Friday, December 13, 2013

Anomalia Bumi akan Polaris

Bulan.. apa kabar? masih ingat dengan aku? yap aku Bumi yang membucahkan semua saraf kehidupanmu. Ingatkah engkau saat aku menjadi asteroid dan aku tak bisa berbuat apa-apa? Ingatkah engkau saat aku dengan atom-atomku melakukan penghabisan cahaya untuk mengingatkan Polaris untuk tidak kembali ke orbitku? Tentu kau masih ingat apa yang terjadi dengan orbitku. Dia menggila bak anomalia yang tak terkendali.
Tuhan baik bulan.. dia membuatku lepas dari jerat Polaris yang aku idam-idamkan itu tetapi terlalu baik karena dia bentengi ozonku dengan gas-gas yang entah mengapa membuat bumiku mati rasa dan begitu tenang.. bukan hanya itu Bulan.. dia sematkan Polaris yang kukira Esa adanya.
Bulan.. hari ini bumiku berhenti berotasi, semua reservoir alamikupun enggan tuk hangatkan suhuku.. mereka enggan berkoordinasi dengan jiwanya, pasti kamu kebingungan bulan. bukan begitu? Jiwa ini terlalu hitam legam tak bermentari.

Bumiku rupanya bahagia tanpa petunjuk arah Bulan.. tanpa ada Polaris yang harus dengan mati-matiannya bumi pertahankan. Lalu Polaris datang dengan janji suci akan menunjukan hal terindah di galaksi ini. Begitu baik bukan Bulan? Tetapi untuk menyentuh mantelku saja rasanya tidak..yang bumiku rasakan sama sekali kosong. Mengapa demikian bulan? Mengapa 76 yang pertama begitu memikat bumi? Apa diam-diam dia tahan peredaran bumiku dengan lecut ekor kepunyaannya? Rasanya menjadi dungu itu sangat mudah jika hingga dua tahun peredaran bumiku masih saja kuharapkan polaris tak bernama dan tak berhasrat untuk mengetahui letak orbitku.

Tuhan begitu baik bulan.. tapi begitu jahat pula untukku. Bagaimana bisa bumi menjadi dalang dari perebutan  kutub Polaris itu? Bumi hanya ingin dia yang satu tak lebih. Tapi bumipun tak berani melerai karena takut bertegur sapa dengan dia sang kekosongan. Bukankah bumi sudah merasa kosong sebelum ini? Haha aku bergurau.

Apa arti nyata dari semua rotasi tak berarah ini bulan? Jika tidak ada lagi matahari yang meminta untuk aku kitari. Apa lagi esensi bumiku? Sungguh aku paham bagaimana menjadi asteroid dan bagaimana hancurnya menjadi bagian yang hanya bisa terombang-ambing tanpa perlawanan diantara Mars dan Jupiter dan demi apapun aku tidak ingin menjad penyebab itu semua..terlebih untuk polaris

Polaris.. akan selalu indah, akan selalu mulia dan akan selalu berada di utara sana agar bisa kupandangi dengan puas keberadaannya. Dia akan selalu tersenyum saat menuntunku pulang, dan akan selalu pulang ketitik yang sama. Polaris yang bisa membuat aku paham bahwa inilah aku dan bangga mengorbit dengan caraku.

Tahukan engkau Bulan? Polaris ini juga pernah aku idam-idamkan dan aku cari keberadaannya saat Polaaris enggan menyapa orbitku dan pernah mati-matian aku lari agar semua patahan di bumiku bisa musnah. Dia datang sekarang dimana patahan itu sudah menjadi gunung api cantik yang siap meluap kapan saja.

Bumi kira ozon akan senang bertemu lagi, ozon akan senang menjadi penghubung kita.. rasanya untuk sekarang memahami keinginan bumi saja ozon lelah, atmosfer saja mengaduh karena tingkah bumi.Ada apa bumi? apa yang salah denganmu? Aku rindu bumi yang selalu berdendang saat berotasi, aku rindu bumi yang begitu sejuk saat menyapa tamu baru yang kehilangan arah pulang.. aku rindu bumi yang menjadi pelindung untuk para pelipur lara.

Jangan begini bumi.. mengapa rasanya kau doktrinkan CO ke segala arah? Apa sebenci itu yang kau rasakan? Bumi Polaris baik.. sangat tulus meski kau anggurkan.. Mengapa?

Bumi menjawab:  Engkau tak tahu betapa aku rindu aku yang dulu, betapa aku ingin bisa merasakan lagi, betapa ingin aku melukis lagi di kanvas polaris itu.. betapa ingin aku kembalikan dan ku kuburkan trauma mendalam setelah sejarah hidup yang aku arungi. Betapa aku ingin menjadi sumber kebahagian Polaris. Aku ingin sungguh tapi apa kamu tahu bagaimana orbitku harus berlaga agar semua kembali? Apa harus aku ganti arah orbitku jika itu bisa menggembalikan aku ke zaman yang aku anggap 'damai'? dan berkompromi dengan Tuhan untuk hilangkan gas penenang di ozonku? Engkau tak tahu betapa aku merintih setiap detik dalam revolusiku agar kudapati bagian hilang diorbitku? Jels kau tak paham bagaimana rasanya.

Polaris, you're precious thing that God has been given to me. Thanks for always accompany me though you know what you got it's never what you hope to get. Seriously what I want is.. recovering my heart and say to my heart everything will be fine.. But How hard I try to say.. still I cant chnge my point of you.Polaris.
I know that I'm an evil.. Please believe me. I feel empty., totally empty right now.. Sorry, I wish if you still want to stay with me and lend your shoulder to me. I will be very thankful.

Who lost part of her.........

0 comments:

Post a Comment

now, you know my secrets