Natassa

Friday, December 13, 2013

Anomalia Bumi akan Polaris


Bulan.. apa kabar? masih ingat dengan aku? yap aku Bumi yang membucahkan semua saraf kehidupanmu. Ingatkah engkau saat aku menjadi asteroid dan aku tak bisa berbuat apa-apa? Ingatkah engkau saat aku dengan atom-atomku melakukan penghabisan cahaya untuk mengingatkan Polaris untuk tidak kembali ke orbitku? Tentu kau masih ingat apa yang terjadi dengan orbitku. Dia menggila bak anomalia yang tak terkendali.
Tuhan baik bulan.. dia membuatku lepas dari jerat Polaris yang aku idam-idamkan itu tetapi terlalu baik karena dia bentengi ozonku dengan gas-gas yang entah mengapa membuat bumiku mati rasa dan begitu tenang.. bukan hanya itu Bulan.. dia sematkan Polaris yang kukira Esa adanya.
Bulan.. hari ini bumiku berhenti berotasi, semua reservoir alamikupun enggan tuk hangatkan suhuku.. mereka enggan berkoordinasi dengan jiwanya, pasti kamu kebingungan bulan. bukan begitu? Jiwa ini terlalu hitam legam tak bermentari.

Bumiku rupanya bahagia tanpa petunjuk arah Bulan.. tanpa ada Polaris yang harus dengan mati-matiannya bumi pertahankan. Lalu Polaris datang dengan janji suci akan menunjukan hal terindah di galaksi ini. Begitu baik bukan Bulan? Tetapi untuk menyentuh mantelku saja rasanya tidak..yang bumiku rasakan sama sekali kosong. Mengapa demikian bulan? Mengapa 76 yang pertama begitu memikat bumi? Apa diam-diam dia tahan peredaran bumiku dengan lecut ekor kepunyaannya? Rasanya menjadi dungu itu sangat mudah jika hingga dua tahun peredaran bumiku masih saja kuharapkan polaris tak bernama dan tak berhasrat untuk mengetahui letak orbitku.

Tuhan begitu baik bulan.. tapi begitu jahat pula untukku. Bagaimana bisa bumi menjadi dalang dari perebutan  kutub Polaris itu? Bumi hanya ingin dia yang satu tak lebih. Tapi bumipun tak berani melerai karena takut bertegur sapa dengan dia sang kekosongan. Bukankah bumi sudah merasa kosong sebelum ini? Haha aku bergurau.

Apa arti nyata dari semua rotasi tak berarah ini bulan? Jika tidak ada lagi matahari yang meminta untuk aku kitari. Apa lagi esensi bumiku? Sungguh aku paham bagaimana menjadi asteroid dan bagaimana hancurnya menjadi bagian yang hanya bisa terombang-ambing tanpa perlawanan diantara Mars dan Jupiter dan demi apapun aku tidak ingin menjad penyebab itu semua..terlebih untuk polaris

Polaris.. akan selalu indah, akan selalu mulia dan akan selalu berada di utara sana agar bisa kupandangi dengan puas keberadaannya. Dia akan selalu tersenyum saat menuntunku pulang, dan akan selalu pulang ketitik yang sama. Polaris yang bisa membuat aku paham bahwa inilah aku dan bangga mengorbit dengan caraku.

Tahukan engkau Bulan? Polaris ini juga pernah aku idam-idamkan dan aku cari keberadaannya saat Polaaris enggan menyapa orbitku dan pernah mati-matian aku lari agar semua patahan di bumiku bisa musnah. Dia datang sekarang dimana patahan itu sudah menjadi gunung api cantik yang siap meluap kapan saja.

Bumi kira ozon akan senang bertemu lagi, ozon akan senang menjadi penghubung kita.. rasanya untuk sekarang memahami keinginan bumi saja ozon lelah, atmosfer saja mengaduh karena tingkah bumi.Ada apa bumi? apa yang salah denganmu? Aku rindu bumi yang selalu berdendang saat berotasi, aku rindu bumi yang begitu sejuk saat menyapa tamu baru yang kehilangan arah pulang.. aku rindu bumi yang menjadi pelindung untuk para pelipur lara.

Jangan begini bumi.. mengapa rasanya kau doktrinkan CO ke segala arah? Apa sebenci itu yang kau rasakan? Bumi Polaris baik.. sangat tulus meski kau anggurkan.. Mengapa?

Bumi menjawab:  Engkau tak tahu betapa aku rindu aku yang dulu, betapa aku ingin bisa merasakan lagi, betapa ingin aku melukis lagi di kanvas polaris itu.. betapa ingin aku kembalikan dan ku kuburkan trauma mendalam setelah sejarah hidup yang aku arungi. Betapa aku ingin menjadi sumber kebahagian Polaris. Aku ingin sungguh tapi apa kamu tahu bagaimana orbitku harus berlaga agar semua kembali? Apa harus aku ganti arah orbitku jika itu bisa menggembalikan aku ke zaman yang aku anggap 'damai'? dan berkompromi dengan Tuhan untuk hilangkan gas penenang di ozonku? Engkau tak tahu betapa aku merintih setiap detik dalam revolusiku agar kudapati bagian hilang diorbitku? Jels kau tak paham bagaimana rasanya.

Polaris, you're precious thing that God has been given to me. Thanks for always accompany me though you know what you got it's never what you hope to get. Seriously what I want is.. recovering my heart and say to my heart everything will be fine.. But How hard I try to say.. still I cant chnge my point of you.Polaris.
I know that I'm an evil.. Please believe me. I feel empty., totally empty right now.. Sorry, I wish if you still want to stay with me and lend your shoulder to me. I will be very thankful.

Who lost part of her.........

Friday, August 2, 2013

Tasbihku untuk Halley


( I hope it would be the last unsend mail to you)

Hal yang ingin aku arungi dalam hembusan nafasku kali ini adalah mencoba melepaskan,melepaskan engkau dari untaian setiap tasbihku. Kau bahkan tak pernah nyata adanya bahkan mengenalmu saja aku tidak, tapi dengan anggunnya kau raup habis semesta cinta dalam kalbu ini dan dengan lihainya kau duduki tahta tertinggi sebagai sebab utama setiap tetes air mataku.

Jika kau takan pernah menjadi suatu nyata dalam orbitku, biarkan aku melanjutkan putaranku tanpa ada embel-embel namamu lagi.
P.S : God always guides my step please..and Halley please gives my heart back.

Saturday, June 1, 2013

Hadiah untuk Pengamat Setiaku


(Salah satunya adalah dia)

Kali ini waktunya penepatan janji, janji yang terucap untuk insan Tuhan. Tenang ini bukan tentang cerita cintaku yang selalu saja gagal ditengah jalan ( ah tidak akan lagi kuharap) ini tentang kalian.. Para pembaca yang selalu baik padaku. Selalu membaca isi celotehku yang terkadang jauh dari kata penting. Dia salah satu pembaca setiaku dan salah satu sahabat pria terbaikku.

Dia sudah kuanggap kakakku sendiri. Orang yang baik, penuh perhatian, sopan, sholeh tetapi menyebalkan, sayangnya dia sama-sama belum memiliki faktor luck dalam urusan asmara sama sepertiku. Dia terbelit dalam kawasan 'friendzone'. Mengenaskan sekali bukan jika friendzone digeluti dalam dua tahun lebih. Hingga sekarang rasanya. Semangat bro!

Awalnya rasa itu dikiranya hanya selingan masa SMA, tetapi ternyata itu hampir permanen. Meskipun dia pernah tertambat kelain hati. Toh setelah semua berakhir hatinya kembali tertuju pada wanita ini. Wanita yang menjadi salah satu dari sahabat kami, wanita yang menjadi teman satu kelasku selama tiga tahun berturut-turut, sahabat yang setiap harinya duduk disebelahku saat bangku SMA. ( karena sekarang aku sudah resmi bergelar Alumni) Wanita yang polos, apa adanya, cantik tiada tara dan berhijab. Mungkin itulah daya tarik dari wanita ini. Sahabat yang paling kukagumi.

Usaha yang dilakukan dia, rasanya tak terhitung oleh jari.. Terkadang aku kagum padanya karena rasanya lelaki setia di Indonesia ini khususnya di Bandung sedang mengalami fase rawan punah. Jadi dia adalah salah satu lelaki yang harus dilindungi. (Jika dia baca ini, percayalah aku hanya bergurau)

Dia juga satu-satunya yang tak pernah lelah meladeni prilaku 'bocah'-ku dan kegaringan-ku yang sudah mencapai tingkatan kronis atau fase dewi. Dia lelaki yang baik sungguh, hanya dia yang selalu membaca setiap entry-ku tanpa terlewatkan satu katapun karena itu, jika aku ingin mengadu padanya dia sudah terlebih tahu apa yang akan kuceritakan.

Perawakannya jauh dari standar. Dia tinggi dan tidak terlalu berisi, mewarisi gurat wajah pria Sunda dan memiliki mata polos. Ah kalian harus liat sendiri karena pada saat pertemuan pertama kami saja. Aku akui, mataku pernah terfokus hanya padanya tapi aku tidak terlibat friendzone tentunya. (Haha, lagi-lagi jika dia membaca. Sungguh jangan besar kepala karena pengakuanku ini)

Sekarang dia pasti sedang menekuni dan memahami bejubel materi Saintek yang tidak pernah sedikitpun ingin memahami dirinya. Semangat tukang reparasi! ( karena diantara kami bersepuluh dialah yang paling handal memperbaiki segala macam alat tanpa gagal) karena itulah dia ingin menekuni dunia mesin, Fakultas Teknologi Mesin dan Dirgantara. Ku doakan semoga itu menjadi kenyataan dan kita menjadi mahasiswa/i di kampus yang sama! Amin.

Jika aku boleh mengakui, dia adalah salah satu sahabat yang paling aku sayangi, dia paham bagaimana caranya memperlakukan wanita, menghormati wanita terutama menjaga wanita dan nilai plus darinya adalah dia bukan perokok karena itulah aku kagum padanya.

Tapi dia tidak sebaik yang kalian kira! Dia sangat menyebalkan, terlebih jika menjahiliku, menjitak kepalaku dan sering meneriakiku bocah. Tapi umpatannya kepadaku tak pernah lebih parah dari pada umpatan yang terlontarkannya untuk salah satu sumber bulian kami, wanita yang akan menjadi calon dokter.  Dia juga salah satu dalang yang membuat ban kendaraanku kehilang stok oksigennya dasar menyebalkan!

Boleh aku menyampaikan pesan? Aku ingin menyampaikan :
"Terkadang rasa kagum ini bermetamorfosis menjadi iba atau sedih. Aku  sempat berharap kalian adalah sepasang kura-kura. Mengapa? Pertama-tama apa kalian tahu bagaimana kura-kura yang baru menetas menapaki laut lepas? Mereka membalik terlebih dahulu, menatap tempat dimana mereka dilahirkan dan mengucap janji alam. Janji itu ialah kembali kepantai dimana mereka dilahirkan setelah dua puluh tahun berkelana di laut lepas untuk melakukan tarian sakral dan bertelur dipantai itu. Tarian itu disebut Tarian Kura-Kura tarian yang dilakukan para kura-kura pada masa kawin dan pasangan meraka adalah betina atau jantan terdekat yang mereka tatap sesudah fase menetas. Bisa dibilang mereka temen kecil. Mungkin dia takkan terlalu sesakit sekarang karena diakhir selalu ada akhir yang bahagia. Kalian akan bersama meski selama ini waktu tak pernah izinkan kalian bersua dengan rasa yang sama. Jika kalian ditakdirkan bersama, maka jalan kalian akan menemui simpangan yang sama dan menjadi jalan lurus untuk diarungi bersama-sama. Dariku tetap semangat, katakan rasa itu, jangan hanya menjadi kepemilikan sendiri. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi lima detik kedepan bukan? Lalu tetap semangat mencapai cita-cita. Berjanjilah padaku akan kesuksesan yang akan dicapai dan berjanjilah untuk memasuki gerbang universitas yang sama denganku. Semangat, aku tunggu di gerbang universitas gajah duduk. Amin!"

Nah sudah kutepati bukan janjiku? Ini hadiah yang kujanjikan, menjadikan dia salah satu bagian dari entries-ku. Selamat membaca wahai tukang reparasi. Sampai ketemu!


  1. Salam 
Sahabat yang paling menggemaskan :p

Wednesday, May 22, 2013

Keengganan Halley 'Tuk Jadi Polaris Bumi-ku



(maybe this time it really is goodbye)

Hari ini, planetku rubuh, enyah, hancur, tak bersisa..Bumiku tersulut Matahari karena kelakar tak berlogikaku. aku terlalu dekat saat mengorbit hingga terundang masuk dengan paksa dan musnah. apa kau tahu mengapa ku enyahkan pantrangan orbitku sendiri? apa kau paham mengapa ku salahi aturan tentang garis kehidupan Bumi-ku? karena satu hal.. aku ingin 76 menjadi hitungan detik yang dengan satu kedipan penuh khidmat dapat kuhubungkan radarku dengan kepunyaanmu dan dapat membawamu berlaga tepat dihadapanku,tepat ada di orbitku lalu saat satu kali percikan kombinasi warna cincinku (jika aku Saturnus) dapat dengan mudahnya membuatmu tersihir untuk mengangguk jika kuajak kau untuk tinggal disini..

Orbitku Bumi-ku yang kini sudah menjadi serpihan-serpihan yang bergerak tanpa arah tanpa irama di ruang hampa dan akan selalu hampa. Namaku takan pernah menjadi bumi lagi atau Saturnus dengan kemegahan cincin-cincinnya..namaku resmi menjadi asteroid. Aku sudah tidak memiliki orbit, aku hanya akan terus mengalun tanpa arah pasti dan tanpa tahu cara berhenti. Posisiku sekarang tepat dibelakang bumi.. Walau rasanya aku sudah tak bermassa,tetapi nampaknya masih ada saja yang tetap mempertahankan massa tak berwujudnya. Mengapa sebongkah rasa ingin selalu melihatmu, menyadarkanmu akan keberadaan orbitku (dahulu), memberitahumu tentang bagaimana peradaban di Bumi tercintaku ini, dan merajuk padamu agar tetap tinggal di orbitku tanpa harus ada 76-lainnya yang harus kuarungi ( walaupun untuk hal terakhir ini, hanya mampu kucelotehkan di perut Bumi yang terdalamku ini). Apa itu definisi dari kata rindu?

Saat itu.. orbitku oleng tak terkendali, semua terlalu semerawut hingga semua penghuniku berteriak minta aku berrotasi dengan sewajarnya bukan berbalik arah seperti itu.. Tahukan mengapa kuputar balik arah orbitku? Karena aku ingin kembali pada hentakan dimana 7 dan 6 bermula. Saat kau dan aku bercengkrama.. saat kurasa takan pernah ada pengenyahan juga penantian lain dan jelas saja aku salah di bagian itu, sebab itu pula.. terbersit ilham yang entah datangnya dari mana untuk bergerak mundur..ilham itu berbisik: jika kau kelilingi matahari dengan arah berkebalikan itu artinya kau mengembalikan waktu ke tempat terdahulu. Berarti itu saat aku, kau, dan sebersit angan tentang kata ganti kita yang tiba-tiba mengepakkan sayapnya di depan orbitku, yang lagi-lagi bagi bumiku itu mustahil..pada akhirnya. Kecuali itu Malaikat Jibril yang sedang berpatroli mengamati semua Maha Karya Sang Pencipta akan kepatuhan mereka dan keselarasan yang harus dan akan selalu terjaga keberadaannya. Apa Malaikat Jibril tahu aku melanggar karenanya dia menunjukan eksistensinya? Ah rasanya orbitku semakin jauh dari kata normal mengorbit.. terlalu abstrak tak beralur pasti yang kurasa, saat semuanya harus kuteruskan. Hingga semua terjadi. aku tersulut Sang Mentari karena semua koordinasi yang tidak terintruksikan dengan baik. Hingga kali ini aku merasakan bagaimana menjadi lenyap, bedanya aku lenyap..dan takan pernah menampakan diri lagi walau 76 yang lain telah terlampaui. 

Aku sekarang tepat diantara Mars dan Jupiter. Planet yang tak pernah ku elu-elukan keberadaannya sebelum semua terjadi. Kali ini terbersit logika nyata bahwa 76-mu bukan hanya untuk orbit malangku, bukan untuk deretan cincin yang mengerahkan semua glamournya untuk memikatmu..aku hanya bagian dari pijakan orbit yang harus kau arungi untuk rampungkan tugasmu.. apa kau ingin menggelari diri menjadi bagian rasi Ursa Minor? Tentu tidak.. tidak untuk kehidupan Bumiku.. kau mungkin takan pernah menjadi Polarisku bukan? Terlalu tinggi kugantunkan harapan ini dan bodohnya kugantungkan pada udara yang terlalu angkuh tuk tunjukan dirinya apalagi menyangga harapanku lagipula kau terlalu sering berkelana..lenyap, kembali lalu begitulah seterusnya seperti siklus. Kau takan mungkin menjadi Polarisku. Polaris yang akan tetap berlagak ditempatnya apapun yang terjadi.. selalu terlihat di Utara sana, selalu berpendar di kutub utara. Apa jangan-jangan kau pula penyebab Aurora? Aku ingin tahu.. kau terlalu dekat dengan jantung bumiku, hingga pada awalnya kupikir aku dan kau bak cinta sejati yang takan terpisahkan apalagi tergantikan..Polaris yang dimanapun peredaranku berpijak selalu dikenali keberadaannya..Karena kau Polaris, Bintang Utara yang berhamburan cahaya lebih dari bintang manapun, kau pendarkan cahaya tanpa batas.  Hingga membuat reseptor ini terpana dan lupakan cara melindungi sumber penglihatanku ini lalu diakhir..aku kembali tersadarkan bahwa ini semua tentang angan Polarisku..dan kau dengan jelas-jelas menolak gelar itu..bukankah begitu Halley?

Terlebih lagi sekarang.. siapa aku? Asteroid tak bernama yang tak pernah mampu disandingkan dengan mereka  Ceres, 4 Vesta, 2 Pallas, dan 10 Hygiea . Tapi Halley, apa aku boleh mengirimu satu surat yang mungkin terakhir kali kutuliskan untukmu? Tentang semua pengaduan tak berujungku ini.. aku ingin mengadu:

Untuk Halley yang selalu mengitari pikiranku..

Hai Halley, kali ini aku mutlak musnah. Jangan tanyakan mengapa demikian, karena jelas-jelas diawal kubeberkan semua sebab. Halley aku tahu sebenarnya orbitku hanya rute tugasmu. Tapi bolehkah aku katakan jangan kembali lagi pada ruteku karena takan pernah ada lagi rute itu.. selamanya. Aku sudah tak disana, aku sudah tak menanti dan aku sudah tak sanggup mengamati 5 menit yang harus kubayar dengan 76 tahun penantian. Aku mutlak lenyap, seperti apa yang kau lakukan tapi aku takan pernah kembali. Halley maafkan aku karena tak mampu bertahan. Meski mungkin kau takan pernah sadari semua penantianku ini. Rasanya semua menemui ujung saat kau lenyap. Semua tak terselesaikan.. membuatku terpaku dan terpaku lagi pada ratapan akan kepergianmu.

Karena itu pula aku musnah.. sudahlah tak apa. Ini salahku, salahku yang menggantungkan harapan terlalu tinggi. Mungkin hingga langit ke tujuh tapi aku lupa meminta izin pada udara agar menjaga harapanku, aku lupa meminta udara menempatkannya ditempat teraman mungkin karena itu harapanku terbengkalai, tak terawat hingga akhirnya terhempas jauh kedasar. Aku tak tahu dimana harapan itu sekarang. Apa sudah berpindah galaksi? Entahlah aku terlalu bingung bagaimana mencarinya jika sekarang aku hanya sekeping asteroid tak bernama, tak berorbit. Rasanya hanya luntang-lantung tak jelas. Apa akan terus begini hingga akhir hayatku Halley?

Dulu aku berangan-angan bahwa kau adalah Polaris yang kucari sejak sedia kala. Tapi jelas saja aku salah kau selalu berkelana tak seperti Polaris yang teguh berpendirian untuk tidak bernomaden. Halley terimakasih untuk semua. Walau pada akhirnya aku hancur, setidaknya aku paham bagaimana dibuat bahagian olehmu meski hanya dengan sentuhan lecutan ekormu itu dan itu merupakan salah satu kejadian terbaik dalam eksistensiku.

Halley selamat jalan. Selamat mengitari orbit-orbit menawan di galaksi yang maha besar ini, hingga mungkin kau lelah dan beristirahat di satu orbit yang entah kapan akan kau temukan tapi yang jelas orbit itu beruntung memilikimu.

Aku pergi Halley, aku takan pernah mengusikmu dan membebanimu lagi dengan sederet harapan untuk tinggal. Kau bebas Halley..selalu seperti itu bukan? Aku akan menggelar acara perpisahan sakral antara kau dan aku ini dengan lengkungan terindah yang bisa asteroidku lakukan. Hati-hati Halley! Apa boleh kuminta satu hal? Meski aku pergi nyatanya separuh hatiku telah menjadi kepunyaanmu, bolehkah kutitipkan padamu? Tolong jaga hatiku.. jangan khawatir aku mampu menapaki peredaran baruku meski hanya dengan separuhku yang lain. Jaga senyummu! Jangan kehabisan alasan untuk tampilkan lengkungan itu. Berjanjilah..

Dan Bulan.. maaf karena membawamu terbakar habis oleh mentari, apa kau sama denganku kini, menjadi  asteroid? Atau kau sudah bersua dan tentram dengan para Helium dan hidrogen kepunyaan mentari? Maaf.. maafkan aku. Aku menyesal..dan terimaksih atas semua waktu yang kau sumbangkan untuk semua cerita tak berujungku ini. Terimakasih..

Selamat tinggal Halley favoritku..

Salam rindu tak berbatas

Bumi yang berganti nama menjadi Asteroid

Mungkin itu saja yang ingin aku ungkapkan Halley. Entah apa akan ada dongeng lain setelah ini.. yang jelas dengan surat itu kurelakan semua berakhir. Mungkin kau terlalu sempurna untukku.  

P.S: since that time..Finally I know where I am. What's my way and should be my way and what you have done telling me softly that I should take my step back, thanks for so many experiences of this Love at The First Sight that you have shown to me. Take care the owner of my half.

*Polaris (disebut juga sebagai Bintang Utara) adalah bintang paling terang di rasi Ursa Minor. Meskipun bumi berputar selama 24 jam sehari, Polaris akan selalu ada di tempatnya, karena Polaris berada dekat dengan sumbu bumi. Ia berada nyaris persis di pusat putaran yaitu kutub utara. Oleh karena itu, di India, Polaris disebut dengan Dhuva.
Karena letaknya itu juga, Polaris dianggap oleh nelayan sebagai pusat navigasi. Jika kita ada di Kutub Utara, Polaris akan berada di atas kepala. Jika kita ada di katulistiwa, Polaris akan berada di dekat cakrawala.
Polaris selalu di tempat yang sama sebagaimana bintang lainnya. Tapi dia menjadi istimewa karena cahayanya yang terang dan bisa menjadi rujukan navigasi. Jika tersesat, carilah Polaris bagian dari rasi bintang yang berbentuk beruang. Jika menemukannya, itu adalah Polaris. Itu adalah arah utara. 

merupakan chapter 4 (mungkin terakhir) dari :

Saturday, May 11, 2013

Peraduan Halley di-76 yang Pertama



(I'm truly missing you this time)
Aku terhempas diruang yang entah bagaimana, hanya bisa kudeskripsikan dengan putih.. semuanya terasa terlalu suci hingga menggetarkan raga yang bersimbah dosa ini..menyilaukan mata rapuh ini.. atau bahkan bisa dibutakannya karena sel kerucut ini terlalu dipaksakan untuk terus beradaptasi dengannya.  Awalnya aku hanya mengerjap-ngerjapkan mata ini hingga akhirnya terpejamlah yang kupilih.. mulai terpejam agar tak kudengar lagi erangan minta diistirahatkan dari sel kerucut-ku meski tetap saja kudengar dia menjerit-jerit,  sudah terlalu banyak bekerja bukan kau hari ini? retinaku mengaduh karena rasanya dia goyah jika harus terus membuat semua detail bayangan harus terpampang jelas dimataku.. putih terlalu menyakitkan seperi arti permulaanmu di semestaku yang tak lagi utuh. Jika dia alunan nada mungkin bisa memekakak-kan gendang telingaku.. Tapi tunggu, saat mata ini tertutup barang dua detik.. kudengar kombinasi nada. Alunan kepemilikan siapa? mengapa rasanya begitu menyayatku. siapa yang memainkannya?Sexophone itu.. aku kenal. Alunannya yang selalu percikan bara pada kanvas yang kembali usang karena eksistensimu yang memudar, apa kau tahu jika kau pudarkan warnamu itu sama artinya dengan  menghilangkan sebagian semesta yang ku jaga selalu eksistensinya?  Membuat hatiku nyeri, kenapa semuanya tega menyiksa sistem sadarku? membuat mereka goyah hingga sekarang diperosokannya aku ke tempat....yang lagi-lagi hanya putih. Semakin kombinasi itu mengalun cepat semakin jelas pula bayang massa pemiliknya. Ah aku ingat! Kenny G itu alunan kepunyaanmu bukan? 

selamat.. hari ini kau menjadi dalang telak dari reaksi H2 dan O2 di inderaku ini, menjadi garam penabur untuk lukaku yang masih meneteskan darah segar ini. Jika bisa kudeskripsikan semua nyeri ini..ingin sekali kukirimkan surat berisi pengaduanku ini untuk kau telaah dan kau pahami apa yang telah kau lakukan di semestaku.. aku tidak menyalahkanmu sungguh, aku yang telak salah dalam semua peraduan aku dan kau ini ( aku tak berani menggunakan kata ganti kita, aku takut menggantungkan harapan itu ), pertemuan yang memikat hingga aku lupa mengikat erat hatiku agar tidak kau bawa lari..atau aku dengan polosnya menyodorkannya untukmu? Entahlah intinya waktu sudah melewatinya dan tak bisa kuajak kompromi untuk kembali pada masa tolehan pertamaku itu.


Andai kau tahu Halley.. 76 tahun bukan waktu yang sebentar untuk semestaku.. anggap saja aku bumi dan pada saat itu artinya aku telah berdansa mengelilingi mentari 76 kali dan barulah saat itu muncul.. saat dimana aku bisa bersua dan berharap waktu dihentikan sesaat agar semua gerakanmu bisa leluasa kuamati tanpa takut ada kata berakhir karena berakhir sama dengan pelenyapanmu (lagi). Andai alam bisa berbaik hati denganku barang sekali saja. Ingin sekali rasanya saling merasakan  imprint ( seperti para werewolf yang saling terikat dalam sekejap saja) tapi aku dan kau tak pernah menjadi sepasang werewolf bukan? Haha aku pasti bergurau..

Kini aku akan menggelar dongeng tentang tahapan saat aku bisa menyentuh lecutan ekormu dengan atmosfer yang meski sudah memiliki banyak motif lubang ini. Ada dua warna yang ingin kuleburkan, apa jadinya jika kuning menyapa abu? Apa akan dihasilkan warna yang menjanjikan senyuman? Atau mereka gagal bereaksi karena titik equivalen yang tak jua mereka temukan.. apa mereka bertolak belakang Halley?
Kuningku : Hari itu genap 76 tahun orbitku mengitari matahari, itu artinya saat yang kutunggu telah tiba dan dengan sedikit pergesekan atmosferku denganmu kita bersua.. lagi-lagi tiga huruf, tapi kali ini rasanya lebih renyah. Aku menyukainya, kau selalu tawarkan tegukan yang memikatku dan kali ini rasanya aku candu. 120 menit/ 7200 detik begitukah? Kurasa hanya perkiraanku saja karena bersamamu waktu rasanya menguap tanpa konfirmasi padaku sebelumnya. Aku dan kau bercerita tentang sepercik eksistensi kau dan aku di jagad raya ini.. tidak searah memang, tetapi dengan tulus hati kuucapkan selamat atas keberhasilan yang kau tuai itu. Selamat bertugas menjadi pengatur susunan jagad raya ini, selamat mendesain jagad raya terbaik, dan selamat menjadi pengamat terbaik atas penataan jagad raya ini, dan terakhir selamat karena telah menyentuh gerbang dan mulai memasuki tempat itu.. tata surya terbaik kesepuluh se-Asia ( anggap saja Asia sama dengan Milky Way atau Galaksi Bima Sakti) S-e-l-a-m-a-t!  Satu hal lagi.. aku suka argumenmu, semua argumen tentang mengapa kau memilih menata dan bagimana cara penataan jagad raya ini.
Terimakasih.. terimakasih atas kata ‘semangat darimu’, kau harus tahu makna kata itu untukku. Lebih dari segelintir kata tapi penyejuk peradaban, pemugar bangunan rapuh, pengalun saat beranjak kembali ke peraduan,  dan alasan dibalik pendaran gemerlap di simpul setengah lingkaran cincin planetku ( Jika aku Saturnus).
Abuku : tak terasa waktu mengalun begitu cepat.. seperti saat komet yang berpacu dengan kecepatan cahaya (3*108) bergesekan dengan udara yang selalu hampa..tak pernah melebihi sedetik. Saat kau harus enyah kembali dan entah penantian selanjutnya aku siap? Doakan saja aku tak pernah lelah berdansa mengelilingi matahari dan doakan aku agar aku tidak mual dan mengeluarkan isi perut bumiku ini karena banyaknya putaran diluar kendali.
Akhirnya aku pahami arti kata perkenalan secara murni dan untuk sesaat aku paham bagaimana seharusnya kanvasku berlagak, bagaimana dia seharusnya terpajang dan bagaimana sewajarnya alur kuas itu tercipratkan.


P.S: “Hi Halley, since that time you and I knew each other right? But did you know, when ‘R’ symbol really breaks my heart? When you chose to just read my reply. So simple right? When ‘D’ can make my heart beat so fast and ‘R’ can make me smile for awhile but suddenly ruin my mood when ‘R’ doesn’t come with your reply. Once more congratulation and please make sure that i will be patient to wait for another 76 years”

merupakan chapter 3 dari :
1. Bulan, Dialah Halley Semua itu!
2. Ketukan Halley di Bulan Maret